• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,105,402 klik
  • Since 2009

    free counters

Pengertian Politik

Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi polites yang berarti warganegara, politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara dan politikos yang berarti kewarganegaraan.

Aristoteles (384-322 SM) dapat dianggap sebagai orang pertama yang memperkenalkan kata politik melalui pengamatannya tentang manusia yang ia sebut zoon politikon. Dengan istilah itu ia ingin menjelaskan bahwa hakikat kehidupan sosial adalah politik dan interaksi antara dua orang atau lebih sudah pasti akan melibatkan hubungan politik. Aristoteles melihat politik sebagai kecenderungan alami dan tidak dapat dihindari manusia, misalnya ketika ia mencoba untuk menentukan posisinya dalam masyarakat, ketika ia berusaha meraih kesejahteraan pribadi, dan ketika ia berupaya memengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Aristoteles berkesimpulan bahwa usaha memaksimalkan kemampuan individu dan mencapai bentuk kehidupan sosial yang tinggi adalah melalui interaksi politik dengan orang lain. Interaksi itu terjadi di dalam suatu kelembagaan yang dirancang untuk memecahkan konflik sosial dan membentuk tujuan negara. Dengan demikian kata politik menunjukkan suatu aspek kehidupan, yaitu kehidupan politik yang lazim dimaknai sebagai kehidupan yang menyangkut segi-segi kekuasaan dengan unsur-unsur: negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijakan (policy, beleid), dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation).

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan (decision making) mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi terhadap beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Sedangkan untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation) dari sumber-sumber (resources) yang ada. Untuk bisa berperan aktif melaksanakan kebijakan-kebijakan itu, perlu dimiliki kekuasaan (power) dan kewenangan (authority) yang akan digunakan baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses itu. Cara-cara yang digunakan dapat bersifat meyakinkan (persuasive) dan jika perlu bersifat paksaan (coercion). Tanpa unsur paksaan, kebijakan itu hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka.

Politik merupakan upaya atau cara untuk memperoleh sesuatu yang dikehendaki. Namun banyak pula yang beranggapan bahwa politik tidak hanya berkisar di lingkungan kekuasaan negara atau tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh penguasa negara. Dalam beberapa aspek kehidupan, manusia sering melakukan tindakan politik, baik politik dagang, budaya, sosial, maupun dalam aspek kehidupan lainnya. Demikianlah politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). Politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok, termasuk partai politik dan kegiatan-kegiatan perseorangan (individu).

Pengertian politik dari para ilmuwan:

Johan Kaspar Bluntschli dalam buku The Teory of the State: “Ilmu Politik adalah ilmu yang memerhatikan masalah kenegaraan, dengan memperjuangkan pengertian dan pemahaman tentang negara dan keadaannya, sifat-sifat dasarnya, dalam berbagai bentuk atau manifestasi pembangunannya.” (The science which is concerned with the state, which endeavor to understand and comprehend the state in its conditions, in its essentials nature, in various forms or manifestations its development).

Roger F. Soltau dalam bukunya Introduction to Politics: “Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan itu; hubungan antara negara dengan warganegaranya serta dengan negara-negara lain.” (Political science is the study of the state, its aims and purposes … the institutions by which these are going to be realized, its relations with its individual members, and other states …).

J. Barents dalam bukunya Ilmu Politika: “Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara … yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, ilmu politik mempelajari negara-negara itu dalam melaksanakan tugas-tugasnya.”

Joyce Mitchel dalam bukunya Political Analysis and Public Policy: “Politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijakan umum untuk seluruh masyarakat.” (Politics is collective decision making or the making of public policies for an entire society).

Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam buku Power Society: “Ilmu Politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan”, dan dalam buku Who gets What, When and How, Laswell menegaskan bahwa “Politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan dan bagaimana.”

W.A. Robson dalam buku The University Teaching of Social Sciences: “Ilmu Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, … yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil. Fokus perhatian seorang sarjana ilmu politik … tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain, atau menentang pelaksanaan kekuasaan itu.” (Political science is concerned with the study of power in society … its nature, basis, processes, scope and results. The focus of interest of the political scientist … centres on the struggle to gain or retain power, to exercise power of influence over other, or to resist that exercise).

Karl W. Duetch dalam buku Politics and Government: How People Decide Their Fate: “Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum.” (Politics is the making of decision by public means).

David Easton dalam buku The Political System: “Ilmu politik adalah studi mengenai terbentuknya kebijakan umum.” Menurutnya “Kehidupan politik mencakup bermacam-macam kegiatan yang memengaruhi kebijakan dari pihak yang berwenang yang diterima oleh suatu masyarakat dan yang memengaruhi cara untuk melaksanakan kebijakan itu. Kita berpartisipasi dalam kehidupan politik jika aktivitas kita ada hubungannya dengan pembuatan dan pelaksanaan kebijakan untuk suatu masyarakat.” (Political life concerns all those varieties of activity that influence significantly the kind of authoritative policy adopted for a society and the way it is put into practice. We are said to be participating in political life when our activity relates in some way to the making and execution of policy for a society).

Ossip K. Flechtheim dalam buku Fundamentals of Political Science: “Ilmu politik adalah ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi, yang dapat memengaruhi negara.” (Political science is that specialized social science that studies the nature and purpose of the state so far as it is a power organization and the nature and purpose of other unofficial power phenomena that are apt to influence the state).

Deliar Noer dalam buku Pengantar ke Pemikiran Politik: “Ilmu Politik memusatkan perhatian pada masalah kekuasaan dalam kehidupan bersama atau masyarakat. Kehidupan seperti ini tidak terbatas pada bidang hukum semata-mata, dan tidak pula pada negara yang tumbuhnya dalam sejarah hidup manusia relatif baru. Di luar bidang hukum serta sebelum negara ada, masalah kekuasaan itu pun telah pula ada. Hanya dalam zaman modern ini memanglah kekuasaan itu berhubungan erat dengan negara.”

Kosasih Djahiri dalam buku Ilmu Politik dan Kenegaraan: “Ilmu politik yang melihat kekuasaan sebagai inti dari politik melahirkan sejumlah teori mengenai cara memperoleh dan melaksanakan kekuasaan. Sebenarnya setiap individu tidak dapat lepas dari kekuasaan, sebab memengaruhi seseorang atau sekelompok orang dapat menampilkan laku seperti yang diinginkan oleh seorang atau pihak yang memengaruhi.”

Wirjono Projodikoro menyatakan bahwa “Sifat terpenting dari bidang politik adalah penggunaan kekuasaan oleh suatu golongan anggota masyarakat terhadap golongan lain. Dalam ilmu politik selalu ada kekuasaan atau kekuatan.” Idrus Affandi mendefinisikan: “Ilmu politik ialah ilmu yang mempelajari kumpulan manusia yang hidup teratur dan memiliki tujuan yang sama dalam ikatan negara.”

Masih banyak pengertian tentang politik dan atau ilmu politik yang disampaikan para ahli. Namun dari yang sudah terkutip kiranya dapat dipahami bahwa politik secara teoritis meliputi keseluruhan azas dan ciri khas dari negara tanpa membahas aktivitas dan tujuan yang akan dicapai negara. Sedangkan secara praktis, politik mempelajari negara sebagai suatu lembaga yang bergerak dengan fungsi-fungsi dan tujuan-tujuan tertentu (negara sebagai lembaga yang dinamis).

About these ads

43 Tanggapan

  1. Politik :
    1. Pol=penuh. Itik, ya itik temennya bebek.
    2. Pol, akronim dari Kumpul. Itik, akronim dari gelitik. Politik=Kumpul main gelitik2an.
    3. Poli, akronim dari Polisi. Tik, akronim dari Tikungan. Politik=Polisi Tikungan => Polisi yang ngumpet nunggu mangsa di tikungan.

    Salam..

    :) Salam, Akronimania …

  2. Konsep Machiavellian yang paling dekat dengan keyataan sekarang,
    betul ga om?

    salam kenal,

    Kapan? Di mana? :) Iya, ‘kali … hehehe … Salam kenal juga, Oom Petak!

  3. Di sini saya cuma ingin mempertanyakan kepada anda, apa pengertian politik itu sendiri yang sebenarnya, menurut anda sendiri?
    Dan bagaimana politik itu sendiri dapat terjadi di dalam dunia ini … coba anda jelaskan kepada saya?
    Dan apa sebab dan akibat dari politik tersebut sehingga ia dapat terjadi di dalam dunia ini …?
    Tolong dijawab ya … maaf kalau saya telah merepotkan anda. Terima kasih …

    Singkat saja ya, Bung … politik dalam pengertian ideal saya adalah suatu cara memperjuangkan kesejahteraan umum dalam kebersamaan hidup dengan masyarakat di tempat dan saat yang sama.
    Politik ‘terjadi’ sebagai ‘akibat’ dari hakikat manusia: makhluk individual sekaligus sosial. Dimensi itu menjadikan manusia sebagai insan politik. Di mana ada pergaulan antarmanusia, di situ ada politik. Silakan baca judul lain di blog ini: Berpolitik: Mengapa?
    Terima kasih.

  4. thanks udah bantuin w…….

  5. politik itu mencakup seluruh soal kenegaraan, baik dibidang pertahanan keamanan, perdagangan, ataw apupu itu…

    yang ditanyakan mengapa dalam kehidupan sehari-hari saja harus berpolitik????

    Norma yang baik, menjadikan definisi Harold D. Laswell dan A. Kaplan bahwa “Politik adalah masalah siapa, mendapat apa, kapan dan bagaimana” sebagai salah satu contoh, maka kita bisa mengerti mengapa politik itu sesungguhnya – disadari atau tidak – merupakan aktivitas sehari-hari kita. Cobalah mengaitkan pertanyaan Anda itu dengan definisi lain juga. Bisakah kita ‘libur’ berpolitik ketika dalam keseharian hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kita memperjuangkan kesejahteraan bersama? :)

  6. ruang lingkup politik tu hampir semua aspek di kehidupan kita??
    kira2 bisa jabarin ga lingkup politik tuh gmana?
    trus,,perkembangan politik sendiri d indonesia maupun di dunia tuh kyak gmna?

    Silakan baca judul lain setema di blog ini. Perkembangan politik di Indonesia maupun di dunia? Wah … bisakah satu blog menjabarkan semuanya? :)

  7. so,,,,
    thank’s yhaa,,,
    web nyaa sangat membantu,,,

    Sama-sama. :)

  8. saya kurang mangerti tentang politik

    Tidak apa-apa. Saya juga sering merasa kurang mengerti, kok. :)

  9. web anda sangat bermanfaat bagi banyak orang termasuk saya pribadi, dan saya rasa anda memiliki suatu pandangan yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang maupun tokoh politik biasanya yang salah satunya hanya bisa memanfaatkan keadaan politik untuk “personal advaantage” . apa tanggapan anda tentang komentar saya ini ?

    di sini saya bukan berfikir pesimis tentang keadaan politik dewasa ini, saya hanya sangat tertarik dengan pemikiran2 anda.

    Begitukah? Syukurlah bila isi situs ini bermanfaat bagi Anda juga. Yu, setiap orang itu unik. Bahkan dalam ‘cara pandang kebanyakan’ yang biasa tampil di permukaan pun tetap ada ciri khas masing-masing. Saya tak berpretensi maupun tendensi berpolitik praktis selain berusaha tak berhenti mendidik diri sendiri dan – kalau bisa – membantu banyak orang lain agar tak menjadi apolitis. :)
    Oh ya … bukankah sangat manusiawi pula, ketika bekerjasama demi kesejahteraan bersama (berpolitik) itu, setiap orang terlebih dulu menjadikan kepentingan diri dan golongannya sendiri sebagai motivasi dan atau tujuan utama? Selagi para politisi kita masih manusia, hal itu wajar saja. Itulah pentingnya akal sehat dan nurani bening menjadi pembimbing kita dalam berpolitik praktis. Sayang bila salah satu apalagi keduanya tak bersinergi dalam perpolitikan kita.
    Selamat berpolitik, Yu …
    :)

  10. menurut saya pengungkapan tentang politik dari pihak yang mengeluarkan pendapat yang ada di atas yang saya rasa paling tepat adalah milik deliar noer.com….
    ya sech kalau u se7 juga…,,,,,,,,,,,,??????????/

  11. salam kenal…. mas bisa bantu saya gak, ada gak tulisan tentang politik namun berkaitan dengan tokoh agama yang terlibat dalam dunia politik?makaci…

    Salam kenal juga. Sebaiknya Bung Ainun tanya Mbah Google langsung dengan tag nama tokohnya. Mungkin Cak Nur bisa jadi contoh pencarian (sekaligus teladan dalam kehidupan) Bung Ainun. :) Happy googling!

  12. bagai mana politik di indonesia apa masih ada yg korupsi dan bagai mana kabar presiden indonesia sby dan budiono

    Bagaimana ya … :)

  13. infonya sangat bermanfaat bagi siapa yang ingin tahu tentang politik– makasih

    Sama-sama. :)

  14. Tks, artikelnya cukup bermanfaat. Mohon tambahkan lagi definisi dari ilmuwan lain…terutama yg dr Indonesia…

  15. Bagaimana cara ikut di dalam berpolitik ? Apakah orang yang berpolitik itu memerlukan uang yang banyak ?

    Konkretnya, kalau mau jadi politisi, jadilah anggota partai politik. Apakah orang yang berpolitik memerlukan uang? Ya. Dalam konteks Indonesia – khususnya – pipis di toilet umum pun mbayar … :) Konon, “tidak ada makan siang yang gratis”. Banyak? Relatif. Sangat disayangkan, money politics kadang-kadang menyingkirkan orang-orang terbaik. Padahal, politik semestinya memuliakan semua, bukan diri sendiri dan golongannya. Selamat berpolitik! (kalau bisa, jangan pakai uang) :)

  16. poli= banyak
    tikus = hewan kotor yg menjadi hama bagi masyarakat dan membwa penyakit

    jadi politikus:
    banyak hewan kotor yg menjadi hama bagi masyarakat dan membwa penyakit

  17. thaks nah atas infonya.

  18. mkasih atas wacananya…..ini betul2 menarik.n membantu tgs sy…tp persamaan ilmu politik dan ilmu negara apa donk??n perbedaan menurut georg jellinek……..mnta bantuannya yaaa…….((smga sukses selalu n nulis wacana lbh menarik lagi))

    Terima kasih. Silakan baca juga ini dan artikel-artikel dengan tags sejenis untuk memahami persamaan dan perbedaannya. :)

  19. terimakasih atas infonya…
    ini sangat membantu tugas saya…
    mau tanya apakah yang dimaksud dengan politik praktis????

    Pendek kata, politik praktis ‘bukan’ politik teoritis. :) Anggota partai politik pastilah berpolitik praktis, dengan kegiatan utama meraih/ merebut dan mempertahankan kekuasaan. Dalam arti tersebut, dapat dimengerti mengapa PNS dan TNI (sekarang) dilarang berpolitik praktis. Akademisi ilmu politik (yang tidak menjadi anggota partai politik) bisa disebut ‘politikus’: pembelajar dan pebelajar politik sebagai ilmu (teori), bukan ‘politisi’ (pelaku politik praktis).

  20. jelaskan perbedaan politik sebagai ilmu dan politik praktis .. dan beri pula contohnya menurut anda sendiri ???

  21. thanks ya atas infonya….bermanfaat banget

  22. waduhhh saya beterimakasih atas informasi’y yag mampu melengkapi tugas makalah saya dlm matakulyh KOMUNIKASI POLITIK..tp saya msih belum paham betul tentang komunikasi politik itu sendiri,,apa bs dijelaskan apa itu komunikasi politik,,,

  23. saya hanya ingin tau, sebenarnya pengertian politik praktis itu apa ???

    Jika ‘praktis’ sekadar lawan kata ‘teoritis’, maka ‘politik praktis’ adalah praktik politik dalam keseharian para politisi. Yang lain, pada umumnya – entah karena pilihan pribadi maupun kebijakan institusi – tidak berpolitik praktis seperti politisi yang sengaja menggeluti politik sebagai karirnya: meraih dan mempertahankan kekuasaan. Pergeseran makna ‘politik praktis’ hanya sebagai perilaku yang serba praktis-pragmatis tampaknya sulit dihindari oleh politisi kita dewasa ini. :)

  24. thanks gan, akhir.a bisa nyelesein tugas dari guru..
    numpang sedott gan.

  25. politik dagang sapi it apa mksdx yah..,n ap kr2 sistem politik it sndiri tdk brtentangn dg kmjuan negara,krn mnrut z politk it busuk..

  26. Assalaamu’alaikum WR.WB

    Saya ingin bertanya :)
    Apa kaitan politik indonesia kaitan dengan kapitalisme dan jalan pemikiran Karl Mark tentang komunisme dan kaitannya antara komunisme dengan kapitalisme?
    Terimakasih

    Wassalam

  27. politik hemat sya adalah cara, metode untuk mencapai tujuan…
    politik berada di segala aspek khidupan bukan hanya rana pemerintahan atau kengaraan, hanya zaman skarg politik sring di slah artikan dan di sempitkan artinya……

  28. referensinya apa aja nih???

    :)

  29. Politik adalah startegi mencapai tujuan,… setuju ?…hee.
    yang saya tanyakan kenapa ada istilah politik itu kotor, sampai – sampai gara – gara berpolitik bisa merugikan orang banyak, contohnya korupsi..

    “Politik itu kotor” adalah simplifikasi yang menggeneralisasi para pelaku politik. Padahal, saya percaya, masih banyak politisi yang baik kendati sistem politik kita saat ini terlanjur menjadi kotak pandora yang terus menerus menarik mereka untuk mengikuti jejak koruptif sesama mereka.
    Sayangnya, “Tujuan menghalalkan segala cara” sudah jadi kebiasaan politisi kita pula. Idealnya, tujuan yang baik mengandaikan upaya pencapaiannya dengan cara-cara yang baik oleh orang-orang yang berkualitas baik-baik. Parpol berideologi pragmatisme, rekrutmen dan pendidikan politik acakadut bin amburadul, janji-janji kosong, pengerahan massa bayaran, pembohongan dan pembodohan masyarakat, antara lain adalah buah dari perilaku politik yang semakin menjauhkan kita dari upaya kolektif mencapai cita-cita kemerdekaan negara-bangsa kita.
    Pendek kata, politik itu sesungguhnya mulia, sedangkan politisi dan politisasi lebih sering tampak kotor justru karena tak memuliakannya.
    :)

  30. Jadi solusi terbaiknya seperti apa mas… tentunya secara politik juga….

    Solusi terbaik secara politis oleh warganegara yang (semestinya tak menjadi apolitis, namun) bukan politisi ya jangan pilih mereka yang sudah terbukti bahkan terindikasi tak beres mengemban amanat rakyat lagi. Sayangnya, belum berkembang kemauan/ keberanian/ kebiasaan masyarakat pemilih (konstituen) untuk mendesak partai politik pengusung politisi busuk dari daerah pemilihan mereka untuk diganti/ dipecat. Padahal, semestinya itu hak pemilih yang dikhianati wakil mereka.
    Demikian pula, partai yang dihuni para politisi busuk jangan dipercaya lagi, sebelum terang benderang membersihkan diri. Juga, jangan gampang dikibuli janji-janji yang too good to be true …
    Solusi lain tampaknya terlalu riskan bagi negara-bangsa ini. Demokrasi kita masih sangat muda.
    :)

  31. Bagaimana melihat fakta dengan meningkatnya angka golput pada pemilu dari tahun ke tahun…dan bagaimana hubungannya antara sistem Politik dengan politik itu sendiri ?

    Golput (memilih untuk tidak memilih alias tak menggunakan hak pilih) sesungguhnya adalah salah satu sikap/ pilihan politik secara sadar, yaitu ketika tak satu pun di antara calon wakil rakyat atau calon presiden atau calon kepala daerah dianggap layak untuk dipilih. Bertambahnya jumlah golput secara signifikan dari pemilu ke pemilu seharusnya menjadi peringatan keras terhadap para politisi bahwa mereka dan gagasan-gagasan mereka tak ‘laik jual’. Namun dari sisi hak dan kewajiban warganegara, sesungguhnya golput merugikan diri sendiri apabila sistem politik tak berubah dan prosesnya kemudian pun tak pernah mengakomodasi kepentingan golputers. :)
    Kalau mengikuti definisi Anda – politik adalah strategi untuk mencapai tujuan – jelaslah bahwa pencapaian tujuan bersama itu mengandaikan adanya sistem yang memungkinkan pencapaiannya secara bermartabat. Tak bisa dibayangkan kejadiannya jika setiap orang atau kelompok melaksanakan strategi masing-masing tanpa sistem (aturan main) yang disepakati bersama.
    Maka marilah berharap kita memiliki sistem politik yang dirancang baik dan adil bagi semua pelaku politik, yang tak berorientasi selain demi kesejahteraan umum, yang tak setiap kali diubah sekadar untuk memenuhi kebutuhan sesaat penguasa dan atau partainya! :)

  32. sistem politik Indonesia itu apa ?
    ada ngak jenis politik atau sistem politk yang ideal bagi negara yang tercinta ini ? dan bagaimana mewujudkanya bila melihat fakta -fakta yang ada dengan segala kelebihan dan kekurangan yang di miliki Indonesia…..

    Terlalu panjang bila diuraikan di sini. Silakan klik ini sebagai salah satu analisis singkat tentang sistem politik Indonesia. Siapa tahu, setelah memahaminya beserta artikel lain (silakan mencarinya sendiri dengan tag yang sama), Bung Ismail bisa mengusulkan pembaruan sistem politik yang ideal bagi negara-bangsa kita. Ada atau tidaknya tak bergantung pada pemikiran satu-dua orang. Apalagi kalau sekadar diwacanakan. Mereka yang bersemangat ‘reformasi setengah hati’ sejak 1998 lalu, tampaknya cenderung menganggap pembaruan sebagai perubahan bahkan penghapusan nilai-nilai dasariah dan alami bangsa kita. Sayang disayang … :)

  33. ia maksih mas… ats tambahan pengetahuannya…

  34. mas mau tanya, perbedaan teori politik dengan teori praktis itu apa ?
    Saya dapat tugas dari guru PKN saya, makasih atas bantuannya.

    Tolong dimaafkan, saya tak berpretensi bisa memahami pertanyaan ini. :)

  35. bagus sekali tulisan, terimakasih penulis yang telah menuangkan tulisan pengetian politik.
    semoga dibalas kebaikan dengan kebaikan yang berlimpat ganda.

  36. Siapa saja seseorang yang tahu pengertian dan arti definisi “komunikasi politik”? Terima kasih banyak

  37. boleh minta tolong ga saya mau tanya apa yang di maksud dengan politis yang ada di hakikat bangsa?

  38. bisa minta di jelasin perbedaan ilmu politik dengan ilmu yang lainnya ga,, misalnya ilpol dengan ilneg,HTN dan HAN..
    makasi sebelumnya..

    Setelah membaca artikel ini dan – sekadar saran – ini maupun yang lain di sini atau di manapun, silakan membandingkan ilmu-ilmu tersebut sendiri. :)

  39. bisa minta tolong apa ya perbedaan dan persamaan dari pendapat” diatas tentang pengertian politik???

  40. […] Pengertian Politik | Ruhcitra – Ruhcitra | Berbagi cerita … […]

  41. […] Pengertian Politik | Ruhcitra – Ruhcitra | Berbagi cerita … […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: