Slamet Iman Santoso ( 1998 ) dalam artikel “Quo Vadis Pendidikan di Indonesia” menyatakan bahwa penyelenggaraan sistem pendidikan banyak disetir oleh potical will. Sistem pendidikan di Indonesia mengacu pada kecenderungan politis. Maka, “ganti pejabat, ganti kebijakan” seolah-olah menggambarkan situasi keajekan dinamika kurikulum di Indonesia dalam arti negatif, yaitu suatu status quo, bahwa perubahan sekian kali [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: behavioristik, guru, hubungan guru dan murid, kognitif-konstruktivistik, kompetensi, kualitas, kurikulum, manusia unggul, nilai, pendidikan, pendidikan nilai, political will, seragam, stimulus-response | Leave a Comment »


