• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2008
    S S R K J S M
        Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Romo Sis dan Rancangan Pembaruan Manajemen

Tuntaskan!

Saya sangat menyesal karena tidak membuat back-up data hard-disk komputer yang saya gunakan di kantor TU. Entah virus atau apa pun, telah merusakkan hard-disk itu ketika saya kembali dari sebuah ‘tugas’ yang cukup lama di Negeri Kanguru. Hard-copy pun tak saya miliki, karena setiap kali saya hanya mencetak satu untuk Romo Sis. Meskipun demikian saya masih mengingat beberapa detilnya sehingga saya pun diam-diam menyambut gembira perolehan sertifikat ISO 9001:2000 bagi SMA Dempo. Masih perlu dibuktikan bahwa sertifikat itu benar-benar meningkatkan kinerja sekolah sehingga perolehannya memang pantas.

Kendati tidak 100% percaya bahwa perolehan sertifikat itu akan dengan sendirinya bisa mengubah perilaku/ budaya organisasi Dempo, suatu awal pembaruan telah dirintis oleh Kepala Sekolah saat ini. Komitmen dan konsistensi seluruh warga sekolah tentang manajemen kebijakan mutu itu harus terus dikembangsuburkan untuk mencapai tujuan: sebagai salah satu pilar utama yang menunjang perwujudan visi-misi sekolah di masa depan.

Romo Sis menyadari bahwa ‘manajemen kekeluargaan’ yang diterapkannya selama 30 tahun memimpin SMA Katolik St.Albertus tidak akan mungkin bertahan di tengah perkembangan zaman. Maka beliau aktif bertanya dan mencari jawaban. Romo Sis mengajak saya dan seorang lain untuk ‘merekam’ sebuah kursus yang diikutinya. Ternyata, itu hanya akal Romo Sis agar sayalah yang kemudian harus belajar sementara beliau tak perlu hadir lagi. Hasil pembelajaran itu harus saya tindak lanjuti dengan membuat konsep yang memudahkan pengambilan keputusan.

Setelah beberapa pertemuan, belajar sendiri dan mengerjakan ini-itu hingga larut malam bahkan menjelang pagi, lahirlah sebuah konsep pembaruan manajemen yang akan segera dilaksanakan. Seperti biasa, Romo Sis menginginkan konsep yang matang, lengkap dengan alternatif pilihan. Setiap alternatif perlu disertai argumentasi pendukung. Untung/ rugi, baik/ buruk, keunggulan/ kelemahan setiap alternatif harus dijelaskan dengan contoh-contoh konkrit yang khas Dempo. Ada banyak hal yang harus dibenahi: pengurus dan administrasi yayasan, administrasi kepegawaian, merit-system, struktur organisasi dan kewenangan, peningkatan penghasilan melalui pola penggajian yang baku, kesejahteraan segenap warga sekolah, peran alumni dan stakeholders lainnya. Operational cost sekolah harus dihitung berdasarkan pengeluaran setiap kelas. Total dari sejumlah item akan menghasilkan sebuah ‘harga pokok penjualan’ setiap kelas. Angkanya menghasilkan uang SPP persiswa jika dibagi jumlah siswa di kelas itu. Yayasan tidak boleh mengandalkan sekolah sebagai sumber dana (selain gajinya – tak rutin setiap bulan, kadang-kadang dua atau tiga bulanan – yang dikirimkan kepada Procurator, Bendahara Ordo, tampaknya tidak ada setoran lain kepada yayasan). Meskipun demikian, sumbangan (alumni) Dempo bisa saja diarahkan Romo Sis untuk memenuhi sebagian kebutuhan serikatnya.

Ternyata ada satu hal yang terlupakan. Betapa pun baiknya suatu konsep atau sistem, tidak ada manfaatnya jika tidak dilaksanakan oleh orang(-orang) yang tepat. Kepada Romo Sis saya menegaskan bahwa saya pun tidak tergolong tepat. Dan saya bersyukur karena Romo Sis cukup mengenal saya sehingga tidak pernah mendesakkan keinginannya. Kajian bersama akhirnya memutuskan bahwa harus ada orang yang tepat, dan itu tidak ditemukan di dalam. Artinya, merekrut tenaga pembaru itu dari luar. Ketika saya mengulangi anjuran “Jangan percaya orang yang mendekat …”, beliau melanjutkan “Kejarlah orang yang tepat!” yang membuat saya sangat senang karena beliau mengingatnya.

Beberapa nama dari dalam dan luar sekolah saya usulkan. Romo Sis juga mencari sendiri dan mengundang satu dua orang dari antara mereka, tetapi tampaknya tak cukup memuaskan beliau. Seorang alumnus yang saya rekomendasikan dan kemudian ‘disekolahkan’-nya hingga ke jenjang S2 ternyata tidak berani menerima tantangan Romo Sis. Saya pun tak berhasil membujuknya.

Akhirnya Romo Sis berkeputusan menunda pelaksanaan pembaruan itu hingga waktu yang tidak beliau tentukan. Sebelum menyerahkan jabatannya kepada Romo Michael M. Hartomo, O.Carm., Romo Sis berpesan agar saya melanjutkan upaya itu bersama kepala sekolah yang baru.

Kemudian memang ada beberapa hal diperbarui Romo Michael. Di luar PGPNS yang dijadikan pedoman, sekadar satu contoh, Romo Michael telah berhasil menaikkan gaji pegawai. Kemudaannya pun menyegarkan sekolah. Dan sebagai Kepala Tata Usaha yang menggantikannya, saya mengintroduksikan semangat pembaruan yang sudah digagas Romo Sis sebelumnya. Namun, sikap terlalu berhati-hati dari Romo Michael melemahkan semangat saya. Dan selama kepemimpinannya, kontak dengan alumni nyaris tak pernah dilakukan.

%d blogger menyukai ini: