• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Kembang Sore

Akhir-akhir ini, dari seorang sahabat yang baik hati saya kerap menerima forward artikel yang ditulis para pinisepuh yang bersemangat sangat muda. Ketika membaca artikel-artikel itu saya sering tersenyum dan merasa iri akan semangat mereka yang masih terus berkarya di usia ‘pensiun’. Beruntunglah saya karena menemukan ‘tempat’ yang saya anggap terbaik bagi saya pribadi saat ini. Orang tua biasa bernostalgia tentang hal-hal indah di masa lampau dan memendam kecenderungan logis: memandang cemas kekinian masa. Namun mereka layak melakukannya karena sudah teruji pada zamannya. Kita yang masih tergolong muda justru perlu bersyukur karena bisa belajar dari pengalaman mereka.

Seandainya orang-orang yang lebih muda mau belajar dari disiplin dan pengalaman hidup orang-orang tua, mungkin ini tak perlu terjadi:

Agar sopir bus umum tidak melarikan diri jika terjadi kecelakaan, maka pintu bagian sopir harus ditiadakan. Dephub akan mengawasi karoseri baru: pintu bagian sopir harus dilas, alias tidak perlu ada.

Agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas di perempatan yang sudah ber-traffic-light pun, para pengemudi dan pengendara harus memboroskan BBM dengan berputar dua kilometer.

Agar tampak lebih jelas, maka lampu sepedamotor yang sedang dikendarai di jalan pada siang hari di negeri tropis harus dinyalakan.

Agar adil karena pembayar pajak jalan bukan hanya pemilik mobil, maka trotoar harus diperlebar sehingga sepedamotor bisa leluasa lewat di atasnya dan bersaing dengan pejalan kaki.

Agar memudahkan pelanggar peraturan lalu-lintas, bagi mereka polantas menyediakan slip merah, slip biru atau selipan.

Agar rupiah tidak terjun bebas, perlu diumumkan imbauan kepada masyarakat luas agar sudi menjual dollar. Sinten kemawon tha ingkang kagungan dollars punika?

Agar perbuatan baik selalu dikenang sepanjang zaman, maka harus diabadikan dengan mengundang wartawan yang sudah diberi wejangan untuk juga memberitakan kebaikan dan – kalau bisa – menyamarkan keburukan.

Agar gak dicap ndeso, perumahan setengah apalagi yang supermewah, mal dan toko serempak menggunakan nama-nama asing. Bahkan iklan lowongan kerja pun mencantumkan syarat harus fasih berbahasa Inggris, spoken and written (bener gak nulise?) kendati sampai kena phk, yang dilayani tetap … hanya orang-orang kita juga.

Agar tampak rapi, teratur dan gampang dikenali sebagai sesama, maka semua harus diseragamkan di tengah kesemrawutan zaman.

Agar semua tenteram, yang kecil harus mengalah karena yang besar harus menang.

Agar bisa tetap berolahraga saat hujan, pohon-pohon peneduh ditebang, diganti atap berangka baja.

Agar WC umum tidak kotor dan baunya tersebar ke luar, maka perlu dipugar lagi. Mumpung ada uang.

Agar dinding tidak gampang kotor karena telapak kaki bersepatu sering ditempelkan di situ, maka harus dilapisi keramik sehingga mudah dibersihkan.

Agar tak menjadikannya lelucon di antara mereka sendiri, syair lagu Himne Guru harus diubah kendati sebagian besar guru belum juga bisa melaksanakan tugasnya dengan wajah sumringah. Berkas sertifikasi sudah membuncah, tapi tunjangannya belum juga turun sekadar untuk bisa bikin sekejap bungah.

Agar perguruan dapat bersaing di era digital dan global, lanjutkan dan tingkatkan berbagai pungutan. Sudah zamannya high-cost education ‘kan? No free lunch, wong pipis saja mbayar, kok.

Agar … agar … ke depan kita lebih tampak makmur, pembangunan fisik harus dikedepankan sebagai monumen keberhasilan. Character and national building? Apa sih itu?

Ingat syair lagu jadul “Bimbi” … yang semula sederhana tapi manis itu kini berwajah menor dan sangar bagi sesama, apalagi yang tergolong liyan.

Tapi … barangkali salah orang tua juga ya kalau yang terjadi sekarang tak lagi mencerminkan harapan masa depan yang didambakan masa lalu? Hehehe … ini cuma kidding, kembang sore setelah matahari undur ke peraduan, mendatangkan kegelapan … dan esok akan kembali menerbitkan sinar … yang sering pula dihindari karena terik dan panasnya ternyata juga membakar hati yang sebetulnya ingin tetap sejuk dan tenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: