• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Oktober 2008
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,146,017 klik
  • Since 2009

    free counters

Ilmu Alam dan Ilmu Sosial: Beberapa Perbedaan

Dibandingkan dengan ilmu-ilmu alam yang kemajuannya sangat pesat, ilmu-ilmu sosial agak tertinggal di belakang. Hal ini disebabkan oleh subyek ilmu-ilmu sosial yang adalah manusia sebagai makhluk multidimensional.

Obyek Penelaahan yang Kompleks

Gejala sosial lebih kompleks dibandingkan dengan gejala alami yang hanya bersifat fisik. Kendati juga memiliki karakteristik fisik, gejala sosial memerlukan penjelasan yang lebih dalam. Hal yang bersifat azasi sering tak tersentuh oleh pengamatan terhadap gejala fisik karena sifatnya yang umum. Penelaahan ilmu alam meliputi beberapa variabel dalam jumlah yang relatif kecil dan dapat diukur secara tepat, sedangkan variabel ilmu sosial sangat banyak dan rumit.

Kesukaran dalam Pengamatan

Pengamatan langsung gejala sosial lebih sulit dibandingkan dengan gejala ilmu-ilmu alam. Ahli ilmu sosial tidak mungkin menangkap gejala masa lalu secara indrawi kecuali melalui dokumentasi yang baik, sedangkan seorang ahli ilmu kimia atau fisika, misalnya, bisa mengulangi percobaan yang sama setiap waktu dan mengamatinya secara langsung. Hakikat ilmu-ilmu sosial tidak memungkinkan pengamatan secara langsung dan berulang.

Mungkin saja seorang ahli ilmu sosial mengamati gejala sosial secara langsung, tetapi ia akan menemui kesulitan untuk melakukannya secara keseluruhan karena gejala sosial lebih variatif dibandingkan gejala fisik. Perlakuan yang sama terhadap setiap individu penelitian dalam ilmu sosial bisa menghasilkan suatu tabulasi, tetapi peluang kebenaran pada perlakuan yang sama itu pun tidak sebesar peluang kesamaan dalam ilmu-ilmu alam.

Obyek Penelaahan yang Tak Terulang

Gejala fisik pada umumnya bersifat seragam dan dapat diamati secara langsung. Gejala sosial bersifat unik dan sukar terulang kembali. Abstraksi secara tepat dapat dilakukan terhadap gejala fisik lewat perumusan kuantitatif dan hukum yang berlaku secara umum. Tetapi kebanyakan masalah sosial bersifat spesifik dalam konteks historis tertentu.

Hubungan antara Ahli dan Obyek Penelaahan

Ahli ilmu sosial mempelajari manusia, makhluk hidup yang penuh tujuan dalam tingkah lakunya, sedangkan gejala fisik kealaman seperti unsur kimia bukanlah suatu individu melainkan barang mati. Karena itu subyek penelaahan ilmu sosial dapat berubah secara tetap sesuai dengan tindakan manusia yang didasari keinginan dan pilihan masing-masing. Ahli ilmu alam menyelidiki proses alami dan menyusun hukum yang bersifat umum mengenai proses alam. Apa pun yang ia lakukan tidak bermaksud untuk mengubah alam atau harus setuju atau tidak setuju terhadap proses alam. Sedangkan ahli ilmu sosial tak bisa melepaskan diri dari jalinan unsur-unsur kejadian sosial. Kesimpulan umum dapat memengaruhi kegiatan sosial (ingat lagi hasil penelitian tentang lemak babi dalam beberapa produk makanan/ minuman!). Penemuan di bidang ilmu alam baru akan kehilangan artinya setelah digantikan oleh penemuan baru yang lebih baik, sedangkan penemuan di bidang sosial akan sangat mudah kehilangan artinya jika pengetahuan tersebut ternyata menyebabkan manusia mengubah kondisi sosialnya.

Ahli ilmu sosial tidak bersikap sebagai penonton yang menyaksikan suatu proses kejadian sosial karena ia merupakan bagian integral dari obyek kehidupan yang ditelaahnya. Karena itu lebih sukar bagi seorang peneliti ilmu sosial untuk bersikap obyektif dalam masalah ilmu sosial daripada seorang peneliti ilmu alam dalam masalah kealaman. Keterlibatan secara emosional terhadap nilai-nilai tertentu juga cenderung memberikan penilaian baik/ buruk yang bersifat individual/ subyektif.

Ahli ilmu alam mempelajari fakta yang terdapat pada alam, sedangkan ahli ilmu sosial mempelajari fakta yang terdapat dalam masyarakat kondisional. Ideal seorang ahli ilmu sosial tentang kondisi masyarakat yang diharapkannya dapat mempersulit perkembangan penelitiannya.

Ahli ilmu sosial harus mengatasi berbagai rintangan jika berharap untuk membuat kemajuan yang berarti dalam menerangkan, meramalkan dan mengontrol perilaku manusia. Ini hanya dapat dilakukan bila ia gigih dan sabar. Kemajuan pesat yang dicapai ahli-ahli ilmu alam menyebabkan para ahli ilmu sosial mendapatkan tantangan berat untuk memecahkan masalah kemanusiaan. (Deobold B. Van Dalen)

About these ads

3 Tanggapan

  1. Terima kasih, tulisan ini banyak membantu tugas saya dalam perkuliahan.

    Sama-sama. :) Selamat belajar dan sukses!

  2. Tulisannya bagus, tapi alangkah baiknya disertai dengan referensinya (bisa dalam bentuk running note). Hal ini dapat membantu pembaca yang ingin mempelajari materi lebih mendalam lagi…
    TQ

  3. maaf gan, referensinya kog gak ada?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: