Posted on 1 November 2008 by Ruhcitra
Kegiatan pembangunan selalu melibatkan manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan. Manusia adalah subyek, bukan obyek pembangunan. Maka dinamika suatu bangsa sesungguhnya tampak dalam usaha-usaha pembangunannya (nation and character building). Sebagai fenomena budaya, pembangunan merupakan suatu proses humanisasi. Menurut Soerjanto Poespowardojo (1989:7-9), ada empat poros dalam pembangunan nasional sebagai fenomena budaya, yaitu: anthropos, oikos, tekne dan [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: budaya, ciri manusia Indonesia, kebudayaan, kriteria pengembangan dan alih teknologi, mentalitas tinggal landas, pembangunan nasional, tantangan masa depan, teknologi, teknologi tepat guna | Leave a Comment »
Posted on 25 Oktober 2008 by Ruhcitra
Pengembangan dan alih teknologi merupakan alternatif yang tidak bisa ditolak untuk menjawab tantangan masa depan kita sebagai bangsa dan negara berkembang. Namun, pengembangan dan terutama alih teknologi itu dapat menimbulkan masalah yang luas dampaknya, karena teknologi modern tidak bebas nilai seperti teknologi tradisional. Pengalaman menunjukkan bahwa teknologi tidak netral lagi. Teknologi telah sering digunakan sebagai [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: alih teknologi, budaya, dialektika, E.F. Schumacher, ekonomi, humanware, ideologi, ideoware, infoware, kebudayaan, local genius, nasionalisme modern, orgaware, Pancasila, politik, Soedjatmoko, Soerjanto Poespowardojo, sosial, technoware, teknologi | 1 Komentar »
Posted on 25 Oktober 2008 by Ruhcitra
Teknologi dan perkembangannya
Teknologi (applied science) menampakkan sifat kemenduaannya (ambiguity): bersifat positif dan negatif. Istilah ‘teknologi’ pertama kali diperkenalkan pada tahun 1706 oleh Philips dalam buku berjudul “Technology: A Description of the Arts, Especially the Mechanical.”
Secara tradisional, teknologi berkembang bersama dengan perkembangan kebudayaan. Manusia menggunakan teknologi tradisional sejak sejuta tahun yang silam, Waktu itu manusia mulai [...]
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: Barok, empirisme, Enlightment, fase teknik, filsuf, Galileo Galilei, industrialisasi, kebudayaan, mesin, modernisasi, rasionalisme, Renaissance, teknologi | Leave a Comment »
Posted on 21 Oktober 2008 by Ruhcitra
Hubungan antara metafisika, asumsi dan peluang dalam ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang menggeluti tata dan struktur realitas dalam arti seluas mungkin, yang menggunakan kategori-kategori: ada/ menjadi, aktualitas/ potensialitas, nyata/ tampak, perubahan, waktu, eksistensi/ noneksistensi, esensi, keniscayaan, yang-ada sebagai yang-ada, ketergantungan pada diri sendiri, hal mencukupi diri sendiri, hal-hal terakhir, dasar.
DIarsipkan di bawah: Citra Ilmu | Ditandai: aksiologi, antinomi, asumsi, bahasa, deduktif-rasionalis, determinasi, epistemologi, fallacea, filsafat, ilmu, induktif-empiris, intuisi, kaidah, kebenaran ilmiah, kebenaran intuitif, kebenaran spekulatif, kebudayaan, koherensi, korespondensi, kosmologi, logika, matematika, metafisika, moral, ontologi, postulat, premis, struktur ilmu, tanggung jawab ilmuwan, teori | 3 Komentar »
Posted on 31 Juli 2008 by Ruhcitra
Orang bilang, korupsi di Indonesia sudah membudaya. Mohammad Hatta, misalnya, pernah mengatakan bahwa korupsi sudah menjadi bagian dari kebudayaan kita. Mau korupsi, tidak malu. Malu korupsi, tidak mau. Upaya pemberantasan gencar dilakukan. Banyak koruptor sudah ditangkap, diadili, dipenjarakan. Mampukah berbagai contoh hasil upaya kreatif dan selektif itu memberikan efek jera? Tampaknya tidak. Sekurang-kurangnya, belum.
DIarsipkan di bawah: Citra Serbaneka | Ditandai: indeks persepsi korupsi, Inpres No.5 Tahun 2004, kebudayaan, korupsi, malu, tingkat kejujuran lembaga publik | Leave a Comment »