• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Maret 2009
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,793,833 klik
  • Since 2009

    free counters

Rukun: Temen, Mantep, Gelem, Nglakoni, Aja Kagetan, Aja Gumunan

kisssMusim kampanye. Kota menjadi lebih semarak karena spanduk, baliho, poster, selebaran, kartu nama terserak di mana-mana. Banyak orang yang semula biasa-biasa saja, tiba-tiba tampil bagai artis. Gambar diri mereka tercetak semakin banyak untuk mencoba memikat warga agar memilih mereka. Semakin banyak pula orang muda tergerak menjadi wakil rakyat. Belum lama berselang, dikotomi tua-muda pun merebak. Ada yang mendukung, ada pula yang mencoba menelikung keniscayaan zaman.

Di antara sekian banyak ‘artis dadakan’ itu tentu ada yang tulus berjuang demi kehidupan bersama yang lebih baik. Tetapi sulit dimungkiri pula adanya orang yang memilih karir menjadi wakil rakyat sekadar karena pekerjaan lain tak tersedia baginya. Bukankah di negeri ini, sebagian besar lulusan perguruan tinggi pun lebih suka jadi pegawai negeri ketimbang menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang-orang lain yang belum seberuntung mereka? Karena sistem politik kita masih dalam masa uji-coba, karena mandat rakyat kebanyakan jatuh ke tangan para pemadat kekuasaan, dan mungkin juga karena masih karut-marutnya sistem pendidikan kita serta aneka sebab lain yang saling bertautan, sebagian warga sudah meyakini perulangan fenomena ‘preman in, preman out’: preman masuk parlemen, preman di parlemen, dan tetap preman sesudah tidak laku di parlemen.

Meskipun demikian, agaknya kita perlu membangun optimisme bersama bahwa yang serba tak sempurna itu terus menerus diupayakan penyempurnaannya. Masih bagus kita tidak terpecah belah dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Syukurlah kita masih rukun! Ada baiknya kita belajar dari para pinisepuh tentang manfaat kerukunan dan bagaimana memeliharanya dalam keseharian hidup kita. Hanya pribadi-pribadi unggul yang masih bisa berharap akan mampu bersama-sama menghayati keindonesiaan kita dan memperjuangkan keutuhannya sepanjang masa.

Nasihat KGPAA Mangkunegara III

Kadang-kadang, perkataan orang bijak baru dimengerti lama sesudah diucapkannya. Mungkin pula sudah dimengerti pada saat yang sama, namun mendapatkan makna yang lebih dalam setelah pengucapnya wafat. Sebagaimana kita maklumi, cinta kepada sesama merupakan prasyarat terjadi dan terpeliharanya kerukunan. Dalam nada gambuh, KGPAA Mangkunegara III bicara tentang kerukunan sebagai berikut: “1)Lamun sirarsa rukun, lawan kadang sanak miwah karuh, hangluberna sih marma marang sasami, kang anom kudu miturut, kang tuwa wajib angemong. 2)Tegese ngemong iku, amot mengku anuju mrih sarju, aywa ladak ing ulat wuwus lan wengis, manis arum yen pitutur, hangongak wenganing batos. 3)Tegese kang miturut, nuting pangreh ing bener rahayu, eling-eling wong urip tan lawas lalis, den gayuh hayuning kayun, ywa tinggal ganda lir bosok.” Petikan nasihatnya itu menganjurkan kerukunan di antara sanak-saudara dan handai-tolan, dengan melimpahkan cinta sejati bagi sesama. Ia menganjurkan agar orang muda menuruti nasihat orang yang lebih tua, sedangkan yang tua membimbing yang muda. Kendati membimbing bukanlah tugas yang mudah, hendaklah tugas itu dilaksanakan secara bijaksana tanpa merendahkan dan bukan dengan wajah marah apalagi murka. Kelemahlembutan lebih dapat membuka batin. Orang yang mengikuti kuasa kebenaran akan memperoleh kedamaian di dalam hatinya. Hidup siapa pun tidaklah abadi. Apabila nyawa meninggalkan raga, yang tertinggal hanyalah jazad yang membusuk. Begitulah menurutnya, kerukunan mesti dibina demi kehidupan yang lebih baik, di sini, sekarang dan selama-lamanya.

Inilah beberapa butir kata bermakna yang diwariskan KGPAA Mangkunegara III: temen, mantep, gelem, nglakoni, aja kagetan, aja gumunan. (Diolahulang dari: Buku Pangetan Khol Tahunan Sri Mangkunegara III). Kiranya jelas hubungan kerukunan dengan sikap-sikap pribadi unggul berikut ini.

Temen

Berarti sungguh-sungguh, jujur. Seorang yang temen selalu bertindak/ berperilaku sungguh-sungguh (serius), tidak menganggap remeh dan tetap waspada. Diawasi atau tidak, ia akan tetap rajin bekerja dengan harapan dapat menunaikan tugas yang yang dibebankan kepadanya sebaik mungkin, agar dapat selalu memperoleh kepercayaaan untuk melaksanakan tugas-tugas berat/ penting, maupun yang ringan.

Seorang yang temen selalu jujur, tidak curang, tutur katanya baik, sederhana, tidak gemar berpura-pura dengan kata-kata bertabir: lain di bibir, lain di hati. Pendek kata, temen berarti suci lahir maupun batin.

Mantep

Berarti setia, teguh. Seorang yang mantep tak pernah mengabaikan segala sesuatu yang sudah disanggupinya. Ia akan berusaha menunaikan janjinya tanpa gerutu dan sesal. Semua hal dilakukannya dengan setia, teguh, tanpa menanggalkan kewaspadaan, tidak membanding-bandingkan, tidak iri hati terhadap perolehan orang lain.

Seorang yang mantep tak mudah menyerah, bosan atau putus asa dalam perjuangan meraih cita-citanya.

Gelem

Berarti mau, bersedia. Seorang yang bersikap gelem tidak merasa segan maupun takut untuk menunaikan tugas-tugasnya, bahkan yang berat dan berbahaya sekalipun. Ia tidak pernah ragu dalam menunaikan tugasnya, tidak pernah menggerutu, penuh harap dapat menunaikan semua pekerjaannya dengan baik. Ia teguh dalam tekadnya.

Nglakoni

Berarti menghayati, melaksanakan dengan sepenuh hati. Kesediaan nglakoni merupakan konsekuensi dari gelem. Segala tindakan orang yang nglakoni disesuaikannya dengan situasi dan kondisi setempat (empan papan). Ia tekun, sabar, dan tak berhenti menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan tugasnya, pandai membedakan mana yang perlu dan yang tak perlu. Ia tidak gemar mencampuradukkan segala sesuatu.

Seorang yang nglakoni dapat menerima suka-duka kehidupan, menghindari pamrih (kepentingan pribadi). Hatinya selalu bersih, rela, dan tidak suam-suam kuku (hangat-hangat tahi ayam). Semua tugas yang dibebankan kepadanya dilaksanakannya dengan bersungguh-sungguh agar dapat diselesaikannya dengan baik. Orang yang nglakoni tidak mudah merasa sengsara dalam menjalani kehidupannya.

Aja kagetan

Berarti “Jangan mudah terperanjat!” Nasihat ini mengandaikan pengetahuan bahwa segala sesuatu tidak terlepas dari perilaku dan perbuatan kita sendiri. Keinsyafan bahwa hidup di dunia ini dikuasai oleh peradilan gaib yang abadi, menjadikan kita sabar dalam menghadapi gejolak kehidupan.

Aja gumunan

Berarti “Jangan mudah heran/ takjub!” Kebahagiaan dan nasib baik seseorang adalah anugerah Allah, sesuai dengan kesungguhan hati penerimanya. Seorang yang tidak mudah heran/ takjub menyadari bahwa ia adalah makhluk ciptaan Allah Mahapengasih. Permohonan kepada-Nya selalu disertai kesungguhan hati, kejujuran, dan usaha yang tak kenal menyerah. Keberhasilan dan keberuntungan disyukurinya sebagai anugerah Allah sehingga tak pernah menjadikannya iri terhadap sesamanya.

Satu Tanggapan

  1. Apa guna komputer.

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: