Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Menurut Abraham Lincoln (Presiden AS ke-16), demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat (Democracy is government of the people, by the people and for the people). Azas-azas pokok demokrasi dalam suatu pemerintahan demokratis adalah:
pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya melalui pemilihan wakil-wakil rakyat untuk parlemen secara bebas dan rahasia; dan
pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: Abraham Lincoln, demokrasi, eksekutif, federatif, formal, hak azasi manusia, John Locke, kepartaian, konstitusional, legislatif, material, Montesquieu, parlemen, partisipasi rakyat, pembagian kekuasaan, pemilihan umum, perwakilan, referendum, yudikatif | 3 Komentar »
Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Menurut ajaran klasik, bentuk pemerintahan dapat dibedakan atas jumlah orang yang memerintah dan sifat pemerintahannya (baca keterangan berikut), yaitu:
Monarkhi, akan menimbulkan Tirani
Aristokrasi, akan menimbulkan Oligarkhi
Demokrasi, akan menimbulkan Anarkhi
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: absolut, anarkhi, aristokrasi, Aristoteles, bentuk pemerintahan, demokrasi, diktator, dinasti, Georg Jellinek, konstitusional, Leon Duguit, mobokrasi, monarkhi, negara, okhlorasi, oligarkhi, otoriter, parlementer, Plato, plutokrasi, polity, Polybios, republik, timokrasi, tirani, wangsa | 11 Komentar »
Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Bentuk Negara
a. Negara Kesatuan (Unitaris)
Negara Kesatuan adalah negara bersusunan tunggal, yakni kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar. Hubungan antara pemerintah pusat dengan rakyat dan daerahnya dapat dijalankan secara langsung. Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: commonwealth, desentralisasi, dominion, federal, federasi, koloni, konfederasi, konstitusi, mandat, negara kesatuan, otonomi, perserikatan negara, protektorat, sentralisasi, trustee, uni | 31 Komentar »
Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Dikutip dari: Dorothy Low Noffe (Children learn what they live with)
Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela, kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.
Jika anak biasa hidup dalam permusuhan, kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan.
Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan, kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.
Jika anak biasa hidup dikasihani, kelak ia [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Selecta | Ditandai: anak belajar dari lingkungannya, Dorothy Low Noffe | Leave a Comment »
Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Menurut Oppenheim-Lauterpacht, unsur-unsur negara adalah:
Unsur pembentuk negara (konstitutif): wilayah/ daerah, rakyat, pemerintah yang berdaulat
Unsur deklaratif: pengakuan oleh negara lain
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: Augustinus, bangsa, biologis, daratan, de facto, de jure, deklarator, desa, ekonomis, ekstrateritorial, genealogis, Grotius, Hegel, hukum internasional, John Locke, kedaulatan, konstitutif, kultural, landas benua, lautan, Machiavelli, masyarakat, Montesquieu, paguyuban, patembayan, pemerintahan, pengakuan, primitif, psikologis, rakyat, ras, res communis, res nullius, teritorial, Thomas Aquino, Thomas Hobbes, udara, unsur-unsur negara, wilayah, ZEE, zona, zoon politikon | 14 Komentar »
Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Teori-teori Tujuan Negara
1) Teori Kekuasaan
Shang Yang, yang hidup di negeri China sekitar abad V-IV SM menyatakan bahwa tujuan negara adalah pembentukan kekuasaan negara yang sebesar-besarnya. Menurut dia, perbedaan tajam antara negara dengan rakyat akan membentuk kekuasaan negara. “A weak people means a strong state and a strong state means a weak people. Therefore a country, [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: anarkhisme, Dante Alleghiere, fungsi negara, hak dan kebebasan manusia, Immanuel Kant, individualisme, kapitalisme, kekuasaan, komunisme, Kranenburg, Machiavelli, negara hukum, negara kesejahteraan, negara polisi, nihilisme, perdamaian dunia, perjanjian masyarakat, Plato, revolusioner, Shang Yang, sosialisme, teokratis, tujuan negara | 9 Komentar »
Posted on 9 November 2008 by Ruhcitra
Pendekatan faktual (primer), berdasarkan kenyataan yang sungguh-sungguh terjadi (sudah menjadi pengalaman sejarah).
Occupatie: pendudukan suatu wilayah yang semula tidak bertuan oleh sekelompok manusia/ suatu bangsa yang kemudian mendirikan negara di wilayah tersebut. Contoh: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan pada tahun 1847.
Separatie: Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: accessie, anexatie, Aristoteles, Augustinus, cessie, de facto, de jure, demokrasi, diktatur, evolusi, fusi, Georg Jellinek, Grotius, Hans Kelsen, hukum alam, inovatie, J.J. Rousseau, John Locke, Karl Marx, kekuasaan, kerajaan, kontrak sosial, Kranenburg, Leon Duguit, Logemann, negara, negara kota, occupatie, perjanjian masyarakat, persekutuan masyarakat, Plato, proklamasi, revolusi, separatie, Stahl, Thomas Aquino, Thomas Hobbes | 14 Komentar »