Namaku Yayuk. Setidaknya begitulah aku biasa dipanggil. Benar-benar hanya Yayuk. Bukan kependekan dari Rahayu, seperti nama orang lain yang kutahu juga sering dipanggil Ayu atau Yayuk. Aku anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahku seorang sopir mikrolet. Beliau jarang ada di rumah. Konon istrinya bukan hanya ibuku, yang memberinya lima anak lelaki dan dua perempuan. Baca selebihnya »
Filed under: Cerpen | Ditandai: Cerpen | 1 Komentar »


1Hingga akhir tahun-tahun awal abad kedua puluh, kaum perempuan petani di sebelah utara Mesir memiliki kebiasaan berbaring menelungkup di rel kereta api dan membiarkan kereta api lewat di atasnya untuk menggagalkan kehamilan yang tak diinginkan. Sebaliknya, perempuan yang sulit hamil berbaring menelentang di rel agar kereta yang lewat bisa membuatnya hamil. Ternyata bahwa lokomotif yang digerakkan uap dianggap sebagai perwujudan dari kekuatan daya laki-laki bukan hanya di Mesir. Di India, perempuan akan bergegas ke rel saat kereta api mendekat, dan ketika kereta api itu lewat, ia mengangkat roknya tinggi-tinggi dengan harapan akan segera hamil.
Kartini adalah salah seorang perempuan Jawa yang beruntung karena dianugerahi pendidikan tatkala sebagian besar kaumnya hanya dianggap sebagai konco wingking kaum lelaki dan harus hanya narima ing pandum dalam kodrat keperempuanannya semasa hidup. Namun, kendati perjuangannya tak seheroik beberapa perempuan pahlawan nasional lainnya, nama R.A. Kartini lebih sering disebut dalam percakapan dan ingatan tentangnya selalu memberikan inspirasi bagi bangsa ini untuk berupaya berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain. (vide
Sistem pemerintahan presidensial memberikan kewenangan prerogatif yang melekat pada jabatan presiden. Dengan demikian, hak prerogatif presiden – dalam catatan ini – untuk memilih para pembantunya, tak pernah perlu diributkan. Tapi republik ini ternyata makin suka menikmati tontonan, juga yang sengaja dipertunjukkan guna mengesankan bahwa presiden adalah seorang yang tak sembrono atau grusa-grusu memilih. Semua calon menteri diaudisi, harus menjalani fit and proper test di hadapan Presiden dan Wakil Presiden RI, juga dites kesehatan jiwa-raganya. Dan karena sudah jadi tontonan publik, maka membaca, menonton, dan ikut berkomentar untuk dibaca maupun ditonton adalah sesuatu yang wajar (dan mungkin juga diharapkan).
Alkisah pada awal Bharatayuda, Arjuna terduduk lemas tak bertenaga di dalam kereta kuda yang dikusiri Batara Kresna. Semangat tempurnya seolah terbang melihat saudara-saudaranya berperang melawan Kurawa, kerabat mereka sendiri. Alangkah sedih hatinya menyaksikan para prajurit di kedua belah pihak yang gugur membela negara masing-masing. Padang Kurusetra menyuguhkan pemandangan yang memilukan. Peperangan yang serba membinasakan, membunuh atau dibunuh, mengusik perasaan sang ksatria penengah Pandawa.
ROMA (Reuters) – Seorang ilmuwan Italia mengatakan dia telah mereproduksi Kain Kafan dari Turin, suatu prestasi yang katanya membuktikan dengan pasti bahwa kain linen yang oleh beberapa orang Kristen dianggap sebagai kain kafan Yesus Kristus itu adalah tipuan abad pertengahan. Kain Kafan berukuran 14 kaki 4 inci kali 3 kaki 7 inci (4,4 kali 1,2 meter) yang bergambar mengenaskan, terbalik seperti foto negatif, itu dikatakan orang sebagai gambaran Kristus yang tersalib. 