• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2008
    S S R K J S M
        Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Romo Sis dan Penyelewengan

“Ini tugasmu!”

Romo Sis sangat marah ketika mengetahui ada yang menyalahgunakan kepercayaannya dalam hal pembelian barang. Pengetahuan itu ditemukannya tanpa sengaja ketika beliau bertemu dengan seorang pemasok beberapa kebutuhan SMA Dempo. Sesungguhnya hal itu sudah lama dan umum terjadi.

Saya dipanggil dan ditanya apakah saya mengetahui hal itu. Saya menjawab tahu. “Saya kira Romo sudah tahu dan hal itu biasa saja di sini,” kata saya.

“Bagaimana bisa kamu bilang itu sudah biasa?”

“Lho, itu ‘kan bukan tugas saya? Kuitansi, bon, faktur, notanya asli dan sah, kok!” bantah saya.

Romo Sis serentak berdiri dan membongkar lemari di lorong masuk ke WC ruang kerjanya. Setelah menemukan yang dicarinya – sebuah bundel – beliau kembali dan memberikan bundel itu kepada saya.

“Pelajari itu. Kalau perlu, buat bagannya, tulis besar-besar di tempatmu. Itu tugasmu!”

Saya membaca bundel berisi beberapa dokumen Yayasan Sancta Maria itu. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah struktur organisasi dan pembagian kewenangan di sekolah. Salah satu tugas ketatausahaan di lingkungan Yayasan Sancta Maria adalah: mencegah terjadinya penyelewengan. Itu tidak mudah. Dan Romo Sis mengatakan: “Itu tugasmu!”

Dari pembicaraan kami selanjutnya, saya mendapat pengetahuan bahwa sesungguhnya Romo Sis hendak berbagi tugas dengan siapa pun yang bisa dipercayai dan diandalkannya. Beliau tidak ingin mengurusi semuanya sendiri saja. Maka saya maklum mengapa Pak Hendro Wiratno (Alm) menjadi Kepala Tata Usaha sedemikian lama. Kejujurannya lebih diperhitungkan ketimbang hal-hal lain yang bisa diserahkan pelaksanaannya kepada orang lain (baru kemudian: dengan pengawasan yang lebih baik).

Maka saya pun mengalihkan dokumen itu ke kertas yang lebih lebar dengan tulisan tangan yang saya usahakan sebaik mungkin, saya tempatkan di dalam pigura dan kemudian saya pasang di belakang tempat duduk saya. Sejak itu, saya makin teliti ketika menerima permintaan dan pelaporan pembelian barang. Jika saya anggap perlu, saya tak segan memeriksanya ke toko pemasok. Kadang-kadang Romo Sis sendiri yang melakukan konfirmasi itu apabila beliau mengenal pemasok.

Meskipun demikian, saya tidak pernah menegur secara langsung orang-orang yang – sengaja atau tidak – dapat dianggap telah melakukan penyelewengan. Setahu saya, Romo Sis juga tidak menegur mereka. Yang beliau perintahkan kepada saya adalah agar sejak saat itu saya melaksanakan seluruh tugas ketatausahaan secara konsekuen, tidak sekadar lurus sendiri dan membiarkan orang lain bengkok. Sungguh berat menjadikan tema APP 1987 sebagai semboyan: “Bekerja bersama Allah membangun dunia baru”. Bukan tantangan dari luar, melainkan godaan dari dalam diri sendirilah yang tak mudah diatasi. Maka, supaya tak terlalu berat, pelan-pelan saya juga berusaha menularkan semangat itu kepada teman-teman. Yang paling sulit adalah mengubah cara pandang tukang menjadi pegawai dengan sense of belonging yang lebih positif.

Kehilangan barang adalah contoh sense of belonging yang negatif. Barang milik sekolah mudah sekali dipindahkan ke rumah seseorang dengan alasan ‘pinjam agar dilupakan’, diangkut pulang diam-diam, dan berbagai cara lain. Keberadaan petugas satpam tampaknya dapat mengurangi kemungkinan kehilangan itu jika tidak bisa sama sekali menghapuskannya. Romo Sis sangat kecewa ketika mengetahui banyak barang laboratorium elektronika yang mahal harganya hilang. Padahal dana pengadaan laboratorium itu diminta Romo Sis dari para orangtua/ walimurid, alumni dan donator sehingga relatif sangat cepat perwujudannya sebagai satu ikon baru yang dibanggakan Romo Sis. Sayang sekali, umur laboratorium itu sangat singkat.

Dengan semangat yang terkandung dalam sertifikat ISO 9001:2000 yang sudah diperolehnya pada tahun 2005, semestinya SMA Dempo kini bisa lebih mudah melaksanakan segala hal yang perlu untuk menjadikan dirinya well-organized agar tetap menjadi sekolah yang disegani karena prestasinya. Sertifikat itu tak ada artinya, kosmetik, kebanggaan semu, apabila semangatnya padam oleh anggapan bahwa hal yang instrinsik justru dianggap intrik.

%d blogger menyukai ini: