Posted on 25 Oktober 2009 by Ruhcitra
1Hingga akhir tahun-tahun awal abad kedua puluh, kaum perempuan petani di sebelah utara Mesir memiliki kebiasaan berbaring menelungkup di rel kereta api dan membiarkan kereta api lewat di atasnya untuk menggagalkan kehamilan yang tak diinginkan. Sebaliknya, perempuan yang sulit hamil berbaring menelentang di rel agar kereta yang lewat bisa membuatnya hamil. Ternyata bahwa lokomotif yang digerakkan uap dianggap sebagai perwujudan dari kekuatan daya laki-laki bukan hanya di Mesir. Di India, perempuan akan bergegas ke rel saat kereta api mendekat, dan ketika kereta api itu lewat, ia mengangkat roknya tinggi-tinggi dengan harapan akan segera hamil. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Selecta | Ditandai: antiperistaltic, bottom lift, ciuman, Freud, gigit hidung, hamil, kekasih, keperawanan, kesaksian, lipectomies, mesum, neurologis, nudis, nymphomaniac, oracle, perawan, psikologis, seks, seksual, selaput dara, sex, Sisilia, telanjang, testimony, Toda | Leave a Comment »
Posted on 24 Oktober 2009 by Ruhcitra
Mengingat Kartini
Kartini adalah salah seorang perempuan Jawa yang beruntung karena dianugerahi pendidikan tatkala sebagian besar kaumnya hanya dianggap sebagai konco wingking kaum lelaki dan harus hanya narima ing pandum dalam kodrat keperempuanannya semasa hidup. Namun, kendati perjuangannya tak seheroik beberapa perempuan pahlawan nasional lainnya, nama R.A. Kartini lebih sering disebut dalam percakapan dan ingatan tentangnya selalu memberikan inspirasi bagi bangsa ini untuk berupaya berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain. (vide ensiklopedi ini). Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Selecta | Ditandai: bahasa, Belanda, budaya, cinta, feodal, feodalisme, gamelan, guru, Habis Gelap Terbitlah Terang, Jawa, Kartini, kerja, Max Havelaar, Melayu, moral, Multatuli, penghargaan, sastra, sekolah, seni rakyat, surat | Leave a Comment »
Posted on 24 Oktober 2009 by Ruhcitra
Sistem pemerintahan presidensial memberikan kewenangan prerogatif yang melekat pada jabatan presiden. Dengan demikian, hak prerogatif presiden – dalam catatan ini – untuk memilih para pembantunya, tak pernah perlu diributkan. Tapi republik ini ternyata makin suka menikmati tontonan, juga yang sengaja dipertunjukkan guna mengesankan bahwa presiden adalah seorang yang tak sembrono atau grusa-grusu memilih. Semua calon menteri diaudisi, harus menjalani fit and proper test di hadapan Presiden dan Wakil Presiden RI, juga dites kesehatan jiwa-raganya. Dan karena sudah jadi tontonan publik, maka membaca, menonton, dan ikut berkomentar untuk dibaca maupun ditonton adalah sesuatu yang wajar (dan mungkin juga diharapkan). Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: ajining diri saka lathi, dikotomi, hak prerogatif, infotainment, inkonstitusional, ipoleksosbudhankam, kabinet, koalisi, komentar, konstitusi, konstitusional, menkes, menteri, oposisi, parlemen, permisif, politik, politisi, presiden, profesional, republik | Leave a Comment »
Posted on 14 Oktober 2009 by Ruhcitra
Alkisah pada awal Bharatayuda, Arjuna terduduk lemas tak bertenaga di dalam kereta kuda yang dikusiri Batara Kresna. Semangat tempurnya seolah terbang melihat saudara-saudaranya berperang melawan Kurawa, kerabat mereka sendiri. Alangkah sedih hatinya menyaksikan para prajurit di kedua belah pihak yang gugur membela negara masing-masing. Padang Kurusetra menyuguhkan pemandangan yang memilukan. Peperangan yang serba membinasakan, membunuh atau dibunuh, mengusik perasaan sang ksatria penengah Pandawa. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Ngelmu | Ditandai: Arjuna, bhagawadgita, darma, Kresna, ksatria, Kurawa, nasihat, Pandawa, perang, wayang | Leave a Comment »
Posted on 7 Oktober 2009 by Ruhcitra
ROMA (Reuters) – Seorang ilmuwan Italia mengatakan dia telah mereproduksi Kain Kafan dari Turin, suatu prestasi yang katanya membuktikan dengan pasti bahwa kain linen yang oleh beberapa orang Kristen dianggap sebagai kain kafan Yesus Kristus itu adalah tipuan abad pertengahan. Kain Kafan berukuran 14 kaki 4 inci kali 3 kaki 7 inci (4,4 kali 1,2 meter) yang bergambar mengenaskan, terbalik seperti foto negatif, itu dikatakan orang sebagai gambaran Kristus yang tersalib. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Selecta | Ditandai: Kain Kafan Turin, kontroversi, pecunia non olet, relikui, uang tidak berbau, Yesus Kristus | 1 Komentar »
Posted on 17 September 2009 by Ruhcitra
Bersuamikan lima ksatria Pandawa
Baginda Drupada, Raja Pancala, mengadakan sayembara memanah. Baginda memiliki busur pusaka sakti yang tak sebarang orang dapat menariknya. Busur itulah yang harus digunakan setiap peserta sayembara memanah yang diselenggarakannya untuk mendapatkan calon menantu. Barangsiapa dapat menariknya berpeluang menjadi jodoh yang akan dipilih sendiri oleh Dewi Drupadi, putrinya. Banyak raja dan ksatria mengikuti sayembara itu, termasuk para Kurawa dan Adipati Karna. Pandawa pun, dalam samaran sebagai brahmana, berbaur dengan para hadirin. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Ngelmu | Ditandai: Arjuna, Batara Kresna, Bima, Drupadi, Hastinapura, Indraprasta, janji, kesetiaan, ksatria, Kurawa, Mahabarata, Nakula, nasihat, Pandawa, perempuan bersuami lima, poligini, Sahadewa, satria, setia, wayang, Yudistira | 2 Komentar »
Posted on 18 Juli 2009 by Ruhcitra
Pemungutan suara sudah 10 hari lewat. Penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei nyaris serupa: Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2009 tampaknya memang berlangsung hanya satu putaran dengan pasangan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai pemenang kontestasi capres-cawapres tahun ini. Para kandidat lain pun tampaknya sudah bersiap-siap tak disebut sebagai pemenang (kurang suara). Benarkah demikian? Sabar sajalah. Tunggu sampai KPU mengumumkan hasil Pilpres 2009 sesuai kewenangan konstitusionalnya. Lembaga-lembaga survei yang paling dekat dengan hasil penghitungan manual (real-count) KPU tentu akan mendapatkan credit-point tambahan dalam rekam jejak masing-masing. Sedangkan yang meleset, sudah jelas nasibnya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: bom, demokrasi, DPT, ideologi, IFES, KPU, parpol, pemilu, pencitraan, pilpres, politik, presiden, TPS | 1 Komentar »