• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,869,787 klik
  • Since 2009

    free counters

Melawan Lupa

JokowiLupa adalah ‘penyakit’ manusiawi. (lihat Strategi Kognitif dan Lupa) Seorang orator, pengkhotbah atau jurudakwah bisa tiba-tiba lupa alur kalimatnya sendiri, misalnya karena terganggu tepuk tangan pendengar yang tak disangkanya. Pendengarnya mungkin ada yang lebih parah. Kontan lupa substansi sesudah selesai mendengarkan ilustrasi. Contohnya mungkin masih sekejap dibahas, sedangkan isinya dilepas.

Lupa juga menjadi alasan yang mujarab untuk – sekurang-kurangnya sementara – menghindari pertanyaan yang tak diinginkan. Dan lain-lain. Lupa itu manusiawi.
Baca lebih lanjut

Pemilihan Umum 2009

tiredPemilihan umum legislatif sudah berlangsung. Hasil quick-count telah menunjukkan kedigdayaan swing-voters, the real single-silent majority dalam lapisan masyarakat kita. Merekalah yang biasanya mengeluh dalam diam ketika pemerintah tak berpihak kepada rakyat. Paling banter yang biasa mereka lakukan hanyalah saling kasak-kusuk di antara teman-teman dekat agar tak gampang dicap sebagai liyan. Sedangkan saudara dekat mereka, golputers – baik yang ideologis maupun yang terpaksa bahkan yang tak peduli sekalipun – sesungguhnya adalah pemenang pemilihan umum yang tak mengharapkan apa-apa kecuali perbaikan bagi diri sendiri dan semua tanpa sedikit pun mau repot, sampai ada pemilihan umum yang bisa menggerakkan minat dan peranserta mereka. Baca lebih lanjut

Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Indonesia: apa mempunyai masa depan?

Oleh: Franz Magnis-Suseno, SJ

1. Nasionalisme Indonesia

Sepuluh tahun sesudah reformasi, 63 tahun sesudah Proklamasi Kemerdekaan dan 100 tahun sesudah permulaan Kebangkitan Nasional. Intoleransi masih dan bahkan semakin menjadi masalah. Tetap masih 40% bangsa Indonesia hidup dalam kemiskinan atau hanya pas di luar kemiskinan. Tahun berat 2009 sudah melemparkan bayang-bayangnya, menunjukkan bahwa kehidupan demokratis tidak beres. Gregetnya KPK – suatu kemajuan – memperlihatkan betapa kelas politik dan sistem yudisial pun sudah kerasukan korupsi. Rakyat mengharapkan kepemimpinan yang menunjukkan jalan ke luar, tetapi tidak kelihatan. Semakin banyak orang bertanya: Bangsa Indonesia berada di mana? Apa masa depan bangsa yang sepertinya semakin ketinggalan dari beberapa bangsa Asia Timur dan Tenggara lain? Di mana bangsa ini 20 tahun lagi? Baca lebih lanjut