• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    September 2008
    S S R K J S M
    « Agu   Okt »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Cinta Kasih dalam Hidup Perkawinan

mantenMengapa besi yang tak terawat mudah berselingkuh dengan oksigen sehingga menimbulkan karat, tetapi juga dapat tampak lebih indah karena terbalut emas dalam proses menyepuh? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan ilmu kimia. Tetapi mengapa seorang pria dan wanita dapat saling tertarik? ‘Proses kimia’ apa dan bagaimanakah yang dapat menjelaskannya? Pertanyaan ini sulit dijawab tanpa terlebih dulu mendalami ilmu cinta.

Dengan tepat seorang penyanyi melagukan syair bahwa cinta adalah suatu anugerah. Cinta itu dikejar hingga ke ujung dunia, dicari dan didaki ke puncak gunung Himalaya, diselami di kedalaman dan luasnya samudera. Cinta itu seperti kupu-kupu yang terbang tinggi, hinggap di mana saja yang dia ingini. Seorang yang sedang dihinggapi cinta dengan mudah akan percaya bahwa tahi kucing pun berasa coklat. Seorang yang mengejar cinta tak akan peduli kemilau emas maupun permata. Yang penting adalah cinta. Jika cinta itu dimiliki, jangankan di gubuk derita, tidur beralas koran, beratap langit dan makan sepiring berdua pun jauh lebih nikmat daripada tinggal di istana tanpa cinta. Mengapa? Karena seorang yang sedang putus cinta akan mudah merasa hidupnya tidak berharga, sengsara, nelangsa, bahkan kalau bisa, menuntut kembali ke rahim ibunda dan tak pernah terlahir lagi.

Kembali ke pertanyaan awal kita, mengapa cinta itu sedemikian berharga? Untuk memahaminya, setiap orang harus lebih dulu belajar menjadi promovendus-promovenda, mengikuti jejak dan arahan Sang Pakar yang senantiasa menyediakan diri sebagai Promotor Cinta untuk mewisuda kita semua menjadi doktor-doktor cinta.

Kisah dalam Kejadian Bab 1 dan 2 menunjukkan bahwa sejak semula, setiap manusia memiliki energi cinta dalam diri masing-masing. Manusia hidup dan mampu mengembangkan dirinya dalam cinta – dicintai dan mencintai – karena terlebih dulu menerima embusan cinta dari Allah Sang Pencipta. Dari tulang rusuk Adam diciptakan-Nya Hawa agar saling mengawani dan mengawini sehingga mereka berdua bukan lagi dua melainkan satu.

Dalam hal ini, sungguh tepat penggambaran sepasang suami-istri yang masing-masing menjadi belahan jiwa, sigaraning nyawa (garwa) bagi satu sama lain. Suatu perkawinan yang berfilosofi demikian tidak akan mengakomodasi anggapan bahwa istri adalah sekadar konco wingking bagi suaminya, atau sebaliknya jika kebetulan sang istri adalah pencari nafkah utama karena penghasilannya lebih tinggi daripada sang suami.

Bayangkan kalau yang seorang berjalan di belakang, maka yang di depan akan mudah bersicepat dengan ketidaksabaran, keangkuhan dan kecenderungan untuk meninggalkan yang lain jauh-jauh di belakang. Yang berlari di depan akan mudah terjerembab pada sosok idaman lain yang dipandang lebih sepadan dan sehaluan, sedangkan yang terengah-engah di belakang akan mudah menyerah, mandek atau bahkan terantuk pada sandungan. Biduk perkawinan yang demikian akan mudah kandas dalam pelayaran karena tidak cukup kuat menahan terjangan badai dan tidak cukup lincah menghindari kepungan batu karang.

Sementara itu, perkawinan yang berlandaskan cinta dan dipersembahkan kepada Allah menjanjikan kesediaan untuk tetap bersatu seumur hidup dalam suka maupun duka, untung maupun malang. Cinta yang sedemikian serupa proses kimiawi yang menghablurkan segenap nilai yang terkandung dalam diri pasangan suami-istri dan menghasilkan energi cinta yang nyata, berdaya dan berhasil guna.

Suami-istri yang berproses kimiawi seperti ini serupa perpaduan dan kerja sama antara uap dan udara yang sejuk untuk menghasikan air segar terdestilasi, yang memberual dari kebahagiaan bersama. Tak ada anggapan suami lebih daripada istri dan demikian pula sebaliknya. Pada wajah suami-istri yang telah bertahun-tahun berkomplementer dalam proses kimiawi cinta, tampak seolah-olah sang istri memang tercipta hanya untuk sang suami dan demikian pula sebaliknya.

Perkawinan yang berlandaskan cinta tidak memaksa satu belahan untuk serba sama dalam segala hal dengan belahan lainnya. Perbedaan antara dua pribadi yang saling melengkapi justru merupakan hakikat perkawinan yang berlandaskan cinta sejati. Dengan tetap membiarkan adanya celah yang terkendali di antara mereka, angin surga dapat leluasa menari-nari sehingga dayanya mengembuskan hawa segar dan dinamis untuk dinikmati bersama. Dalam pelayaran cinta tak dikenal dua nahkoda.

Demikian juga dalam hidup perkawinan yang memahami perbedaan pribadi suami dari istri sebagai satu team-work yang berkinerja maksimal untuk saling membahagiakan, pasutri takkan merasa lengkap tanpa kehadiran satu belahan bagi belahan lain dalam diri masing-masing bagai setangkup benih yang menggenggam satu lembaga untuk tumbuh bersama, bertunas, berbunga, berbuah lebat dan mengabdi pada kemanisan buah-buah perkawinan mereka.

Tak seorang pun dapat secara jitu menghasilkan resep pemeliharaan cinta kasih perkawinan bagi semua pasangan. Tetapi, seorang salesman Ahli Kue Cinta Kasih ingin memperkenalkan sebuah resep kue yang dibutuhkan semua pasutri segala bangsa di seluruh dunia. Resep pembuatan kue ini kiranya dapat disebut sebagai model pembinaan cinta kasih perkawinan yang selaras, serasi dan seimbang. Sang Ahli pun tidak kikir menyimpan resep itu untuk cuma bisa diintip setiap orang yang mau mencobanya. Ia bahkan mempersilakan setiap orang untuk melaksanakannya terus-menerus hingga berhasil menghidangkan kue terlezat dalam hidup perkawinan yang merupakan persembahan berharga di hadapan Allah dan sesama.

Bahan-bahan kue Cinta Kasih: satu kilogram harga diri, satu kilogram saling percaya, satu kilogram cinta kasih, ditambah mentega kemanusiaan, aroma kemesraan dan butiran sayang secukupnya. Mengapa harga diri, saling percaya dan cinta kasih sama ukurannya – yaitu masing-masing satu kilogram – adalah untuk menjaga keseimbangan bahan agar kue tidak menjadi bantat hanya karena kelebihan suatu bahan namun kekurangan bahan lainnya.

Bagaimana membuatnya? Pertama-tama, harga diri dan saling percaya diaduk sampai mengembang dan berwarna putih kekuning-kuningan serta beraroma wangi. Hasilnya lebih baik lagi jika adonan itu diaduk dengan mixer. Kemudian, sesudah dibersihkan dari noda-noda hitam yang biasa menghinggapinya, ragi cinta kasih ditaburkan ke dalam adonan sambil terus diaduk perlahan-lahan, hingga adonan itu menjadi satu dan semakin lembut. Agar kuenya makin menerbitkan selera, tambahkan aroma kemesraan sedikit demi sedikit sampai terasa cukup sambil terus diaduk. Jangan kebanyakan, karena aroma yang terlalu menyengat akan dapat menggosongkan kue sebelum benar-benar matang.

Berikutnya tuanglah adonan ke loyang antikarat, kemudian masukkan ke dalam oven kerinduan, panaskan dengan api kejujuran hingga matang. Setelah matang, dinginkan dengan angin kesabaran, kemudian bagian atasnya disemir dengan mentega kemanusiaan dan ditaburi butir-butir kesayangan secukupnya hingga tampak menarik dan manis untuk dihidangkan.

Percaya atau tidak, satu adonan cukup untuk semua orang!🙂

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: