• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,869,787 klik
  • Since 2009

    free counters

Rasionalisme, Empirisme, dan Metode Keilmuan

Rasionalisme

Kaum rasionalis mulai dengan suatu pernyataan yang sudah pasti. Aksioma dasar yang digunakan untuk membangun sistem pemikirannya diturunkan dari idea yang jelas, tegas dan pasti dalam pikiran manusia. Pikiran manusia mampu ‘mengetahui’ idea itu, kendati manusia tidak menciptakannya maupun tidak mempelajarinya lewat pengalaman. Idea itu sudah ada sebagai bagian dari kenyataan dasar yang tertangkap oleh pikiran manusia yang menalar. Kaum rasionalis berdalil bahwa karena pikiran dapat memahami prinsip, maka prinsip itu harus ada – artinya, prinsip harus benar dan nyata. Ketiadaan prinsip itu tidak memungkinkan manusia menggambarkannya sebagai ada. Prinsip itu dianggap sebagai suatu apriori atau pengalaman. Prinsip itu tidak dikembangkan dari pengalaman karena pengalaman hanya dapat dimengerti jika ditinjau dari prinsip itu. Baca lebih lanjut

Teknologi, Industrialisasi, dan Modernisasi

Teknologi dan perkembangannya

Teknologi (applied science) menampakkan sifat kemenduaannya (ambiguity): bersifat positif dan negatif. Istilah ‘teknologi’ pertama kali diperkenalkan pada tahun 1706 oleh Philips dalam buku berjudul “Technology: A Description of the Arts, Especially the Mechanical.”

Secara tradisional, teknologi berkembang bersama dengan perkembangan kebudayaan. Manusia menggunakan teknologi tradisional sejak sejuta tahun yang silam, Waktu itu manusia mulai membuat alat-alat dan menjinakkan api. “With tools and weapons of wood, stone, and bone, man killed and skinned animals and made cothes and tents.” Delapan hingga sepuluh ribu tahun yang lalu, manusia mengenal teknologi pertanian yang menyebabkan revolusi di bidang pertanian. Sampai dua atau tiga abad yang lalu, teknologi terus menerus mengalami kemajuan. Baca lebih lanjut