• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    November 2008
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Serah Terima Pengurus

Berita Acara Serah Terima

Pengurus IKESA Dempo Malang

Pada hari ini, Jumat, tanggal 21 November 2008, di Malang, dilaksanakan Serah Terima Kepengurusan IKESA Dempo Malang dari:

Nama: Dr. Tirtahamidjaja Rahardja, Sp.B.

Angkatan: 1970

Jabatan: Ketua Umum IKESA Dempo Malang

atas nama pribadi dan seluruh Pengurus Perintis IKESA Dempo Malang Tahun 2002-2008, kepada:

Nama: Ir. Iwan Jayadi, MBA

Angkatan: 1983

Jabatan: Ketua Umum IKESA Dempo Malang Periode 2008-2011

atas nama pribadi dan mewakili seluruh Pengurus IKESA Dempo Malang terpilih untuk masa bakti Periode 2008-2011,

sehingga terhitung mulai Berita Acara Serah Terima Pengurus IKESA Dempo Malang ini ditandatangani oleh kedua pihak, maka:

  1. Pengurus IKESA Dempo Malang Periode 2008-2011 adalah pengurus organisasi alumni SMA Katolik St.Albertus se-Malang Raya, sebagai upaya kolektif alumni untuk menindaklanjuti isi Deklarasi IKESA Dempo tertanggal 19 Agustus 2006;
  2. Segala kewajiban dan hak kepengurusan IKESA Dempo Malang dilaksanakan oleh Pengurus IKESA Dempo Malang Periode 2008-2011 dengan memerhatikan segala hal yang diperlukan untuk pembentukan Anggaran Dasar IKESA Dempo berikut Anggaran Rumah Tangga IKESA Dempo Malang dan harapan-harapan yang belum terwujud selama kepengurusan perintis 2002-2008.

Demikian Berita Acara Serah Terima ini untuk dilaksanakan sesuai dengan semangat persahabatan di lingkungan IKESA Dempo.

IKESA Dempo Malang

Ir. Iwan Jayadi, M.B.A.    Dr. Tirtahamidjaja Rahardja, Sp.B.

Progress Report Pengurus Perintis Revitalisasi IKESA Dempo Malang

Pengantar

Ikatan Keluarga Eks SMA Katolik St.Albertus (IKESA) didirikan oleh alumni pada tahun 1972 dengan statuta yang sangat sederhana. Pater E. Siswanto, O.Carm. (Dempoer 1951) adalah penggagas utamanya. Pada dua dekade awalnya, IKESA banyak berbuat bagi Alma Mater, terutama untuk adik-adik kelas yang akan melanjutkan studi ke kota-kota tempat para aktivis IKESA tinggal.

Gagasan merevitalisasi IKESA sesungguhnya sudah muncul ketika kita sama-sama merasakan kehilangan tokoh pemersatu dan patron kita: Pater E. Siswanto, O.Carm. pada tanggal 13 April 2002. Kumpulan alumni di berbagai kota juga mendorong teman-teman yang berada di Malang untuk menindaklanjuti gagasan itu. Maka, dalam berbagai acara dan pertemuan, gagasan itu terus dimatangkan.

Dalam pertemuan di Malang, pada hari Rabu, tanggal 9 Oktober 2002, sebanyak 23 alumni dari berbagai angkatan bersepakat merevitalisasi IKESA dengan paradigma baru. IKESA lama dianggap kurang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan yang muncul sesaat pada waktu itu. Dengan nama baru berakronim sama (dengan menghapus “Eks”), IKeSA baru diharapkan dapat menampung semua yang berkehendak baik untuk mewujudkan cinta kepada Alma Mater.

Keberadaan organisasi alumni yang solid dan efektif dipandang besar manfaatnya untuk membantu SMA Katolik St.Albertus dalam menghadapi tantangan masa depan. Sebagai salah satu stakeholders, alumni yang terorganisasi adalah sarana vital untuk memberdayakan segenap potensi yang dimiliki Keluarga Besar SMA Katolik St.Albertus. Organisasi alumni juga menghindarkan kebingungan berbagai pihak, terutama anggota Keluarga Besar SMA Katolik St.Albertus dalam berinteraksi dan berinterelasi. Pengalaman menunjukkan bahwa persatuan yang erat di antara alumni dipandang lebih berdayaguna ketimbang kemunculan alumni atas nama pribadi-pribadi dengan berbagai kepentingan yang mungkin saling bersinggungan. Sinergi IKeSA bersama Alma Mater adalah misi utama IKeSA demi kejayaan SMA Katolik St.Albertus sepanjang masa.

Maka terbentuklah organisme baru bernama “Ikatan Keluarga SMA Katolik St.Albertus” (disingkat: IKeSA) dan kepengurusan perintis dengan susunan sebagai berikut:

Pelindung: Kepala SMA Katolik St.Albertus
Ketua Umum: Dr. Tirtahamidjaja Rahardja, Sp.B. (Dempoer 1970)
Ketua I: Lindawati (Dempoer 1977), Ketua II: Heribertus Heru (Dempoer 1988)
Sekretaris Umum: M.St. Hertoto (Dempoer 1982), Sekretaris I: Indrawati (Dempoer 1977), Sekretaris II: Abraham Hamzah Subekti (Dempoer 1985)
Bendahara Umum: Susana Siulanawati (Dempoer 1980), Bendahara I: P. Singgih Hendra Wijaya (Dempoer 1980), Bendahara II: Fabiana (Dempoer 1980)
Bidang Organisasi dan Pengembangan: Dr. Himawan Loekito, M.M. (Dempoer 1961), Witjaksana Tjahjana (Dempoer 1981), Hariadi (Dempoer 1967); Bidang Dana: Lanny Tjahjadi (Dempoer 1979), Martinus Lawujan (Dempoer 1980), Agustin Djunaedi (Dempoer 1981); Bidang Sosial: Ida Wirawan (Dempoer 1981), Ratna (Dempoer 1979), Inneke (Dempoer 1979), Paul I. Zacharia (Dempoer 1972), Dr. Ismahun, Sp.B.J. (Dempoer 1968); Bidang Publikasi: Willy Aprillianto (Dempoer 1969), Antonius B. Harimurti (Dempoer 1980), Hari Sutrisno (Dempoer 1989)

Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan IKeSA

A. Rapat-rapat:

Berbagai rapat diselenggarakan pengurus perintis antara lain untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan organisme dan kegiatannya. Rapat diselenggarakan di berbagai tempat dalam suasana kekeluargaan dan semangat persahabatan.

B. Aneka kegiatan:

  1. Berperanserta aktif dalam Peringatan 40 Hari Wafat Pater E. Siswanto, O.Carm.
  2. Misa Arwah Peringatan 100 Hari Wafat Pater E. Siswanto, O.Carm. dirangkai dengan Jalan Sehat dan Ziarah ke makam beliau di TPK Sukun.
  3. Memelopori penerbitan buku kenangan tentang Pater E. Siswanto, O.Carm. dengan judul “Romo Sis: Kamu Ini!”.
  4. Menyelenggarakan Arisan Dempo II yang sudah dirintis Pater E.Siswanto, O.Carm. guna menggali dana bagi pendidikan Karmelit muda.
  5. Menyelenggarakan “Dempo Piano Competition” sebanyak tiga kali dengan tujuan menumbuhkembangkan bakat dan minat musik di kalangan anak-anak dan remaja di Kota Malang, sekaligus untuk penggalian dana.
  6. Menyelenggarakan Pertemuan Alumni Dempo dari berbagai kota di Hotel Wisata Tidar untuk membahas rancangan Anggaran Dasar (AD).
  7. Menyelenggarakan Reuni Akbar Alumni Dempo dalam rangka Perayaan Lustrum XIV SMA Katolik St.Albertus.

C. Lain-lain:

Secara insidental/ aksidental, IKeSA juga berperanserta aktif dalam:

  1. penggalangan dana untuk membantu pengobatan mantan guru, keluarga mantan guru yang wafat; menyumbangkan satu unit mobil penumpang kepada Alma Mater;
  2. menyumbang orangtua alumni Dempo (mahasiswa Unibraw) yang menjadi korban kecelakaan di pantai Laut Selatan; menyumbang guru yang melanjutkan kuliah;
  3. mengirimkan papan ucapan dukacita bagi keluarga alumni dan anggota Keluarga Besar SMA Katolik St.Albertus;
  4. silaturahim dengan para mantan guru dan alumni;
  5. merayakan HUT mantan guru, dsb.

Deklarasi IKESA Dempo

Dalam Pertemuan Alumni Dempo di Hotel Wisata Tidar, disepakati bahwa IKeSA harus dikembalikan ke jatidirinya, yaitu sebagai organisasi alumni, antara lain karena:

  1. sejarah pembentukannya;
  2. yang bukan alumni sudah terwadahi dalam organisasi dan atau organisme lain sebagai anggota Keluarga Besar SMA Katolik St.Albertus; dan
  3. organisasi alumni perlu dibentuk untuk menumbuhkembangkan semangat persahabatan dan kerjasama alumni, berbuat baik bagi sesama, menjaga nama baik Alma Mater dan mendukung peningkatan kualitas pelayanannya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati sebuah deklarasi untuk mewujudkan IKESA Dempo sebagai organisasi alumni SMA Katolik St.Albertus yang kemudian dibacakan pada acara puncak Reuni Akbar 2006 sebagai berikut:

Pada hari ini, Sabtu, 19 Agustus 2006, dalam acara Reuni Akbar Peringatan HUT ke-70 SMA Katolik St.Albertus yang diselenggarakan di Malang, kami alumni SMA Katolik St.Albertus, bersama-sama menyatakan:

  1. Ikatan Keluarga Eks SMA Katolik St.Albertus (IKESA) Dempo adalah wadah alumni yang bersifat mandiri sebagai mitra Alma Mater;
  2. bahwa organisasi ini adalah milik segenap alumni SMA Katolik St.Albertus;
  3. bahwa kami bertekad mewujudkan cita-cita pendirian IKESA Dempo dengan meningkatkan kerja sama antaralumni.

Deklarasi dibacakan oleh Muliawan Margadana (Dempoer 1983, Ketua IKESA Dempo Jabodetabek) di panggung Aula SMA Katolik St.Albertus, didampingi oleh pasutri Angki Erlanggono (Dempoer 1967) dan Marie Erlanggono (1968), Bagus Ekodanto (Dempoer 1970, kini Kapolda Papua), H. Yasril Ananta Baharudin (Dempoer 1974, anggota DPR RI) dan disaksikan segenap peserta reuni.

Keuangan IKESA Dempo

Pada masa masih menjadi IKeSA, keuangan organisme diperoleh sebagian besar dari bagi hasil penyelenggaraan Arisan Dempo II, Dempo Piano Competition, dan usaha-usaha lain termasuk urunan sukarela di antara pengurus. Pada saat kepengurusan ini diserahterimakan kepada Pengurus IKESA Dempo Malang Periode 2008-2011, masih tersisa sejumlah uang yang kami usulkan untuk digunakan sebagai modal awal pembangunan Dempo Alumni Centre (Sekretariat IKESA Dempo Nasional) yang akan menjadi simpul informasi-komunikasi-koordinasi oleh dan bagi seluruh IKESA Dempo.

Selanjutnya, apabila IKESA Dempo telah memiliki AD/ ART yang sah sebagai sebuah perkumpulan dan karenanya keuangan IKESA Dempo Malang diatasnamakan pengurus organisasi sebagaimana mestinya, kami berharap rekan-rekan alumni yang sudah tergabung dalam IKESA Dempo setempat maupun yang belum, akan lebih memercayai pengelolaan dan peruntukannya sesuai prinsip-prinsip organisasi yang baik dan benar.

Pergantian Pengurus

Setelah berjalan selama enam tahun sebagai organisme, para pengurus perintis IKESA Dempo Malang merasakan perlunya pergantian pengurus karena:

  1. mewariskan semangat mematuhi kesepakatan bersama, dalam hal ini: menaati rancangan Anggaran Dasar yang disusunnya sendiri, yaitu bahwa pengurus melaksanakan darma baktinya selama tiga tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa bakti berikutnya;
  2. menghindarkan kejenuhan, meminimalisasi eksklusivisme yang tak pernah disengaja karena soliditas kepengurusan yang terbentuk sesudah sekian lama akrab dan saling bekerjasama, menumbuhkembangkan semangat baru di kalangan alumni yang lain dan terutama di kalangan yang lebih muda, agar bersedia berbuat baik bagi sesama alumni dan Alma Mater.

Maka, pada tanggal 10 Oktober 2008, di SMA Katolik St.Albertus, diadakan rapat pembentukan formatores yang bertugas memilih Ketua Umum baru. Terpilih tujuh orang: Iwan Jayadi (Dempoer 1983), Bambang Yunarto (Dempoer 1981), Abraham Hamzah Subekti (Dempoer 1985), V. Ari Prayudi (Dempoer 1994), Dr. Eko Wibowo (Dempoer 1999), Dr. Tirtahamidjaja Rahardja, Sp.B. (Dempoer 1970) / Dr. Himawan Loekito (Dempoer 1961), M.St. Hertoto (Dempoer 1982).

Kemudian formatores melaksanakan tugasnya dengan memilih Iwan Jayadi (Dempoer 1983) sebagai Ketua Umum IKESA Dempo Malang Periode 2008-2011. Pada tanggal 4 November 2008, kepengurusan baru dibentuk oleh Ketua Umum yang baru.
Hari ini, Jumat, 21 November 2008, diselenggarakan acara serah terima antara pengurus lama dengan pengurus baru.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

  1. Organisasi alumni sangat longgar ikatannya, apalagi setingkat SMA (antara lain dan terutama karena yang mau jadi aktivisnya – agaknya – tak punya kepentingan profesional dan/ atau finansial sebagaimana pengurus pusat dan cabang-cabang KAGAMA, ILUNI, dsb.). Maka, biasanya tak banyak (untuk tidak mengatakan: tak ada) yang senang dan bangga dipilih jadi pengurusnya. Menerima tugas menjadi pengurus tampaknya justru harus dipandang sebagai ‘salib’ yang dipikul demi ‘kebebasan’ sesamanya. Pengurus organisasi alumni pada umumnya merupakan primus inter pares yang sepi dari pujian dan bahkan rawan menerima cemooh (dari teman, dari Alma Mater, bahkan mungkin pula dari keluarga sendiri).
  2. Meskipun demikian, organisasi alumni yang efektif sekurang-kurangnya dapat menghindarkan anggotanya dari kecenderungan kepaten obor akan nilai-nilai kependidikan, kebersamaan, dan kenangan manis-asam-asin-pahit tentang saudara-saudara seperguruan dan Alma Maternya. Siapa tahu, karena adanya simpul informasi, komunikasi dan koordinasi yang satu dan sama itu semangat kerja sama dan saling membantu justru akan lebih mudah ditumbuhkembangkan di antara alumni sendiri maupun antara alumni (pribadi maupun kelompok kota/ wilayah/ angkatan) dengan Alma Mater demi ‘kehidupan bersama’ yang lebih baik di masa mendatang. Bersama dengan itu dapat diminimalisasi pula kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan alumni dan Alma Mater. Keterarahan tujuan bersama dapat diharapkan mengurangi duplikasi suatu hal dan pengabaian hal lainnya.
  3. Draft AD IKESA Dempo (versi Malang) disusun untuk mengakomodasi kelonggaran itu. Dengan demikian setiap kota/ wilayah/ angkatan ‘boleh’ punya ‘ikatan’ sendiri dengan satu simpul informasi, komunikasi dan koordinasi. Keberagaman itu mungkin justru menjadi kekuatan dahsyat yang sinerginya sangat bermanfaat untuk saling membantu tanpa saling mengganggu. Semoga pengurus baru nanti dapat mewujudkan AD IKESA Dempo sebagai AD definitif dan sah sebagaimana diamanatkan oleh rekan-rekan alumni deklarator IKESA Dempo. Demikian pula dengan program kerja pengurus lama yang masih belum terwujud.
  4. IKESA Dempo Malang sudah berjalan enam tahun sebagai organisme happy dengan berbagai kegiatan yang (baru) bersifat insidental/ aksidental khas gerombolan. Komitmen dan konsistensi terhadap rencana kerja sulit dipertahankan ketika belum ada ‘aturan main’ yang jelas. Keputusan bersama mudah dipelintir di saat akhir demi menghindari kesan negatif belaka atau karena tak ada yang bersedia mengurusnya, atau juga karena umumnya kita mudah bicara tapi tak mau atau tak bisa ikut bekerja. Model organisme begini mungkin cocok dan bermanfaat bagi sebagian aktivisnya, tetapi bisa bikin frustrasi yang ‘modal’-nya untuk sekadar happy belum mencukupi maupun yang ingin (sedikit saja) lebih serius mengerjakan ini-itu untuk kepentingan bersama dan semua dalam jangka waktu yang lebih lama.
  5. Orang yang mau aktif dalam organisasi sosial selayaknya tidak mengharapkan keuntungan atau pencapaian tujuan pribadi maupun kelompoknya sendiri. Ia sadar sesadar-sadarnya bahwa penikmat manfaatnya barangkali justru orang lain, dalam hal ini mungkin malah adik-adik kelas (generasi penerus) dan tentu saja: Alma Mater. Berorganisasi sosial adalah investasi jangka panjang demi kesejahteraan lahir-batin sesama dan/ atau pihak yang diabdi bersama. Sebab pada umumnya, ‘kerja bakti’ dihindari, meng-‘gotong’ dijauhi (minimal: “Kalau bisa, orang lain saja!”), ‘royong’-nya – seperti biasa – dikerubuti!
  6. Bahkan sinisme sebagian alumni Dempo terhadap IKESA Dempo (boleh jadi ada) sesungguhnya tak perlu menjadi kendala untuk berbuat baik. Aktivis yang tulus semestinya bisa memanfaatkannya untuk selalu mengingatkan dirinya sendiri tentang tujuan IKESA Dempo. Maka, tak perlu berkecil hati ketika ada teman yang memberikan respons negatif terhadap ada dan keberadaannya. ‘Dempokrasi’ hendaknya tidak memilah ini kawan itu lawan, melainkan berusaha merangkul semua dalam suatu kebersamaan. Yang hanya bisa menyumbangkan uang tak perlu dicemburui, yang hanya pintar omong tak perlu dijauhi, yang muncul di saat ‘makan-makan’ saja tak perlu merasa rendah diri, terlebih yang bisanya menyumbangkan tenaga dan/ atau pikiran jangan pernah diremehkan, dst. Semua adalah saudara sendiri. ‘Tiada asap tanpa api’. Komentar negatif barangkali justru cermin yang dibutuhkan untuk berkaca diri sambil berharap akan dapat memastikan bahwa komentar itu tidak benar tanpa harus repot mencari-cari alasan pembenar.
  7. Kehendak baik teman-teman untuk ‘membereskan’ IKESA Dempo sebagai wadah organisasi alumni Dempo perlu disambut gembira. Ucapan terima kasih kiranya perlu disampaikan kepada mereka yang berniat tulus lebih aktif ketimbang lainnya. Meskipun demikian, perlu juga diingat bahwa mengadakan jauh lebih mudah ketimbang mempertahankan apalagi meningkatkan daya guna organisasi demi kepentingan alumni sendiri dan Alma Mater.

Penutup

Demikian Progress Report Pengurus IKESA Dempo Malang Periode 2002-2006 yang disampaikan dengan ucapan terima kasih kepada teman-teman pengurus yang sudah sekian lama bekerjasama dalam suka-duka berbuat baik. Selain itu, kami juga merasa perlu memohon maaf kepada siapa pun atas segala kesalahan, baik yang sengaja karena terpaksa maupun akibat ketidaksengajaan kami. Biarlah yang salah dan belum baik di masa lampau itu menjadi peringatan bagi pengurus baru agar tak terulang lagi di masa kepengurusan mereka.

Atas perhatian dan kesabaran hadirin, saya, mewakili teman-teman pengurus lama, mengucapkan terima kasih. Dan last but not least, kepada Pengurus IKESA Dempo Malang Periode 2008-2011, saya ucapkan: Selamat berjuang dan sukses!

Malang, 21 November 2008

Pengurus IKESA Dempo Malang Periode 2002-2008

(ttd)

Dr. Tirtahamidjaja Rahardja, Sp.B.
Ketua Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: