• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Oktober 2008
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Konsep dalam Ilmu

Konsep ilmu dapat dibagi ke dalam tiga golongan, yakni: 1) klasifikasi; 2) perbandingan; 3) kuantitatif. Konsep klasifikasi adalah suatu konsep yang meletakkan obyek yang sedang ditelaah dalam suatu kelas tertentu, Klasifikasi adalah konsep yang paling dikenal. Tetapi konsep perbandingan (komparatif) lebih efektif dalam memberikan informasi. Konsep ini berperan sebagai perantara konsep klasifikasi dan konsep kuantitatif. Konsep klasifikasi hanyalah menempatkan suatu obyek tertentu dalam sebuah kelas, sedangkan konsep kuantitatif mengemukakan hubungan mengenai obyek tersebut dalam norma yang mencakup pengertian lebih atau kurang, dibandingkan dengan obyek lain.

Meskipun demikian, konsep klasifikasi tetap berguna, terutama pada bidang-bidang yang metode keilmuannya belum mengembangkan metode kuantitatif, misalnya antropologi. Suatu konsep perbandingan terikat oleh struktur hubungan logis, sedangkan dalam klasifikasi persyaratan logis apa pun dapat diterapkan asal tak ada kontradiksi.

Konsep perbandingan melibatkan struktur logis yang rumit. Sekali struktur itu ditetapkan, maka kita tidak bebas lagi untuk menolak atau mengubahnya. Dengan demikian konsep perbandingan tidak bersifat konvensional karena dua hal: diterapkan pada fakta-fakta alami dan harus sesuai dengan struktur hubungan logis.

Tiap konsep kuantitatif memiliki pasangan yang berhubungan dengan konsep komparatif, yakni konsep kuantitatif. Tetapi harus ditegaskan bahwa perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif bukanlah suatu perbedaan hakikat, melainkan perbedaan dalam sistem konsep bahasa keilmuan. Bahasa kualitatif dibatasi predikat, sedangkan bahasa kuantitatif mempergunakan simbol fungsi yang bernilai bilangan. Adalah penting untuk mengingat peranan penting konvensi (perjanjian) dalam pemakaian konsep kuantitatif. Tetapi peranan itu tak perlu dibesar-besarkan karena alam tak selalu dapat dikontrol.

Suatu metode kuantitatif yang paling sederhana ialah metode menghitung. Jika tidak dapat menghitung, kita tak mampu mengukur. Metode menghitung sangat sederhana karena menghitung tak lebih dari mempergunakan bilangan tidak negatif (bukan bilangan positif karena nol adalah juga hasil menghitung dalam pengertian yang luas).

Prosedur menghitung yang sama akan memberikan angka kardinal dari sebuah kelas terbatas yang berurutan. Akan terdapat isomorfisme antara jumlah yang dihitung dengan kejadian penghitungan satu persatu satu kali saja. Berdasarkan isomorfisme itu dapat diambil kesimpulan bahwa angka kardinal dari serangkaian kejadian adalah angka kardinal dari kelas tersebut.

Induksi dan Peluang Statistika

Dalam logika deduktif, kesimpulan yang diambil berdasarkan premis sebelumnya adalah pasti seperti premis tersebut. Tetapi tidak demikian dalam induksi. Kebenaran suatu kesimpulan induksi tidak pernah pasti. Ketidakpastian itu bukan karena kesimpulannya didasarkan pada premis yang tidak diketahui kebenarannya secara pasti. Premis yang dianggap benar dalam pengambilan kesimpulan deduktif yang sah pun mungkin saja salah. Logika induktif mengajarkan bahwa kesimpulan yang didasarkan pada premis tertentu memiliki peluang untuk benar.

Disadari bahwa pernyataan tentang suatu fakta dalam suatu pengamatan tak pernah mutlak pasti karena adanya kemungkinan salah dalam pengamatan. Hukum fisika yang dasarnya terbaik di antara ilmu-ilmu alam pun hanya bergantung pada sejumlah pengamatan yang terbatas. Masih selalu terdapat kemungkinan bahwa suatu hari akan ditemukan kejadian yang bersifat sebaliknya. Maka, istilah konfirmasi lebih baik digunakan daripada verifikasi, jika yang dimaksudkan dengan istilah verifikasi adalah ketetapan yang pasti dari suatu kebenaran.

Hukum deterministik adalah hukum yang menyebutkan bahwa dengan syarat-syarat tertntu, maka suatu kejadian akan berlaku. Hukum ini dapat dinyatakan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hukum deterministik mengekspresikan hubungan fungsional nilai-niali dari dua besaran atau lebih.

Hukum statistika hanya menyatakan distribusi kemungkinan dari nilai suatu besaran dalam kasus-kasus individual. Statistika hanya memberikan harga rata-rata (average) dari sebuah besaran dalam sebuah kelas yang beranggota banyak. Dalam pengertian statistik, peluang adalah frekuensi relatif dalam jangka panjang, bukan dalam pengertian logis atau induktif pada tingkat konfirmasi. Dengan demikian hukum statistika sebenarnya menunjukkan tidak adanya determinisme dalam hukum-hukum dasar dari alam.

Kadang-kadang tak ditemukan fakta tunggal, tetapi dimungkinkan untuk memperolehnya. Pengambilan sample dari populasi yang besar menjadikan langkah-langkah keilmuan jauh lebih efisien. Jika sample itu dipilih secara hati-hati, bukan tidak mungkin contoh itu dapat mewakili populasi untuk mendapatkan angka perkiraan yang baik. (Rudolf Carnap)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: