• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,869,787 klik
  • Since 2009

    free counters

Disiplin dan Santun Berlalulintas

spbike“Krismon yang melanda kita mungkin merupakan blessing in disguise yang menghambat kemacetan lalu lintas yang lebih parah di jalan-jalan raya kita!” diucapkan oleh seorang teman dalam suatu diskusi saat sama-sama melepas lelah. Andaikan itu bukan gurauan di saat terjepit krisis dan benar, tampaknya keadaan perekonomian kita yang hingga kini – katanya – masih berada di atas fundamen yang kokoh dan segera akan (mbuh kapan) mulai membaik dan seterusnya, membuat jalan-jalan raya di kota kita pun segera seperti Jakarta atau Surabaya: macet, diselimuti polusi, tak nyaman, gampang bikin orang berang. Baca lebih lanjut

Beberapa Sifat Kita

Mathias Aroef (1985). Management Indonesia Masa Kini – 1985 dan selanjutnya sampai tahun 2000, Suatu Pendapat, “Seminar Ciri Khas Manajemen Jepang”, Universitas Pasundan, Bandung, tanggal 5 dan 6 Juli 1985.

Orang Indonesia sangat dikenal sebagai orang yang lunak dan sabar dalam menghadapi orang lainnya. Ramah, banyak senyum, dan menunjukkan gerakan-gerakan yang lamban bila berjalan kaki. Apakah yang dapat diartikan dari observasi demikian tentang orang Indonesia ini? Beberapa cirinya dapat diperinci di bawah ini: Baca lebih lanjut

Sifat Tenaga Kerja Indonesia

J. Ravianto (1985). Produktivitas dan Manusia Indonesia, Lembaga Sarana Informasi, Usaha dan Produktivitas, Jakarta.

Sifat dan tenaga kerja atau masyarakat tradisional adalah sifat-sifat yang membudaya sejak lama, dan perincian sifat-sifat tersebut kurang lebih adalah sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Perencanaan Keuangan

inflasi

Krisis moneter mondial semakin mudah terjadi dalam era kesemrawutan global. Bahkan negara-negara adidaya pun kelabakan menghadapinya. Kebijakan yang semula diagung-agungkan bisa saja tiba-tiba dicemooh sebagai penyebab krisis yang berdampak luas. Laju inflasi sering tak terbendung bahkan oleh para ekonom yang paling jempolan di seluruh dunia. Persaingan terpapar apalagi tersamar membuat semua terkena hantaman krisis global hingga menggelepar. Di kalangan masyarakat, baik yang sudah punya perencanaan keuangan yang bagus dan diamalkan dengan baik dan benar maupun dan terlebih-lebih yang memikirkannya pun belum pernah, mengeluh: “Semakin tua, dunia tak semakin bijaksana, bahkan makin kejam saja.”

Baca lebih lanjut

Metafora Guru

Dalam makalah yang disampaikannya pada pertemuan tahunan American Educational Research Association, Rodney H. Clarken (1997), Director of Field Experiences and Professor School of Education, Northern Michigan University, memberikan lima metafora bagi pendidik, yaitu sebagai: orangtua, petani, nabi, kerang mutiara dan tabib. Sementara itu, Bobbi DePorter et.al. (2000) menambahkan satu metafora: guru sebagai konduktor (dirigen) suatu orkestra.

Metafora guru sebagai orangtua, petani, nabi, kerang mutiara dan tabib, sebagaimana diakui Clarken sendiri, memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Salah satu aspek yang tampak bagi penulis dalam kelima metafora itu adalah otoritas yang masih terlalu besar pada diri guru. Apalagi tak jarang guru harus memerankan kelimanya secara bergantian, sesuai dengan keperluan. Itu mengandaikan kehebatan guru dalam menghayati multiperannya. Baca lebih lanjut

Pendidikan: Membina Kualitas dan Kemandirian

Manusia adalah pelaksana dan tujuan pembangunan. Maka pendidikan berperanan penting dalam upaya menjawab tantangan masa depan. Perkembangan ilmu dan teknologi pun berperanan mengubah isi pendidikan agar sesuai dengan tuntutan zaman (fleksibel) dan tidak lekas usang. Unesco doc ED-80/conf.803/7 menyimpulkan: “We are in danger of sacrificing innovation, creative work, leisure, sport and, in general, training in how to achieve happines and develop well-balanced personality. In the years to come, we must try to determine which components of all this content are useful and provide the best preparation for living in a world characterized by changing techniques and the development of information and communication media. In general, priority should be given to material that will develop the ability to anticipate and innovate-qualities essential both for survival in a world as yet unfamiliar and for making that world a more human place.” Baca lebih lanjut