• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2008
    S S R K J S M
        Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,964,747 klik
  • Since 2009

    free counters

Kesan & Pesan Alumni

Kutipan dari buku “Sukses Alumni Dempo” (1996)

“Ketika saya mendapat tugas belajar di Sekolah Tinggi Teknik di Aachen Jerman (sesekolah dan sezaman dengan B.J. Habibie yang belajar Ilmu Konstruksi Ringan alias Pesawat Terbang), dalam formulir resmi saya harus mengisi: saya tamatan SMA mana, persis namanya dan tahunnya. Langsung saya diterima tanpa ujian masuk. Ternyata intel Jerman lewat Atase Kebudayaannya di Jakarta sudah punya daftar SMA Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia yang mereka nilai bermutu atau belum. SMA Dempo ternyata masuk daftar yang bermutu. Nah, maka dari itu semua dan segala ada hikmahnya. Seandainya saya dulu ikut ujian darurat SMA Magelang, mungkin belum tentu saya bisa masuk begitu saja ke perguruan tinggi mereka. Jadi, sekali lagi: Terima Kasih kepadamu SMA Dempo. Dan jagalah mutu serta kualitas kalian!” ( Romo Y.B. Mangunwijaya, Pr. – Dempoer 1951 ) Baca lebih lanjut

Iklan

Riwayat Hidup St.Albertus dari Sicilia

St.Albertus dilahirkan pada tahun 1250 di Kerajaan Sicilia, tepatnya di kota Trapani dari pasangan suami-istri bernama Benedictus de’Abbati dan Joana de Salzi setelah mereka berdua menikah selama 26 tahun tanpa anak. Selama itu mereka memohon kemurahan Tuhan, khususnya dengan bantuan Bunda Maria, agar mereka dikaruniai anak. Mereka bahkan berjanji akan mempersembahkannya kembali kepada Tuhan jika permohonan itu dikabulkan. Janji itu tak dapat mereka ingkari ketika Tuhan menganugerahkan kemurahan-Nya dengan kelahiran Albertus yang ‘hanya’ sempat tinggal bersama mereka selama lebih-kurang 14 tahun. Baca lebih lanjut

Makna Waktu

Kenyataan mengandung makna waktu. Manusia serba fana, berada dalam lingkup waktu, dan demikian pula segala yang ada. Segala sesuatu ada waktunya. Lebih kurang, beginilah waktu menjelma dalam seluruh aspek kenyataan: Baca lebih lanjut

Seandainya Saya Seorang Guru

Seandainya sekarang saya seorang guru di sekolah dan boleh memilih, saya lebih suka mengajar di Play Group atateacheru TK. Tapi karena sudah tak leluasa lagi memanggil anak-anak balita dan baseta “Adik-adik …”, jika mengajar di SD/ SMP/ SMA, saya ingin mengampu Pendidikan Seni atau Bahasa. Mengapa? Saya suka membantu orang lain bahagia, sejahtera. Lebih dari itu, pendidikan seharusnya memang sesuatu yang menyenangkan, mengasyikkan dan mencerdaskan. Saya sudah mengalami sulitnya menyenangkan, membuat murid asyik dan berpikir cerdas ketika mengajarkan Tata Negara, apalagi PPKn! Padahal, salah satu prasyarat negara demokratis adalah pendidikan kewarganegaraan (Civics Education). Kepada teman-teman muda saya yang sering mengritik “Pak, kita kok belajar teori melulu? Kapan praktiknya? Di sini kita bicara tentang hal-hal ideal, padahal kenyataan dalam masyarakat bangsa dan negara tak seperti itu!” saya sering terpaksa mengulangi sisi excuse akhir bait sebuah lagu nasional: “Itulah Indonesia …” Baca lebih lanjut

Mau atau Malu Korupsi?

156x117_crimeOrang bilang, korupsi di Indonesia sudah membudaya. Mohammad Hatta, misalnya, pernah mengatakan bahwa korupsi sudah menjadi bagian dari kebudayaan kita. Mau korupsi, tidak malu. Malu korupsi, tidak mau. Upaya pemberantasan gencar dilakukan. Banyak koruptor sudah ditangkap, diadili, dipenjarakan. Mampukah berbagai contoh hasil upaya kreatif dan selektif itu memberikan efek jera? Tampaknya tidak. Sekurang-kurangnya, belum. Baca lebih lanjut