Posted on 18 Juli 2009 by Ruhcitra
Pemungutan suara sudah 10 hari lewat. Penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei nyaris serupa: Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2009 tampaknya memang berlangsung hanya satu putaran dengan pasangan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai pemenang kontestasi capres-cawapres tahun ini. Para kandidat lain pun tampaknya sudah bersiap-siap tak disebut sebagai pemenang (kurang suara). Benarkah demikian? Sabar [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: bom, demokrasi, DPT, ideologi, IFES, KPU, parpol, pemilu, pencitraan, pilpres, politik, presiden, TPS | 1 Komentar »
Posted on 15 Mei 2009 by Ruhcitra
SBY Berbudi: PD
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya sangat yakin akan memenangi kontestasi pemilihan presiden untuk masa jabatan kedua. Hasil survei oleh lembaga-lembaga penelitian memang menempatkannya sebagai figur berelektabilitas tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lain. Amien Rais, misalnya, bahkan pernah mengibaratkan SBY akan menang kendati dipasangkan dengan sandal jepit sekalipun. Kepercayaan diri yang sedemikian tinggi itu terdongkrak pula [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: capres, cawapres, demokrasi, JK-Win, Mega-Pro, pemimpin, pilpres 2009, SBY Berbudi | 2 Komentar »
Posted on 14 April 2009 by Ruhcitra
Pemilihan umum legislatif sudah berlangsung. Hasil quick-count telah menunjukkan kedigdayaan swing-voters, the real single-silent majority dalam lapisan masyarakat kita. Merekalah yang biasanya mengeluh dalam diam ketika pemerintah tak berpihak kepada rakyat. Paling banter yang biasa mereka lakukan hanyalah saling kasak-kusuk di antara teman-teman dekat agar tak gampang dicap sebagai liyan. Sedangkan saudara dekat mereka, golputers [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: BLT, brengsek, demokrasi, DPT, golput, ideologi, koalisi, KPU, oposisi, parlemen, parlementer, partai politik, pemilu, pemimpin, presiden, presidensial, wakil rakyat | Leave a Comment »
Posted on 2 April 2009 by Ruhcitra
Para aktivis katolik awam sering terdengar geram akan ‘kelambanan’ hirarki tentang gerakan politik yang merupakan keniscayaan dalam negara demokratis. Tetapi mereka sering lupa bahwa sesungguhnya Gereja Katolik telah memiliki dasar-dasar politik praktis yang mereka perlukan untuk berperan serta aktif dalam kancah politik yang memperjuangkan kesejahteraan umum (Salus populi est suprema lex).
Dalam konteks keindonesiaan, politisi katolik [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Selecta | Ditandai: agama, cinta kasih, demokrasi, ekonomi, ensiklik, Gereja Katolik, internasional, keadilan, kebebasan, kebenaran, komunisme, konflik, liberalisme, Mater et Magistra, minoritas, Pacem in terris, politik, politisi katolik, revolusi, sosialisme | 1 Komentar »
Posted on 11 Maret 2009 by Ruhcitra
Setiap organisasi, formal maupun informal, membutuhkan kepemimpinan. Menurut George R. Terry, pada hakikatnya kepemimpinan adalah kemampuan memengaruhi dan menggerakkan orang-orang lain, sehingga mereka bertindak dan berperilaku sebagaimana diharapkan, terutama untuk tercapainya tujuan yang diinginkan organisasi. Koontz dan O’Donnel mengatakan: “Leadership is the art of inducing subordinates to accomplish their assignments with zeal and confidence”. Keith [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: demokrasi, demokratis, kepemimpinan, kewibawaan, laissez-faire, leadership, manajemen, manajer, otokratis, pemimpin, perilaku, power, wibawa | 2 Komentar »
Posted on 22 November 2008 by Ruhcitra
Manusia adalah makhluk individu, sosial dan insan politik. Sejak dalam kandungan, manusia telah dikaruniai Tuhan hak yang sangat mendasar yang disebut hak kodrati atau hak azasi manusia. Hak itu tidak dapat dikurangi atau diminta oleh orang lain, karena jika diberikan kepada orang lain, sifat kemanusiaan akan hilang. Hak hidup, hak bersuara, hak merdeka, misalnya, pada [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: politik, pendidikan, negara, demokrasi, hak azasi manusia, sikap, sistem politik, interest group, warganegara, apolitis | Leave a Comment »
Posted on 16 November 2008 by Ruhcitra
Dalam makalah yang disampaikannya pada pertemuan tahunan American Educational Research Association, Rodney H. Clarken (1997), Director of Field Experiences and Professor School of Education, Northern Michigan University, memberikan lima metafora bagi pendidik, yaitu sebagai: orangtua, petani, nabi, kerang mutiara dan tabib. Sementara itu, Bobbi DePorter et.al. (2000) menambahkan satu metafora: guru sebagai konduktor (dirigen) suatu [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: Confucius, demokrasi, disiplin, eksperensial, fasilitator, filsafat, formal, genetika, Glasersfeld, guru, Howard Gardner, ideal, instruksional, konduktor, kurikulum, metafora, operasional, orkestra, pendidikan, perenialis, quantum teacher, tengkulak, tradisional | Leave a Comment »