• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2008
    S S R K J S M
        Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Romo Sis ke Romo Michael

Sambutan Dua Kepala Sekolah

“Tolong siapkan serah terima jabatan Kepala Sekolah antara saya dengan Romo Michael,” kata Romo Sis.

“Wah, jadi pensiun juga akhirnya!” sahut saya.

“Romo Dibyo diundang ya,” perintah Romo Sis selanjutnya, tidak menghiraukan ledekan saya. Romo A.J. Soedibjo S., O.Carm. saat itu menjabat sebagai Provinsial Ordo Karmel, sekaligus – ex officio – Ketua Yayasan Sancta Maria.

Berita acara sudah selesai. Romo Sis memeriksanya sejenak, kemudian bertanya siapa saja yang bertanda tangan.

“Yang diganti dan penggantinya, Ketua Yayasan dan dua orang saksi.” Beliau kemudian menentukan siapa saja saksinya. Selain itu beliau juga meminta saya menggantikan Romo Michael sebagai Kepala Tata Usaha. Saya menyatakan keberatan saya karena menurut saya ada orang lain yang lebih tepat.

“Nanti, kita lihat tahun depan!” jawabnya.

Maka, dua jabatan diserahterimakan pada waktu yang sama. Tahun berikutnya, jabatan Kepala Tata Usaha pun saya serahkan kepada Fr. Herman Yosef S., O.Carm. tanpa upacara serah terima.

“Tolong buatkan juga sambutan saya!” perintah Romo Sis. Sejak lama saya memang berperan sebagai konseptor pidato Romo Sis untuk acara-acara formal. Syaratnya adalah tidak lebih dari dua halaman spasi rangkap dengan font berukuran 14. Saya pun harus memberikan tanda jeda, penekanan, bahkan gaya pengucapan. Kalimatnya juga harus pendek-pendek. “Kalau kepanjangan, saya bisa meniran!” kata beliau beralasan.

Lain halnya jika saya menuliskan sambutan Romo Sis untuk buku kenangan Dempo Fair, Pekan Seni Dempo, atau kegiatan kesiswaan lainnya. Semua serba terserah saya, dan Romo Sis tak pernah berkeberatan. Beberapa kali Romo bahkan meminta agar saya mengulang kembali kalimat-kalimat yang dianggapnya bagus diucapkan atau ditulis oleh Sang Direktur SMA Katolik St.Albertus.

Saya pun membuatkan sambutan untuk dibacakannya dalam acara serah terima jabatan. Romo Michael yang melihat itu minta agar saya sekaligus membuatkannya sambutan Kepala Sekolah pengganti. Jadilah saya seperti dalang, sehingga dua sambutan Kepala Sekolah itu bersinergi, saling sambung. Dan itulah yang terjadi dalam acara serah terima jabatan mereka. Setelah Romo Sis, ganti Romo Michael memberikan kata sambutan.

Ketika Romo Sis melihat teks sambutan Romo Michael di meja kerja saya, seolah-olah sudah tahu yang terjadi, beliau berkomentar: “Lain kali, suruh Romo Michael membuat sendiri sambutannya. Jangan malas selagi muda!” Saya tak perlu memberitahu Romo Michael tentang hal itu karena Romo Michael selanjutnya tak pernah perlu membuat teks pidato kecuali sambutannya untuk buku kenangan Dempo Fair maupun Buku Tahunan yang tetap merupakan tugas saya. Meskipun juga bukan seorang yang suka bicara, Romo Michael terbukti lebih luwes dalam bertutur.

%d blogger menyukai ini: