Posted on 24 Oktober 2009 by Ruhcitra
Mengingat Kartini
Kartini adalah salah seorang perempuan Jawa yang beruntung karena dianugerahi pendidikan tatkala sebagian besar kaumnya hanya dianggap sebagai konco wingking kaum lelaki dan harus hanya narima ing pandum dalam kodrat keperempuanannya semasa hidup. Namun, kendati perjuangannya tak seheroik beberapa perempuan pahlawan nasional lainnya, nama R.A. Kartini lebih sering disebut dalam percakapan dan ingatan tentangnya [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Selecta | Ditandai: bahasa, Belanda, budaya, cinta, feodal, feodalisme, gamelan, guru, Habis Gelap Terbitlah Terang, Jawa, Kartini, kerja, Max Havelaar, Melayu, moral, Multatuli, penghargaan, sastra, sekolah, seni rakyat, surat | Leave a Comment »
Posted on 16 November 2008 by Ruhcitra
Sebagaimana teknologi sendiri, teknologi pendidikan telah berkembang secara menakjubkan dalam dua dasa warsa sejak adanya. Berlawanan dengan kepercayaan umum, teknologi tak selalu bermakna seperti yang dikehendaki para pendidik. Hasil teknologi bahkan membawa hal-hal baru tentang dirinya sendiri. Selain berdampak positif, teknologi seolah-olah juga mampu bermetamorfosa sedemikian rupa sehingga menjadi permasalahan moral tersendiri. Dengan lebih lapang [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: guru, model, paradigma, pendidikan, pola dasar, problematika, revolusi, teknologi | 1 Komentar »
Posted on 16 November 2008 by Ruhcitra
Dalam makalah yang disampaikannya pada pertemuan tahunan American Educational Research Association, Rodney H. Clarken (1997), Director of Field Experiences and Professor School of Education, Northern Michigan University, memberikan lima metafora bagi pendidik, yaitu sebagai: orangtua, petani, nabi, kerang mutiara dan tabib. Sementara itu, Bobbi DePorter et.al. (2000) menambahkan satu metafora: guru sebagai konduktor (dirigen) suatu [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: Confucius, demokrasi, disiplin, eksperensial, fasilitator, filsafat, formal, genetika, Glasersfeld, guru, Howard Gardner, ideal, instruksional, konduktor, kurikulum, metafora, operasional, orkestra, pendidikan, perenialis, quantum teacher, tengkulak, tradisional | Leave a Comment »
Posted on 14 November 2008 by Ruhcitra
Slamet Iman Santoso ( 1998 ) dalam artikel “Quo Vadis Pendidikan di Indonesia” menyatakan bahwa penyelenggaraan sistem pendidikan banyak disetir oleh potical will. Sistem pendidikan di Indonesia mengacu pada kecenderungan politis. Maka, “ganti pejabat, ganti kebijakan” seolah-olah menggambarkan situasi keajekan dinamika kurikulum di Indonesia dalam arti negatif, yaitu suatu status quo, bahwa perubahan sekian kali [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: behavioristik, guru, hubungan guru dan murid, kognitif-konstruktivistik, kompetensi, kualitas, kurikulum, manusia unggul, nilai, pendidikan, pendidikan nilai, political will, seragam, stimulus-response | Leave a Comment »
Posted on 30 Oktober 2008 by Ruhcitra
Manusia adalah pelaksana dan tujuan pembangunan. Maka pendidikan berperanan penting dalam upaya menjawab tantangan masa depan. Perkembangan ilmu dan teknologi pun berperanan mengubah isi pendidikan agar sesuai dengan tuntutan zaman (fleksibel) dan tidak lekas usang. Unesco doc ED-80/conf.803/7 menyimpulkan: “We are in danger of sacrificing innovation, creative work, leisure, sport and, in general, training [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: bebas, disiplin, fisik, guru, humaniora, inisatif, inisiatif, kemantapan diri, kepribadian, Ki Hadjar Dewantara, long-life education, mandiri, manusia berkualitas, modern, modernisasi, moral, nirfisik, parallel school, pembangunan, pendidikan, pendidikan nasional, pendidikan sepanjang hayat, pengendalian diri, personalisasi, progresif, sosialisasi, teknologi, tujuan pendidikan | 1 Komentar »
Posted on 31 Juli 2008 by Ruhcitra
Seandainya sekarang saya seorang guru di sekolah dan boleh memilih, saya lebih suka mengajar di Play Group atau TK. Tapi karena sudah tak leluasa lagi memanggil anak-anak balita dan baseta “Adik-adik …”, jika mengajar di SD/ SMP/ SMA, saya ingin mengampu Pendidikan Seni atau Bahasa. Mengapa? Saya suka membantu orang lain bahagia, sejahtera. Lebih [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: George Berkeley, Giambatista Vico, guru, kurikulum, paket pembelajaran, Rene Descartes, ujian | Leave a Comment »
Posted on 30 Juli 2008 by Ruhcitra
Posting A.M. Budiman berjudul “Anak Bangsa, Cerdaskah?” ke Superkoran Apakabar, 26 Mei 2008 terlalu sayang dilewatkan. Silakan membaca sendiri tulisan beliau di situs itu. Saya sedikit mengolah tanggapan saya kepada beliau di lingkup terbatas (yang menerima postingya di mail-box masing-masing) untuk Anda.
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: anak bangsa, bahasa Inggris, beasiswa, guru, sekolah unggulan, tengkulak | Leave a Comment »