Posted on 30 Oktober 2008 by Ruhcitra
Manusia adalah pelaksana dan tujuan pembangunan. Maka pendidikan berperanan penting dalam upaya menjawab tantangan masa depan. Perkembangan ilmu dan teknologi pun berperanan mengubah isi pendidikan agar sesuai dengan tuntutan zaman (fleksibel) dan tidak lekas usang. Unesco doc ED-80/conf.803/7 menyimpulkan: “We are in danger of sacrificing innovation, creative work, leisure, sport and, in general, training [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: bebas, disiplin, fisik, guru, humaniora, inisatif, inisiatif, kemantapan diri, kepribadian, Ki Hadjar Dewantara, long-life education, mandiri, manusia berkualitas, modern, modernisasi, moral, nirfisik, parallel school, pembangunan, pendidikan, pendidikan nasional, pendidikan sepanjang hayat, pengendalian diri, personalisasi, progresif, sosialisasi, teknologi, tujuan pendidikan | 1 Komentar »
Posted on 30 Oktober 2008 by Ruhcitra
Secara etimologis, kata teknologi berasal dari dua kata (Yun): techno (techne) yang berarti seni, dan logia (logos) yang berarti ilmu, doktrin, teori.
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: applied science, definisi teknologi | Leave a Comment »
Posted on 30 Oktober 2008 by Ruhcitra
Konsep ilmu dapat dibagi ke dalam tiga golongan, yakni: 1) klasifikasi; 2) perbandingan; 3) kuantitatif. Konsep klasifikasi adalah suatu konsep yang meletakkan obyek yang sedang ditelaah dalam suatu kelas tertentu, Klasifikasi adalah konsep yang paling dikenal. Tetapi konsep perbandingan (komparatif) lebih efektif dalam memberikan informasi. Konsep ini berperan sebagai perantara konsep klasifikasi dan konsep [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: kuantitatif, kualitatif, klasifikasi, perbandingan, peluang, statistika, determinisme, verifikasi, konfirmasi, konsep dalam ilmu | Leave a Comment »
Posted on 30 Oktober 2008 by Ruhcitra
Dibandingkan dengan ilmu-ilmu alam yang kemajuannya sangat pesat, ilmu-ilmu sosial agak tertinggal di belakang. Hal ini disebabkan oleh subyek ilmu-ilmu sosial yang adalah manusia sebagai makhluk multidimensional.
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: perbedaan ilmu alam dan ilmu sosial | 1 Komentar »
Posted on 29 Oktober 2008 by Ruhcitra
Sesanti “Malang Kucecwara” berarti “Tuhan menghancurkan yang bathil dan menegakkan yang benar”. Perisai berbentuk segilima bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Warna merah-putih adalah lambang bendera nasional Indonesia. Kuning berarti keluhuran dan kebesaran. Hijau adalah kesuburan. Biru muda berarti kesetiaan kepada Tuhan, [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ngalam | Ditandai: arema, bahasa, boso walikan, Malang, Malangkucecwara, wisata kuliner di Malang | 1 Komentar »
Posted on 28 Oktober 2008 by Ruhcitra
Ilmu sesungguhnya adalah hasil usaha manusia agar ia semakin beradab. Tujuan utama ilmu adalah untuk mengetahui kebenaran. Baik pengetahuan (produk ilmu) maupun cara (proses ilmu) terdiri dari serangkaian jalan dan langkah untuk mencapai tujuan: mencari dan mengetahui kebenaran. Tetapi tak semua pengalaman manusia dapat didekati secara memuaskan dengan metode keilmuan. Dan karena kebenaran lebih [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: ilmu, teknologi, hipotesis, struktur ilmu, sistem ilmu, keilmuan, persepsi, kuantitatif, kualitatif, monograf | Leave a Comment »
Posted on 28 Oktober 2008 by Ruhcitra
Rasionalisme
Kaum rasionalis mulai dengan suatu pernyataan yang sudah pasti. Aksioma dasar yang digunakan untuk membangun sistem pemikirannya diturunkan dari idea yang jelas, tegas dan pasti dalam pikiran manusia. Pikiran manusia mampu ‘mengetahui’ idea itu, kendati manusia tidak menciptakannya maupun tidak mempelajarinya lewat pengalaman. Idea itu sudah ada sebagai bagian dari kenyataan dasar yang tertangkap [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: empirisme, hipotesis, John Locke, metode keilmuan, Plato, rasionalisme, Rene Descartes | 2 Komentar »