• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Desember 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 138,634 klik
  • Since 2009

    free counters
  • Ublemspam

In Memoriam

Pater Emmanuel Siswanto Poespowardojo, O.Carm.

Romo Sis, demikian dikenal, lahir sebagai putra kedua dari delapan bersaudara, pada tanggal 22 Desember 1929 di Malang. Pendidikan dasar dan menengah pertama dijalaninya pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Pada tahun 1950, Siswanto muda lulus SMA Katolik St.Albertus Malang, dan dua tahun kemudian mulai merintis upaya mewujudkan cita-citanya untuk menjadi imam dengan masuk Novisiat Karmel di Batu.

Masa pembinaan sebagai calon imam dijalaninya dengan lancar. Tahun 1953 ia mengucapkan kaul pertama, tahun 1956 mengucapkan kaul kekal dan pada tahun 1959 menerima Sakramen Imamat bersama kakak kandungnya, Romo J.C. Djanardono Poespowardojo, O.Carm. dan Mgr. F.X. Hadisumarto, O.Carm.

Setelah ditahbiskan, Romo Sis muda mendapat tugas untuk melanjutkan studi di bidang ilmu pasti sambil menjadi pengasuh asrama putra Dempo (1960-1963). Begitu tamat B-1, Romo Sis diangkat menjadi Kepala SMA Katolik Mater Dei Probolinggo (1963-1967). Kemudian, tahun 1967, Romo Sis dimutasi dan diangkat menjadi Kepala SMA Katolik St.Albertus Malang, sekaligus mengajarkan Ilmu Pasti, khususnya Analitika, selama 30 tahun. Pada masa itulah beliau juga merangkap tugas sebagai pemimpin Ordo Karmel (Provinsial) selama dua periode (1973-1979), Rektor Seminarium Marianum di Jalan Talang 3 Malang yang bersebelahan dengan SMA Katolik St.Albertus.

Mulai tahun 1979 beliau minta kepada Ordo Karmel untuk disiapkan penggantinya. Permintaannya itu baru terpenuhi pada tahun 1997. Namun, berhenti sebagai Kepala Sekolah bukan berarti pensiun. Beliau masih tetap bersedia menjadi Ketua Yayasan Sancta Maria yang mengelola dua SMA: SMA Katolik St.Paulus Jember dan SMA Katolik St.Albertus.

Setelah melaksanakan tugasnya sebagai Ketua Yayasan Sancta Maria selama empat tahun, beliau diminta untuk diangkat kembali menjadi Kepala SMA Katolik St.Albertus pada bulan Desember 2001 untuk jangka waktu satu tahun saja. Namun baru tiga bulan dijalaninya, pada tanggal 3 April 2002 beliau masuk rumah sakit hingga akhirnya wafat pada tanggal 13 April 2002 pada pk.04.40 pagi hari di RKZ Surabaya.

Tuhan punya rencana lain. Lewat proses itu, Tuhan mau menunjukkan kepada kita semua bahwa seluruh hidup Romo Sis dicurahkan sampai mati demi cintanya kepada SMA Katolik St.Albertus (Dempo).

Beliau adalah seorang pribadi yang tahu mengisi hidup ini dengan penuh makna, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Sambil mengemban tugas-tugasnya, beliau masih sempat menerjemahkan sekian banyak buku bermutu, yang kemudian diterbitkan. Semua orang melihat Romo Sis sebagai pribadi yang berdisiplin tinggi, setia dan sangat bertanggung jawab pada tugas. SMA Katolik St.Albertus hampir identik dengan Romo Sis, bukan sekadar karena lamanya beliau menjadi Kepala Sekolah, tetapi terlebih karena perhatian dan cinta yang begitu besar kepada para murid dan alumni serta para guru dan pegawai.

“Disiplin keras dan sanksi-sanksi berat yang dikenakan kepada kami tidak melukai atau menyakitkan hati, karena kami tahu dan mengalami betapa Romo Sis mencintai kami dan menginginkan yang terbaik bagi kami,” demikian kesaksian para alumni. Beliau dikenal sebagai Karmelit yang tidak banyak bicara tapi menghayati kharisma Karmel yang bersemuka dengan Allah dalam kesunyian dan keheningan. Pergaulan yang mesra inilah yang menjadi sumber cinta Romo Sis kepada orang lain. Karakternya yang tampaknya pendiam justru mengalirkan pancaran kasih-Nya yang begitu kuat dan mengubah bukan hanya orang Katolik, tapi juga siapa saja. Itulah sumber dari mengapa begitu banyak orang merasa kehilangan atas meninggalnya Romo Sis. (dari Folder kenangan yang dibagikan kepada para pelayat pada misa requiem Romo Sis).

“Kisah Romo Sis”

Menjelang berlangsungnya Reuni Akbar berkaitan dengan Perayaan Lustrum XIV (HUT 70 Tahun) SMA Katolik St.Albertus, saya menyusun sebuah rancangan buku berisi kisah-kisah pendek bermakna tentang  Almarhum Pater E. Siswanto Poespowardojo, O.Carm. (Romo Sis, Direktur/ Kepala SMA Katolik St.Albertus, 1967-1997).  Sayang, buku itu – karena suatu hal – tak jadi dicetak/ diterbitkan. Meskipun demikian, saya tetap ingin menyimpan kenangan tentang dan bersama Almarhum lebih lama. Barangkali keutamaan Romo Sis itu bisa diteladani oleh orang lain pula. Silakan klik judul-judul berikut … Oh ya, mohon maaf, masih ada judul yang menurut hemat saya belum perlu dibaca publik. Harap maklum. :)

  1. Pengantar
  2. Segala Sesuatu Ada Awalnya
  3. Romo Sis dan Instrukturnya
  4. Romo Sis dan Rahasia Siswa
  5. Romo Sis dan Rekayasa
  6. Romo Sis dan Siasat Dagang
  7. Romo Sis dan Kebersihan
  8. Romo Sis dan Telepon
  9. Romo Sis dan Secret Admirers
  10. Romo Sis dan Penerimaan Pegawai Baru
  11. Romo Sis yang Murah Hati
  12. Romo Sis dan Orang Sakit
  13. Romo Sis dan Utang
  14. Romo Sis, Atasan yang Bijaksana
  15. Romo Sis dan Penyelewengan
  16. Romo Sis dan Prinsip
  17. Romo Sis dan Seni
  18. Romo Sis dan Doa Orangtuanya
  19. Romo Sis dan Sangu Buat Pengawas
  20. Romo Sis dan Sepeda Pinjaman
  21. Romo Sis dan Rasa Percaya
  22. Romo Sis yang Entengan
  23. Romo Sis dan Guyon
  24. Romo Sis dan ‘Hobi’
  25. Romo Sis dan Sopan Santun
  26. Romo Sis dan Dansos
  27. Romo Sis dan Tabanas
  28. Romo Sis dan Alumni
  29. Romo Sis dan Perhatiannya
  30. Romo Sis dan Dana Reuni
  31. Romo Sis dan Arisan Dempo
  32. Romo Sis dan Lupa
  33. Romo Sis dan Bea Siswa
  34. Romo Sis dan Tragedi Buah Apel
  35. Romo Sis, Eksekutor yang Konsekuen
  36. Romo Sis dan Aksi Corat-Coret
  37. Romo Sis dan Rapat
  38. Romo Sis dan Penerimaan Murid Baru
  39. Romo Sis dan Sekolah Unggulan
  40. Romo Sis dan Anaknya
  41. Romo Sis dan Kegiatan Rohani Sekolah
  42. Romo Sis dan Romo Albert
  43. Romo Sis dan Rancangan Pembaruan Manajemen
  44. Romo Sis dan Peraturan Kepegawaian
  45. Romo Sis dan Rapat Yayasan
  46. Romo Sis dan Ekspansi
  47. Romo Sis ke Romo Michael
  48. Romo Sis dan Seputar ‘Turun Gunung’-nya
  49. Romo Sis dan Wibawa
  50. Romo Sis dan Nada Minor Alumni

Satu Tanggapan

  1. ada yg kurang.. Romo Sis dengan Kaktus2 nya..
    Romo Sis dengan kancing Jubah nya.. Romo Sis dengan Hukuman2 nya.. dsb.

    maaf, saya tidak sadar.. puisi itu, ada yg punya.. anda yg menulisnya.. : )

    Cukup ah … Masa’ kurang? Kalau ditambah lagi, saya khawatir akan menjadi ‘too good to be true’:)

Tinggalkan Balasan