
Pater Emmanuel Siswanto Poespowardojo, O.Carm.
Romo Sis, demikian dikenal, lahir sebagai putra kedua dari delapan bersaudara, pada tanggal 22 Desember 1929 di Malang. Pendidikan dasar dan menengah pertama dijalaninya pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Pada tahun 1950, Siswanto muda lulus SMA Katolik St.Albertus Malang, dan dua tahun kemudian mulai merintis upaya mewujudkan cita-citanya untuk menjadi imam dengan masuk Novisiat Karmel di Batu.
Masa pembinaan sebagai calon imam dijalaninya dengan lancar. Tahun 1953 ia mengucapkan kaul pertama, tahun 1956 mengucapkan kaul kekal dan pada tahun 1959 menerima Sakramen Imamat bersama kakak kandungnya, Romo J.C. Djanardono Poespowardojo, O.Carm. dan Mgr. F.X. Hadisumarto, O.Carm.
Setelah ditahbiskan, Romo Sis muda mendapat tugas untuk melanjutkan studi di bidang ilmu pasti sambil menjadi pengasuh asrama putra Dempo (1960-1963). Begitu tamat B-1, Romo Sis diangkat menjadi Kepala SMA Katolik Mater Dei Probolinggo (1963-1967). Kemudian, tahun 1967, Romo Sis dimutasi dan diangkat menjadi Kepala SMA Katolik St.Albertus Malang, sekaligus mengajarkan Ilmu Pasti, khususnya Analitika, selama 30 tahun. Pada masa itulah beliau juga merangkap tugas sebagai pemimpin Ordo Karmel (Provinsial) selama dua periode (1973-1979), Rektor Seminarium Marianum di Jalan Talang 3 Malang yang bersebelahan dengan SMA Katolik St.Albertus.
Mulai tahun 1979 beliau minta kepada Ordo Karmel untuk disiapkan penggantinya. Permintaannya itu baru terpenuhi pada tahun 1997. Namun, berhenti sebagai Kepala Sekolah bukan berarti pensiun. Beliau masih tetap bersedia menjadi Ketua Yayasan Sancta Maria yang mengelola dua SMA: SMA Katolik St.Paulus Jember dan SMA Katolik St.Albertus.
Setelah melaksanakan tugasnya sebagai Ketua Yayasan Sancta Maria selama empat tahun, beliau diminta untuk diangkat kembali menjadi Kepala SMA Katolik St.Albertus pada bulan Desember 2001 untuk jangka waktu satu tahun saja. Namun baru tiga bulan dijalaninya, pada tanggal 3 April 2002 beliau masuk rumah sakit hingga akhirnya wafat pada tanggal 13 April 2002 pada pk.04.40 pagi hari di RKZ Surabaya.
Tuhan punya rencana lain. Lewat proses itu, Tuhan mau menunjukkan kepada kita semua bahwa seluruh hidup Romo Sis dicurahkan sampai mati demi cintanya kepada SMA Katolik St.Albertus (Dempo).
Beliau adalah seorang pribadi yang tahu mengisi hidup ini dengan penuh makna, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Sambil mengemban tugas-tugasnya, beliau masih sempat menerjemahkan sekian banyak buku bermutu, yang kemudian diterbitkan. Semua orang melihat Romo Sis sebagai pribadi yang berdisiplin tinggi, setia dan sangat bertanggung jawab pada tugas. SMA Katolik St.Albertus hampir identik dengan Romo Sis, bukan sekadar karena lamanya beliau menjadi Kepala Sekolah, tetapi terlebih karena perhatian dan cinta yang begitu besar kepada para murid dan alumni serta para guru dan pegawai.
“Disiplin keras dan sanksi-sanksi berat yang dikenakan kepada kami tidak melukai atau menyakitkan hati, karena kami tahu dan mengalami betapa Romo Sis mencintai kami dan menginginkan yang terbaik bagi kami,” demikian kesaksian para alumni. Beliau dikenal sebagai Karmelit yang tidak banyak bicara tapi menghayati kharisma Karmel yang bersemuka dengan Allah dalam kesunyian dan keheningan. Pergaulan yang mesra inilah yang menjadi sumber cinta Romo Sis kepada orang lain. Karakternya yang tampaknya pendiam justru mengalirkan pancaran kasih-Nya yang begitu kuat dan mengubah bukan hanya orang Katolik, tapi juga siapa saja. Itulah sumber dari mengapa begitu banyak orang merasa kehilangan atas meninggalnya Romo Sis. (dari Folder kenangan yang dibagikan kepada para pelayat pada misa requiem Romo Sis).
“Kisah Romo Sis”
Menjelang berlangsungnya Reuni Akbar berkaitan dengan Perayaan Lustrum XIV (HUT 70 Tahun) SMA Katolik St.Albertus, saya menyusun sebuah rancangan buku berisi kisah-kisah pendek bermakna tentang Almarhum Pater E. Siswanto Poespowardojo, O.Carm. (Romo Sis, Direktur/ Kepala SMA Katolik St.Albertus, 1967-1997). Sayang, buku itu – karena suatu hal – tak jadi dicetak/ diterbitkan. Meskipun demikian, saya tetap ingin menyimpan kenangan tentang dan bersama Almarhum lebih lama. Barangkali keutamaan Romo Sis itu bisa diteladani oleh orang lain pula. Silakan klik judul-judul berikut … Oh ya, mohon maaf, masih ada judul yang menurut hemat saya belum perlu dibaca publik. Harap maklum.
- Pengantar
- Segala Sesuatu Ada Awalnya
- Romo Sis dan Instrukturnya
- Romo Sis dan Rahasia Siswa
- Romo Sis dan Rekayasa
- Romo Sis dan Siasat Dagang
- Romo Sis dan Kebersihan
- Romo Sis dan Telepon
- Romo Sis dan Secret Admirers
- Romo Sis dan Penerimaan Pegawai Baru
- Romo Sis yang Murah Hati
- Romo Sis dan Orang Sakit
- Romo Sis dan Utang
- Romo Sis, Atasan yang Bijaksana
- Romo Sis dan Penyelewengan
- Romo Sis dan Prinsip
- Romo Sis dan Seni
- Romo Sis dan Doa Orangtuanya
- Romo Sis dan Sangu Buat Pengawas
- Romo Sis dan Sepeda Pinjaman
- Romo Sis dan Rasa Percaya
- Romo Sis yang Entengan
- Romo Sis dan Guyon
- Romo Sis dan ‘Hobi’
- Romo Sis dan Sopan Santun
- Romo Sis dan Dansos
- Romo Sis dan Tabanas
- Romo Sis dan Alumni
- Romo Sis dan Perhatiannya
- Romo Sis dan Dana Reuni
- Romo Sis dan Arisan Dempo
- Romo Sis dan Lupa
- Romo Sis dan Bea Siswa
- Romo Sis dan Tragedi Buah Apel
- Romo Sis, Eksekutor yang Konsekuen
- Romo Sis dan Aksi Corat-Coret
- Romo Sis dan Rapat
- Romo Sis dan Penerimaan Murid Baru
- Romo Sis dan Sekolah Unggulan
- Romo Sis dan Anaknya
- Romo Sis dan Kegiatan Rohani Sekolah
- Romo Sis dan Romo Albert
- Romo Sis dan Rancangan Pembaruan Manajemen
- Romo Sis dan Peraturan Kepegawaian
- Romo Sis dan Rapat Yayasan
- Romo Sis dan Ekspansi
- Romo Sis ke Romo Michael
- Romo Sis dan Seputar ‘Turun Gunung’-nya
- Romo Sis dan Wibawa
- Romo Sis dan Nada Minor Alumni



ada yg kurang.. Romo Sis dengan Kaktus2 nya..
Romo Sis dengan kancing Jubah nya.. Romo Sis dengan Hukuman2 nya.. dsb.
maaf, saya tidak sadar.. puisi itu, ada yg punya.. anda yg menulisnya.. : )