• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,106,235 klik
  • Since 2009

    free counters

Pancasila sebagai Dasar Negara

Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No.XX/MPRS/1966 jo. Ketetapan MPR No.V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia.

Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka.

Dengan syarat utama sebuah bangsa menurut Ernest Renan: kehendak untuk bersatu (le desir d’etre ensemble) dan memahami Pancasila dari sejarahnya dapat diketahui bahwa Pancasila merupakan sebuah kompromi dan konsensus nasional karena memuat nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia.

Maka Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism), tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal Ika”.

Mengenai hal itu pantaslah diingat pendapat Prof.Dr. Supomo: “Jika kita hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan corak masyarakat Indonesia, maka Negara kita harus berdasar atas aliran pikiran Negara (Staatside) integralistik … Negara tidak mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar dalam masyarakat, juga tidak mempersatukan diri dengan golongan yang paling kuat, melainkan mengatasi segala golongan dan segala perorangan, mempersatukan diri dengan segala lapisan rakyatnya …”

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. Mengenai hal itu, Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan: “Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan, dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab), agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin, memajukan kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial).”

Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral (utuh dan menyeluruh) sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya, dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia. Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu merupakan kewajiban negara, yakni dengan memandang manusia qua talis, manusia adalah manusia sesuai dengan principium identatis-nya.

Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan keseragaman sistematikanya melalui Instruksi Presiden No.12 Tahun 1968 itu tersusun secara hirarkis-piramidal. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia. Oleh karena itu, Pancasila pun harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara.

Sebagai alasan mengapa Pancasila harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh ialah karena setiap sila dalam Pancasila tidak dapat diantitesiskan satu sama lain. Secara tepat dalam Seminar Pancasila tahun 1959, Prof. Notonagoro melukiskan sifat hirarkis-piramidal Pancasila dengan menempatkan sila “Ketuhanan Yang Mahaesa” sebagai basis bentuk piramid Pancasila. Dengan demikian keempat sila yang lain haruslah dijiwai oleh sila “Ketuhanan Yang Mahaesa”. Secara tegas, Dr. Hamka mengatakan: “Tiap-tiap orang beragama atau percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, Pancasila bukanlah sesuatu yang perlu dibicarakan lagi, karena sila yang 4 dari Pancasila sebenarnya hanyalah akibat saja dari sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi:

  1. Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Persatuan Indonesia, yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Persatuan Indonesia, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang ber-Ketuhanan yang mahaesa, yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
About these ads

124 Tanggapan

  1. nice post.
    btw, Bang dimana kita bisa mendapatkan sumber penjelasan otentik mengenai Pancasila. Suatu penjelasan yang menerangkan Pancasila sebagai konsep yang holistik dan dalam perspektif yang kontinum?
    Soalnya begini Bang, banyaklah kita dengar dalam hidup berbangsa dan bernegara, orang bicara soal pancasila, namun ternyata menghasilkan pandangan dan penjelasan yang berbeda-beda. Nah, bagaimana mungkin menghasilkan konsensus bila tidak ada kesamaan dalam memahami Pancasila sebagai dasar negara.

    Terima kasih, Bung (Mas.SaDJa). Pancasila sebagai dasar negara secara yuridis-konstitusional semestinya sudah final bagi negara dan warga negara Indonesia. Namun, dalam keseharian pengamalannya, posisi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan sebagainya memang masih belum sekuat posisinya sebagai dasar negara. Ia adalah ideologi yang terbuka untuk diperkaya dan dengan demikian juga memperkaya bangsa kita. Penyeragaman pola penghayatan dan pengamalannya (seperti P4 di masa Orba) ternyata tak berhasil menjadikan kita bangsa yang lebih religius, adil, bersatu, demokratis, makmur merata sebagaimana terkandung dalam nilai-nilainya yang selain khas budaya Indonesia juga bersifat universal. Namun kenyataan itu tak menghentikan perjuangan kita, bukan? Saya pribadi merindukan “Bhinneka Tunggal Ika” semakin dihayati bangsa kita secara alamiah dan a contrario agar keikaan kita sungguh-sungguh bhinneka sebagaimana kita adanya. Kemajemukan kita telah diperkuat oleh konsensus: Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Ada banyak sekali buku tentang sumber otentik Pancasila dan penjelasan yang holistik tentang Pancasila sebagai dasar negara. Ke alamat e-mail Anda, saya sudah mengirimkan beberapa judul buku yang mungkin bisa memenuhi rasa ingin tahu Anda, jika Anda berkenan mencarinya di toko-toko buku (atau perpustakaan) dan membacanya. Jangan lupa, kepada siapa pun yang belum tahu dan atau masih ragu, tularkan pula pemahaman Anda bahwa Pancasila sebagai dasar negara sudah bersifat final!

  2. kok kesimpulannya membentuk sebuah lingkaran.
    kesannya ide-ide pancasila itu berputar.
    Sisi positifnya dengan demikian sila-sila tersebut memiliki kaitannya satu dengan yang lain.
    Di lain pihak, justru Pancasila memberi titik tuju yang linier untuk perkembangan manusia-manusia pancasila.

    Bung Okta … bentul (benar-benar betul!) :) Semoga kesimpulan Bung Okta melegakan diri sendiri dan mencerahkan orang lain juga.

  3. wah jadi ingat pelajaran PMP dan PPKN. Ini seperti materi Penataran P4 yach ….

    Mosok se? :) Untung Anda masih ingat pelajaran PMP atau PPKn. Sedangkan P4 … bukankah sudah lama terkubur? Jangan-jangan, Anda mantan manggala P4 atau pernah ikut penataran P4 tipe ratusan jam? Kalau begitu atau begini (guyon, lho!), salam hormat, Pak!

  4. menurut saya benar juga smua yang di atas

  5. buruk bgt kesimpulan kalian

    Penilaian ‘buruk’ ini unik dan menarik justru karena tanpa argumentasi yang lazim dalam dialog pemikiran. :)

  6. terima kasih telah menyediakan bahan-nahan pancasila sebagai dasar negara. kami berharap dengan adanya layanan ini dapt mempermudah kami untuk mencari tugas.!!!!

    Mencari tugas? :) Maafkan bila saya salah, tetapi ‘mencari tugas’ adalah usaha yang sangat positif dan progresif! Hehehe … Selamat berjuang dan semoga sukses! Oh ya, foto-foto pemandangan di situs Anda sangat bagus. Sayang tidak diberi keterangan. Kapan menayangkan foto-foto karya sendiri?

  7. thanks atas penjelasannya.semoga isi pancasila sebagai dasar negara bisa diamalkan oleh selruh masyaraat indonesia,,terutama para pejabat kita

    :) Semoga begitu, Pak Jaidun.

  8. mengapa sich pancasila jadi dasar negara Indonesia?

    :)

  9. makasi yaa buat penjelasan ttg pancasila’y . tugasku selesai deh , hehe :)

    Sama-sama. Tapi jangan senang dulu. Di masa mendatang, tugas Dhita akan semakin banyak! :)

  10. apa sich yang dimaksud “pancasila sebagai konstitutif rechtsidae dan regilative rechtsidae

    Pancasila adalah rechtsidee (cita-cita hukum) yang bersifat konstitutif dan regulatif karena – kendati tak eksplisit disebut dalam UUD 1945 (Konstitusi RI) – ‘menjiwai’ Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) beserta seluruh batang tubuhnya, dan dengan demikian juga dalam segala peraturan perundang-undangan di bawahya. Silakan membaca pidato Bung Karno (‘Kelahiran Pancasila’) untuk lebih memahami rechtsidee Pancasila. Selamat belajar! :)

  11. kenapa pancasila sumber-sumber hukum?

    :)

  12. Izin tanya!
    Pembukaan UUD 45 tdk bsa d.ubah khan.
    Tpi kalo batang tubuh UUD 45 it b0leh d.ubah atau gak? Mengapa?

    Ya. Ada konsensus bahwa Pembukaan UUD 1945 harus tetap dipertahankan. Mengubahnya bahkan dapat dipandang sebagai ‘upaya’ pembubaran Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sedangkan amandemen (perubahan: penggantian/ perbaikan/ pengurangan/ penambahan yang sudah ada) terhadap Batang Tubuh UUD 1945 dimungkinkan oleh Pasal 37 UUD tersebut. Tetapi, pada kenyataannya amandemen pertama justru dilakukan dengan Ketetapan MPR No.XIII/MPR/1998.
    Pertanyaan Anda selanjutnya: mengapa amandemen diperlukan? Singkat saja: untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tuntutan zaman ini. Semoga ini sudah cukup membantu Anda. Selamat belajar!

  13. Apakah Hukum di Indonesia yang sebelumnya bersumber Pancasila harus diubah menjadi Hukum Islam?

    Siapa yang merasa berhak mengharuskan perubahan itu? :)

  14. Apa akibatnya jika kita tidak memiliki dasar negara seperti Pancasila???

    Terima kasih…

    Wah. Membayangkannya saja saya tak ingin. Siapakah yang ingin? :)

  15. makasi…
    mnt ya bwt tgs

  16. Ideologi itu apa y?

    Silakan baca Pancasila Sebagai Ideologi di blog ini. :)

  17. ijin nge-print, buat makalah kampus

    wassalam..

    thanks ya sob

  18. Ass.wr.wb
    Permisi mas..
    Sisil sebelumnya mau ngucapin makasih banyak sama mas..
    SOalnya materi buat tugas kelompok nya ada disini..
    Jadi selain dapet ilmu, kami juga bisa mengembangkan materi itu sendiri…..
    Tapi ngomong2 soal Pancasila…
    Berarti segala tindak tanduk kita harus dijalankan sesuai dengan kaidah pancasila karena itu adalah pedoman kita..
    Nah terus kan yang bikin pancasila itu pemerintah…Berarti kalau konsensus Pancasila itu tidak mendarah daging di dlm nurani bangsa indonesia..
    berarti pancasila itu nggak bisa berfungsi dengan baik donk mas

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarokatuh. Terima kasih atas komentar Sisil. Syukurlah kalau Sisil cs. terbantu. Silakan membaca juga judul-judul lain dengan tag Pancasila di blog ini untuk mendapatkan jawaban pertanyaan Sisil. Selamat belajar. :)

  19. terima kasih atas penjelasannya, tapi saya ingin bertanya. upaya-upaya apa saja yang dapat melestarikan pancasila yaa pak?

    Sama-sama. :) Menurut hemat saya, penghayatan dan pengamalannya dalam keseharian hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah katakunci upaya kolektif melestarikan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan dan pendidikan nilai (yang tak sekadar indoktrinatif). Mulai dari diri sendiri yuuukkk … :)

  20. hm…. keaneka ragaman budaya….
    hm… bhineka tunggal ika…..
    hm.. apa pancasila itu berfungsi sebagai penyama pendapat dari segala jenis perbedaan di indonesia??

    :) Mungkin lebih baik bila dikatakan bahwa Pancasila berfungsi sebagai pengikat keanekaragaman dalam satu kesatuan yang saling memperkaya dan meneguhkan. Yang berbeda tak selalu harus dibikin sama, bukan?

  21. Terimakasih ya, isi dari web anda telah banyak membantu saya dalam mengerjakan tugas akhir semester… Saya doakan semoga anda meliki ide – ide kreatif dan berguna untuk mengisi situs web anda …

    Sama-sama. Senang bisa membantu. Semoga sukses! :)

  22. makasih ya artikelnya,artikel ini membantu saya u/ tambah2 materi tugas kuliah…

    Sama-sama. Selamat belajar. :)

  23. ouuuwww mkasih ea akhir nya dapat jg tugasnya

    Sama-sama. :)

  24. terimakasih yah… buat artikel artikelnya karena artikel ini bisa membantu saya untuk mengerjakan tugas saat ini

    Sama-sama. :)

  25. mkacih yoe…
    nebeng nyari tugas

    Sama-sama. ‘Nyari tugas’ adalah sikap yang sangat positif dalam belajar. :)

  26. knPa Ga ad yeA pengertian yang pendek” aj Yang mudaH AQ ngerti : (

    Bukankah Rha sudah pandai ‘menyingkat’? Selamat belajar, Rha :)

  27. cPet di BleZ yeA bentaR ge tugaS’naA mo di kumpul
    PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Ap Arti”naA

    Pancasila adalah Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, artinya: bangsa dan negara kita menjadikan nilai-nilai Pancasila itu sebagai azas, sumber segala sumber hukum sekaligus pandangan hidup dan cita-cita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    Sudah saya usahakan cPet di BleZ yeA … Semoga Rha lebih mudah mengerti dan bisa mengumpulkan hasil kerja yang lebih bagus daripada jawaban singkat ini.
    :)

  28. bg, gmn dengan istilah-istilah pancasila selain pancasila dasar negara? tolong dibales ya bg coz dosen kami kurang jelas neranginnya bg… please…

    Begitulah kesulitan umum dalam mempelajari Pancasila. Guru/ Dosen yang ‘berpengetahuan tak jelas’ takkan mampu membimbing dan mendampingi saudara-saudara mudanya untuk lebih memahami Pancasila. Silakan klik tag Pancasila di blog ini dan temukan artikel-artikel lain yang membahasnya. Semoga tak menjadikan Pancasila semakin tak jelas. Selamat belajar! :)

  29. Askum…bang ak nyalin y, tq

    Silakan. :)

  30. Kenapa banyak yang menganggap pancasila tidak lagi relevan?? What do u think??

    Nuke, karena saya (tergolong orang yang) menganggap nilai-nilai Pancasila itu (masih) relevan, saya justru hendak bertanya: “Mengapa ada yang menganggap Pancasila tidak relevan lagi?” So, what do U think? :)

  31. dasar negara sama ga siih am ideologi negaraa ???
    sblm’a mksih ats artikel’a .. ;)

    Silakan baca pula artikel Tinjauan tentang Pancasila dan Pancasila sebagai Ideologi di blog ini. :)

  32. referensinya mana

    Silakan mencari sendiri referensinya melalui dokumen maupun nama, tahun terbit dan halaman yang disebutkan dalam tulisan ini. Referensi artikel pendek ini sangat banyak (lih. jawaban kepada penanggap pertama tulisan ini). :)

  33. bung,,mo nanya dikit,,bagaimana perkembangan Pancasila pada masa ORDE LAMA,ORDE BARU,masa TRANSISI dan masa REFORMASI?mksih

    Wah. Pertanyaan Bung Abdee ‘dikit’, tapi menjawabnya memerlukan waktu yang bisa sangat panjang. :) Jawaban oleh satu orang pun mungkin takkan memuaskan. Jawabannya, sementara ini juga ‘dikit’ saja ya … Pancasila mengandung nilai-nilai yang universal sepanjang zaman dan khas Indonesia. Celakalah bangsa kita ini bila mengingkari jatidirinya, entah melalui pengabaian maupun monopoli kebenaran yang dikandung Pancasila!
    Sejak lahirnya hingga kini, Pancasila (masih) dasar negara kita kan? Penghayatan dan pengamalannya dalam keseharianlah yang tak berhenti berkembang … entah ke tujuan, entah (sempat) diselewengkan … :) Silakan membaca judul-judul lain tentang Pancasila di blog ini atau sumber-sumber lain untuk merekonstruksi sendiri perkembangannya!

  34. gan,,
    klo Pancasila sebagai kepribadian bangsa itu apah ??

    ‘n referensiiny drmna ??

    *thnks ..

    Silakan membaca artikel-artikel lain tentang Pancasila di blog ini atau sumber-sumber lain. Referensinya sangat banyak. Antara lain, silakan membaca buku-buku yang pengarangnya disebut beserta tahun terbitnya. :)

  35. “makasih deh buat semua tulisannya. tugasku jadi selesai, tapi tolong nih aku butuh rujukannya buat daftar pustaka”thanks

    Beberapa judul buku terpilih (dari sangat banyak) tentang Pancasila:

    1. Abdullah, Rozali (1984), Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa, Penerbit PT Rajawali, Jakarta.
    2. Any, Anjar (1982), Siapa Penggali Pancasila???, Cet.II, CV Mayasari, Solo.
    3. Darmaputera, Eka (1991), Pancasila, Identitas & Modernitas, Tinjauan Etis dan Budaya, BPK Gunung Mulia, Jakarta.
    4. Darmodiharjo, Darji (1984), Pancasila, Suatu Orientasi Singkat, Aries Lima, Jakarta.
    5. Darmodiharjo, Darji, dkk. (1978), Santiaji Pancasila, Lapasila IKIP Malang, Kurnia Esa, Jakarta.
    6. Darmodiharjo, Darji, dkk. (1984), Menjadi Warga Negara Pancasila, Cet.II, PN Balai Pustaka, Jakarta.
    7. Darmosoegondo, Soesanto (1983), Falsafah Pancasila, Penerbit Alumni, Bandung.
    8. Dipoyudo, Kirdi (1979), Pancasila, Arti dan Pelaksanaannya, Cet.I, Yayasan Proklamasi – CSIS, Jakarta.
    9. Gazalba, Sidi (1963), Ketuhanan Yang Maha Esa, Penerbit Agus Salim, Jakarta.
    10. Hardiman, Fransisco Budi (1990), Kritik Ideologi, Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan, Pustaka Filsafat, Penerbit Kanisius Jogjakarta.
    11. Hatta, Mohammad (1978), Pengertian Pancasila, PT Inti Idayu Press, Jakarta.
    12. Hatta, Mohammad, dkk. (1984), Uraian Pancasila, Cet.II. Penerbit Mutiara, Jakarta.
    13. Kansil, C.S.T. (1985), Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, PT Pradnya Paramita, Jakarta.
    14. Laboratorium Pancasila IKIP Malang 1979), Pengertian Pancasila atas dasar UUD 1945 dan Ketetapan-Ketetapan MPR, Usaha Nasional, Surabaya.
    15. Laboratorium Pancasila IKIP Malang (1986), Pokok-Pokok Pembahasan Pancasila, Dasar Filsafat Negara Republik Indonesia, YPB2PK, Malang.
    16. Notonagoro, Prof.Dr.Mr.Drs. (1983), Pancasila Dasar Falsafah Negara, PT Bina Aksara, Jakarta.
    17. Notonagoro, Prof.Dr.Mr.Drs. (1982), Beberapa Hal mengenai Falsafah Pancasila, Penerbit Rajawali, Jakarta.
    18. Sukarno (1984), Pancasila sebagai Dasar Negara, Inti Idayu Press – Yayasan Pendidikan Soekarno, Jakarta.
    Semoga bermanfaat!

  36. sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak buat mas yang punya blog ini, makasih buat semua semoga blog anda menjadi blog yang semakin bagus dan banyak dikunjungi anda.salam sukses

    Sama-sama. Salam sukses buat Anda juga! :)

  37. wah, mas hebat… bisa jawab semua, pengamat pancasila ya.. hehehe,,,

    Pengamat? Wah … ini ‘pelecehan’! :)

  38. makasih………….

  39. Tks atas tambahan pengetahuan yang bpk buat shg kita dapat mendiskusikan lg lebih mendalam dengan teman2 apa yg telah bapak suguhkan akan menambah wawasan si pembaca, sekali lg tks pak.

    Sama-sama. Berbuatlah baik dengan membagikan juga hasil diskusi bersama teman-teman Anda kepada semua yang memerlukannya. :)

  40. mkch ea

  41. klo indonesia pakek ideologi lain mnrut anda bgmn? (serius)

    Kalau mengubah ideologinya, minimal namanya pasti ‘Bukan Indonesia’ atau mungkin ‘Indonesia (yang) Lain’ … :)

  42. TRIMAKASIH INDONESIA?

    Sama-sama. :)

  43. apabiLa UU45 di Ubah,,, apakah PancasILa akan BeruBah Juga,,,??

    Bukankah UUD 1945 (Batang Tubuh) sudah (dan masih akan mungkin) diamandemen? Perubahan terhadap isi Batang Tubuh UUD 1945 diniscayakan perkembangan zaman. Konsensus kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia adalah: Pembukaan UUD 1945, yang ‘memuat’ Pancasila, tidak boleh diubah. Mengubahnya berarti ‘membubarkan’ NKRI. Tak satu ‘bangunan’ pun bisa berdiri tanpa dasar, bukan? Seandainya terjadi perubahan dasar NKRI pun, Pancasila tetaplah Pancasila (dhi. bukan dasar NKRI, lagi). Kendati sering diuji, nilai-nilai luhur dalam kesatuan sila-silanya adalah azas sekaligus cita-cita kita. Final. Siapakah yang berpikir bisa mengubah dasar negara kita tanpa memorakporandakan Indonesia? :)
    Singkatnya, jawaban dari pertanyaan Anda adalah: tidak. Semoga bermanfaat!

  44. wah makasih banyak ya. sesuai sama tugas aku…..
    MAKASIH MAKASIH ^^

  45. THX bgt BUAT INFO.A WKWKW :P :D

  46. makasih y… tp maaf maz,,ky_a da yg krng,,,klo bz tmbhin judul bru yaitu “PANCASILA SEBAGAI HUKUM NEGARA” atau yg laen yg mnyangkut tntang asal usul pancasila..

  47. btw, sy mo nanya pa sich hakikat pancasila bgi bangsa indonesia sebagai cita cita dan tujuan bangsa indonesia? ? ? harap kasi tau yach. . .

    Silakan membaca juga judul-judul lain tentang Pancasila di blog ini atau sumber lain. :)

  48. d mne kh kmk bse dpt pancasila / dta” tentang pancasila yg lengkap ye bg???

  49. Maukah menjadi follower di blog saya

  50. sebelumnya trims, ini akan ku copy untk jd makalah tugas pkn saya, pancasila… ILOVEIT….

  51. ehm…..
    makasih ya… untuk pengetahuannya
    tapi aku mo nanya tolong dong jelasin pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi

  52. mmmmmmaaaaaaaaaaaajjjjjjjjjjuuuuuuuuuuuuuuuuub terusss
    yyyyaaaa

  53. mksi ya,, atas pengetahuannya
    tpi knpa ideologi pancasila yg dijadikan dasar negara bagi bangsa Indonesia??

    Sama-sama. Barangkali, pidato Bung Karno ini dapat memberikan gambaran yang menjawab pertanyaan Nanda. :)

  54. pancasila sumber peraturan yang ada di indonesia. nak yang mau saya tanyakan kenapa peraturan2 yang dibuat berdasarkan idiologi pancasila sangat banyak sekali tumpang tindik dalam mengatur negara? tidak sesuai dengan apa yang di cita2citakan bangsa kita. sesuai dengan 1. ketuhanan yang maha esa 2. kemanusiaan yang adil dan beradap 3. persatuan indonesia 4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan 5. keadilan bagi seluruh rakyat indonesia

    Pertanyaan Bapak kiranya juga menggelisahkan banyak orang lain, tetapi tidak cukup banyak hingga mampu mengubah aneka kecenderungan negatif kita sendiri, antara lain:
    1) Kita sangat permisif dan pelupa, sehingga para pemimpin pun leluasa bersikap ‘esuk dele, sore tempe’. Sangat disayangkan, kepemimpinan nasional kita sejak reformasi justru sangat lemah. Padahal, negara-bangsa sebesar ini sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin berkarakter dalam perjuangan kolektif kita sebagai bangsa untuk menghadapi tantangan global.
    2) Kita memilih para wakil rakyat (legislatores, baik di tingkat pusat maupun daerah) bukan berdasarkan kualitas dan integritas mereka, melainkan lebih karena uang, harta, rupa, trah, golongan, gender, popularitas mereka, dll. Terbukti, kemampuan legislasi mereka sangat memrihatinkan di sebalik selebrasi mereka merayakan kenikmatan kekuasaan yang sering tampak menggelikan!
    3) Tumpang-tindihnya peraturan adalah cermin kesemrawutan sistem akibat pengabaian ruh dan jatidiri kita dalam Pancasila demi kepentingan sesaat, bagi diri, daerah dan atau kelompok sendiri (primordialisme). Maka, boleh jadi, peraturan dibuat bukan demi kesejahteraan rakyat, melainkan untuk melayani kepentingan pemesannya.
    Tentu saja saya tak berpretensi jawaban saya ini memuaskan Bapak. Masih banyak penyebab saling kait tentang tumpang-tindihnya peraturan di negeri kita. Namun marilah tetap optimis demi masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan negara kita!

  55. Maaf kak..z ingin bertanya Mengenai uji keperawanan untuk para siswi ketika hendak mendaftar ke sebuah sekolah….apakah ini tdk bertentangan dgn nilai-nilai pancasila,khususnya pada poin ke 5 pd pancasila yakni keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,dan UUD 1945 pasal 31 yg mengatur masalah hak mendapatkan pendidikan bagi seluruh warga negara….?

    Pompy bertanya sekaligus menjawab. :) Kalau Pompy termasuk yang tidak menyetujui usul semacam itu, kiranya tak perlu menggunakan dasar negara kita untuk menolaknya. Akal sehat dan nurani bening saja sudah cukup untuk melawan ‘diskriminasi kelamin’ lebih dari hakikatnya. Kendati setiap turunan nilai-nilai Pancasila ‘boleh’ mengatur pembatasan hak privat demi kepentingan bersama, akal sehat dan nurani bening menuntun kita bahwa keperawanan seseorang tak bersifat sosial sehingga perlu diatur dan atau dipertanyakan pihak/ institusi mana pun. :)

  56. ms..tlg bnt sya bt ngerjain tgs ya…
    tunjukan perbedaan antara pancasila sebagai pandangan hidup dan pancasila sebagai dasar negara RI ditinjau dari sejarah dan perannya?
    mksh bgt lo ms mw bnt ag…

    Silakan membaca juga judul-judul artikel lain tentang Pancasila di blog ini (juga di situs-situs lain) untuk merekonstruksi sendiri perbedaannya. Ayo, Wulan pasti bisa! :)

  57. melanjutkan pertanyaan pompy dan jawaban admin. Admin berkata, “bahwa keperawanan seseorang tak bersifat sosial sehingga perlu diatur dan atau dipertanyakan pihak institusi mana pun” lalu, apakah itu pelegalan praktek sex bebas oleh siapa saja termasuk yang masih di bawah umur (pelajar)? lalu di mana pengamalan “kemanusiaan yang adil dan beradab”? bagaimana menafsirkan kata beradab di situ?? kalo menjaga keprawanan adalah termasuk privasi dan terserah yang bersangkutan, lalu kenapa Syekh Puji ditahan dgn pasal perlindungan anak?? kecuali kalo istrinya yg masih kecil itu dianiaya dan dihinakan (bkn berarti aku mbela syekh puji lho).
    kalo buat nolak peraturan itu sebenernya gampang aja, kalo mau adil, kenapa yang co ga dites keperjakaannya? bisa ga ngetes keperjakaannya?? knp cuma pihak wanita aja yang kena “hukuman”?

    :) ‘Sambungan pertanyaan Pompy’ oleh Dedy membuat saya ikut tertawa bersama Bung Asar (komentator di bawah ini). Namun, kalimat Mas (?) Dedy berikutnya menghentikan tawa saya. Kalau penolakan ‘calon peraturan’ itu segampang pikiran logis Dedy tentang keadilan antara keperawanan-keperjakaan, terlebih-lebih memandang ‘kena’-nya perempuan sebagai ‘hukuman’, maka hal serupa tak pernah perlu diwacanakan, apalagi oleh pihak lelaki (saja). Saya sepakat dengan Dedy, itu tidak adil. :) Keadilan tanpa keberadaban pun adalah hal yang mustahil. Manusia yang (berusaha selalu) adil dan beradab tidak akan berpikir ‘tes keperawanan’ merupakan sarana untuk menjaga moralitas bangsa. Bayangkan beban psikologis yang diderita oleh gadis-gadis remaja kita bila tak diterima sekolah hanya karena ‘ketahuan’ tak perawan. Padahal, selaput dara (hymen) bisa ‘rusak’ oleh sebab yang bermacam-macam, bukan sekadar akibat persetubuhan suka sama suka saja. Siapakah yang merasa berhak mempermalukan perempuan atas ketidakperawanannya?
    Jadi, Dedy, perkataan saya kepada Pompy sekadar menanggapi hal keperawanan (yang konon diwacanakan untuk menjadi prasyarat masuk ke sekolah). Praktik seks bebas adalah soal lain. Menurut hukum kita, ‘seks bebas’ yang sah hanyalah dalam lembaga perkawinan. Di luar itu, tidak sah. Benarlah bahwa seks bebas – antara lain – menyebabkan kehilangan keperawanan. Namun, adalah berlebihan menghalangi hak remaja tak perawan untuk bersekolah, seolah-olah keperawanan fisik adalah label moralitas yang serba baik. Banyak orangtua dan orang-orang yang dituakan telah bertindak selayaknya ‘tengkulak’: tidak ikut memelihara namun menuntut hasil terbaik dengan harga murah! Dalam pandangan saya, ‘tes keperawanan’ adalah salah satu isu murahan khas ‘tengkulak’ untuk bisa dianggap baik secara mudah.
    Dan agar tidak melebar, saya tak hendak mengomentari kasus yang disebutkan Dedy. Percayakanlah penyelesaian kasus itu kepada proses hukum (berdasarkan UU Perlindungan Anak, UU Perkawinan, maupun KUHP). Lebih dari sekadar obrolan ringan ini, saya bangga Dedy berani mempertanyakan ketidakadilan dan berpihak pada nilai-nilai Pancasila kita!

  58. hahaha,…

  59. terimakasih , Bung ..
    tugas saya bisa selesei nh … plus daftar pustaka lagi . keren , Bang! maju terusssss …

  60. oiya .. minta izin copy paste ya… ya.. ya ..
    sip!
    makasih , Bang

  61. bagaimana kalau harus lebih jelassssssssssssssssss. gar smua mengerti…………..

  62. matur nuwun ^o^

  63. mas, saya ingin tanya. bisakah anda jelaskan mengenai komparasi antara pancasila sebagai dasar negara, sebagai pandangan hidup, jiwa bangsa dan karakter bangsa. Saya masih bingung mengenai keempat hal tersebut. makasih…

    Barangkali artikel Tinjauan tentang Pancasila bisa membantu Anda membandingkan aneka ‘sebutan fungsional’ tersebut. :)

  64. Mo tanya penjelasan tentang hirarki pancasila sbg dasar negara apa ya…???
    thank’s…

  65. mas sy mau nanya,jadi alur berfikir utuk menghubungkan antarapancasila sbg ideologi negara,dg pancsila sbg dasar negara dan pancasila sbg pandangan hidup negara.thankyu mas

  66. haii,, aku baru nhy q mau nanya mnurut qm pancasila i2 penting ngga tuk hidup qm. d balas ya,,,

  67. apa isi dasar sila bandung

    :) Kalau yang Nabila maksud adalah Dasa Sila Bandung, silakan mengunduh sendiri isinya (tersedia sangat banyak situs yang memuatnya), misalnya di sini.

  68. besok mid smester 2 bang.. Materinya susah.. Tapi lumayan lah stelah baca ini.. Bisa tambah tambah ilmu :)

  69. oooooooooohhhhhhhh yah

  70. mkasih dengan adanya hlam ni………………………………………………………………………………..

  71. wahhh ak bingung

  72. aku gak ngerti maksudnya

  73. maaf mau tanya,apa pendapatmu tentang pancasila sebagai dasar negara???

    Maaf, apakah Shalma sudah membaca artikel ini dan atau yang lain tentang Pancasila di blog ini atau belum? :)

  74. akhirnya ketemu juga tugas pancasila sebagai dasar negara

  75. Artikel ini sangat bagus, thanks ya udah share :) Artikel ini membahas penuh mengenai Pancasila sebagai dasar negara. Bagaimana pancasila sebagai paradigma pembangunan? buti-butir pancasila, pancasila sebagai ideologi negara? Bagaimana kita membedakan itu semua? Artikel ini akan lebih baik bila lengkap :)

    Silakan melengkapinya dengan membaca juga judul-judul lain tentang Pancasila di sini atau situs lain. :)

  76. bos!!!!
    mengapa sih sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat????

    Boss Bayu … sudah membacanya sebelum bertanya? :)

  77. bang ,,jadi inti nya arti nilai pancasila sebagai dasar negara itu apa bang?

  78. nice post bangzst

  79. said “YES” ,,cz tugas gua’ yg bner” MEMUSINGKAN uda slese deh.. so. gua kgak jdi di mrahii ama ce~ Guru Galak ~ gua’ :D maciii yah (…..) *kgak tauk nma’a* #kisshug mwah mwah… :* <3

  80. mau tanya dong .
    kasus-kasus apa aja sih yg pernah terjadi dalam pembentukan pancasila sebagai dasar negara?
    please post n reply ya. :)

  81. salam kenal.
    terima kasih atas materinya. sangat bermanfaat sebagai sumber pengayaan, saya copy-paste untuk blog saya.
    salam sukses bang.

    Salam kenal. Silakan. :)

  82. thanks ya atas materinya, sangat membantu ku dalam persiapan uts. :)

  83. bang, pancasila sbg dasar negara RI merupakan jaminan terciptanya kondisi yang mantap, guna terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan,, maksud nya apa?

    Alinea keempat pada Pembukaan UUD 1945 kiranya sudah sangat jelas menjawab pertanyaan itu. :)

  84. makasih atas artikelnya,,jadi ringanin tugas kampusku ne,,,,

  85. [...] perumusan pancasila sebagi dasar negara menjelang tahun 1945 Jepang mengalami kekalahan di Asia Timur Raya, banyak cara yang digunakan [...]

  86. izin baca sob,,lumayan buat nambah pengetahuan,

    thanks ya,

  87. apa alasan anda memilih judul pancasila sebagai dasar negara??

    :)

  88. Masih ada g’ sejarah pancasila yg lain?

    Silakan klik/ baca juga artikel lain tentang Pancasila di sini maupun di situs lain. :)

  89. terimaksih kau telah buat tugasku selesai dari dosenku

  90. izin share (co-pas) yaaa…. ^__^

  91. I really liked your article, because it has helped students, especially disadvantaged students in completing the tasks of citizenship

  92. alLamdulLilLaaaaah akhirx sya bsa ngrti athas pnjlasn d! athas mkceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………

  93. Bagus sekali dengan adanya blog ini… sehingga kita dapat bertukar pikiran satu sama lain,,, semoga pemerintah dan kita sebagai masyarakat dapat mengamalkan point2 dalam pancasila sehingga terciptalah tujuan pancasila yang sebenarnya…

  94. Terima kasih atas artikelnya.

    Sangat informatif dan bermanfaat.

  95. asalamualaikum…… salam sejahtera untuk semua !!! bung menurut saya pancasila atau yang lebih kita kenal sebagai falsafah negara itu belom… terlaksana ampe sekarang…. PANCASILA.. yang pertama ketuhanan yang maha esa, kedua kemanusiyaann yang beradab. yang ke tiga persatuan indonesia. ke empat. kerakyatan yang di pinpin oleh hikmat kebijaksanaan yang adil dan beradab. ke lima keadilah sosila bagi seluruh rakyat indonesia…..jikalau kita lihat dari bait ke bait bahwa nilai yg terkandung dari lima sila tersebut ibarat POHON yang berdiri menjulang tinggi yang mempunyai AKAR, BATANG, BUAH… secara filosifinya….. kita liahat sila ke 1_2 itu ibara akar yang kuat.sila ke 3_4 itu ibaratkan BATANG yang yang akan menghasilkan cabang.sila ke 5 itu ibaratkan BUAN hasil dari pohon. kalau kita lihat dari segi berdurinya suatu negara. suatu negara bisa berdiri sendiri harus mempunyai yang d maksud LEGISLATIF YUDIKATIF EKSEKUTIF ini tidak jauh halnya dengan istilah POHON….

    Asalamualaikum … Salam sejahtera untuk semua!
    Bung, menurut saya falsafah negara Pancasila belum terlaksana sampai sekarang. PANCASILA … yang pertama “Ketuhanan yang mahaesa”, kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, ketiga “Persatuan Indonesia”, keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan”, kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Nilai yang terkandung dalam lima sila tersebut ibarat POHON yang berdiri menjulang tinggi, ber-AKAR, BATANG, BUAH secara filosofis. Kita lihat sila pertama dan kedua itu ibarat akar yang kuat. Sila ketiga dan keempat itu ibarat BATANG yang akan menghasilkan cabang. Sila kelima itu ibarat BUAH, hasil dari pohon. Kalau kita lihat dari segi berdirinya suatu negara, suatu negara bisa berdiri sendiri harus (apabila?) mempunyai lembaga LEGISLATIF, YUDIKATIF, dan EKSEKUTIF. Ini tidak jauh halnya dengan istilah POHON.
    Bahkan setelah menyunting kalimat Bung Mukhlis agar sedikit lebih mudah dimengerti sekali baca, saya masih mengharapkan penjelasan analoginya tentang lembaga-lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif berbanding dengan akar, batang, buah “pohon Pancasila” berikut kaitannya dengan belum terlaksananya Pancasila sampai sekarang. :)
    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarokatuh. Salam sejahtera!

  96. assalamualaikum
    boleh tau gak jawaban dari pertanyaan ini :
    ” jelaskan apakah yg d’maksud dengan pancasila sebagai dasar negara ? ”
    d’tunggu jawaban’y ( terima kasih )

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarokatuh. Sudahkah Noni membaca sebelum bertanya? Terima kasih. :)

  97. wah gw tinggal copas deh buat tugas kliping pkn :)

  98. apa yg mempengaruhi perbedaan dasar negara?

  99. gw belum pahamni maksudnya

  100. aku mau tanya bolech nggal?????tapi dijwab nya skarang yha….
    1.jelaskan pentingnya ideologi bagi kehidupan masyarakat !!!
    2.jelaskan arti pancasila sebagai kepribadian bangsa indonesia mempunyai makna statis & dinamis !
    3.sebutkan dasar hukum bahwa pancasila ditetapkan sebagai dasar negara dan ideologi nagara!

    makazih (^_^)

    Saya menjawab sekarang. :) Tapi, bolehkah saya tidak menjawab langsung ketiga pertanyaan itu? Silakan membaca ini (berikut link di dalam artikel tersebut) terlebih dulu, dan temukan jawaban Tika sendiri! Sama-sama. :D

  101. saya mau tna ni kk.kenapa harus pancasila yang menjadi ideologi bngsa kta.

    mohon jelaskan y kk

    trima kasih.

    Silakan membaca ini dan ini (termasuk link Pidato Bung Karno “Lahirnya Pancasila” di dalam artikel terkait). Dengan pemahaman itu, kiranya pertanyaan Anda akan terjawab sendiri. :)

  102. koq muter muter yh teks ny ?!
    yang muter muter itu pemahaman tentang pancasilanya apa burung garudanya ?!! hehehe
    wahh…

  103. KENAPA PANCASILA TIDAK RELEVAN LAGI PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT/

    bisa dibantu menjelaskannya kakk?

    Silakan membaca tanggapan saya untuk nuke, on 4 Oktober 2009 yang menanyakan hal yang sama. Sangat baik jika ‘diskursus’ artikel ini maupun judul-judul lain tentang Pancasila di blog ini Anda baca pula. :)

  104. you’re actually a just right webmaster. The website loading pace is incredible. It sort of feels that you are doing any unique trick. Furthermore, The contents are masterpiece. you’ve performed a great activity in this subject!

  105. terimakasih om, saya terbantu dengan adanya penjelasan ini. :D

  106. sip artikelnya sempurna skali, pertanyaan saya sudah terjawab diartikel ini

  107. assalammualaikum
    mas saya mw bertanya….
    apa pancasila itu sudah efektif peranannya sbgai pandangan hidup bangsa indonesia???
    ditunggu penjelasannya :-D

    Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.
    Semoga Mas Billy sudi memaafkan saya karena hingga saat ini tak mampu menjelaskan efektivitas peranan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa kita.
    :) Setiap orang mungkin memiliki jawaban yang berbeda tentang hal yang Anda tanyakan. Saya ‘tak berani’ menjelaskan efektivitasnya tanpa terlebih dulu meneliti dengan parameter yang jelas. Tapi, tampaknya pertanyaan balik saya ini cukup menjelaskan kekhawatiran saya: “Bagaimana bisa efektif kalau kita cenderung semakin efisien?” :D

  108. apa arti dari pancasila sebagai dasar negar dengan singkat?

    Shahira sdhbcartiniataublm? KlsdhbcalprtmsjmstnyathartPsbgdsrngrscra/dgnsgkt. :D (Kecenderungan serba singkat orang kita sungguh sangat menakjubkan!)

  109. Terima kasih telah membantu saya membuat tugas. :)

  110. Penting amat ni infonya…. saya copast yaaa gan… Terima kasih gan

  111. thank you
    because it already includes this article to internet

    :D You’re welcome.
    :D

  112. Kenapa sila pertama itu ” Ketuhanan yg maha esa ??? ”

    :) Karena … itulah pilihan para pendiri negara-bangsa kita. Dan pilihan mereka tepat!

  113. k’,….. zahrah mau tanya…….di mana yea zahrah bisa ngedapetin keterangan tentang pancasila dan gambarnya se cara lengkap……mohon di jawab yea k’…….

    Kira-kira, tautan ini sudah cukup. Kalau kurang, berusahalah melengkapinya sendiri. Banyak sekali tulisan tentang Pancasila, di sini dan di mana-mana. :)

  114. sebutkan dan jelaskan macam-macam ideologi di dunia

    Kalau sudah selesai, tolong sebutkan dan jelaskan di sini juga ya, Dede:D

  115. Ada yang saya mau tanyakan tentang ideologi pancasila. Apa saja keunggulan ideologi pancasila dibandingkan dengan satu ideologi lain yang ada di dunia?
    Terima kasih :)

  116. aku pengen isi pancasila sebagai dasar ekonomi itu ada what,,why,how… tapi dikit aja,jangan banyak2

  117. Terimakasi atas potingannya. sangat membantu. :D

  118. mau nanya dikit ya, apa sih hubungan antara pembukaan UUD dengan batang tubuh pancasila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: