• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    November 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 130,047 klik
  • Since 2009

    free counters
  • Ublemspam

Belajar dari Kartini

Mengingat Kartini
Kartini adalah salah seorang perempuan Jawa yang beruntung karena dianugerahi pendidikan tatkala sebagian besar kaumnya hanya dianggap sebagai konco wingking kaum lelaki dan harus hanya narima ing pandum dalam kodrat keperempuanannya semasa hidup. Namun, kendati perjuangannya tak seheroik beberapa perempuan pahlawan nasional lainnya, nama R.A. Kartini lebih sering disebut dalam percakapan dan ingatan tentangnya [...]

Problematika Pilihan Teknologi Pendidikan

Sebagaimana teknologi sendiri, teknologi pendidikan telah berkembang secara menakjubkan dalam dua dasa warsa sejak adanya. Berlawanan dengan kepercayaan umum, teknologi tak selalu bermakna seperti yang dikehendaki para pendidik. Hasil teknologi bahkan membawa hal-hal baru tentang dirinya sendiri. Selain berdampak positif, teknologi seolah-olah juga mampu bermetamorfosa sedemikian rupa sehingga menjadi permasalahan moral tersendiri. Dengan lebih lapang [...]

Metafora Guru

Dalam makalah yang disampaikannya pada pertemuan tahunan American Educational Research Association, Rodney H. Clarken (1997), Director of Field Experiences and Professor School of Education, Northern Michigan University, memberikan lima metafora bagi pendidik, yaitu sebagai: orangtua, petani, nabi, kerang mutiara dan tabib. Sementara itu, Bobbi DePorter et.al. (2000) menambahkan satu metafora: guru sebagai konduktor (dirigen) suatu [...]

Pendidikan Nilai: Quo Vadis?

Slamet Iman Santoso ( 1998 ) dalam artikel “Quo Vadis Pendidikan di Indonesia” menyatakan bahwa penyelenggaraan sistem pendidikan banyak disetir oleh potical will. Sistem pendidikan di Indonesia mengacu pada kecenderungan politis. Maka, “ganti pejabat, ganti kebijakan” seolah-olah menggambarkan situasi keajekan dinamika kurikulum di Indonesia dalam arti negatif, yaitu suatu status quo, bahwa perubahan sekian kali [...]

Pendidikan: Membina Kualitas dan Kemandirian

Manusia adalah pelaksana dan tujuan pembangunan. Maka pendidikan berperanan penting dalam upaya menjawab tantangan masa depan. Perkembangan ilmu dan teknologi pun berperanan mengubah isi pendidikan agar sesuai dengan tuntutan zaman (fleksibel) dan tidak lekas usang. Unesco doc ED-80/conf.803/7 menyimpulkan: “We are in danger of sacrificing innovation, creative work, leisure, sport and, in general, training [...]

Seandainya Saya Seorang Guru

Seandainya sekarang saya seorang guru di sekolah dan boleh memilih, saya lebih suka mengajar di Play Group atau TK. Tapi karena sudah tak leluasa lagi memanggil anak-anak balita dan baseta “Adik-adik …”, jika mengajar di SD/ SMP/ SMA, saya ingin mengampu Pendidikan Seni atau Bahasa. Mengapa? Saya suka membantu orang lain bahagia, sejahtera. Lebih [...]

Anak Bangsa, Cerdaskah?

Posting A.M. Budiman berjudul “Anak Bangsa, Cerdaskah?” ke Superkoran Apakabar, 26 Mei 2008 terlalu sayang dilewatkan. Silakan membaca sendiri tulisan beliau di situs itu. Saya sedikit mengolah tanggapan saya kepada beliau di lingkup terbatas (yang menerima postingya di mail-box masing-masing) untuk Anda.