• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    September 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,910,009 klik
  • Since 2009

    free counters

Konsep dalam Ilmu

Konsep ilmu dapat dibagi ke dalam tiga golongan, yakni: 1) klasifikasi; 2) perbandingan; 3) kuantitatif. Konsep klasifikasi adalah suatu konsep yang meletakkan obyek yang sedang ditelaah dalam suatu kelas tertentu, Klasifikasi adalah konsep yang paling dikenal. Tetapi konsep perbandingan (komparatif) lebih efektif dalam memberikan informasi. Konsep ini berperan sebagai perantara konsep klasifikasi dan konsep kuantitatif. Konsep klasifikasi hanyalah menempatkan suatu obyek tertentu dalam sebuah kelas, sedangkan konsep kuantitatif mengemukakan hubungan mengenai obyek tersebut dalam norma yang mencakup pengertian lebih atau kurang, dibandingkan dengan obyek lain. Baca lebih lanjut

Iklan

Struktur Ilmu

Ilmu sesungguhnya adalah hasil usaha manusia agar ia semakin beradab. Tujuan utama ilmu adalah untuk mengetahui kebenaran. Baik pengetahuan (produk ilmu) maupun cara (proses ilmu) terdiri dari serangkaian jalan dan langkah untuk mencapai tujuan: mencari dan mengetahui kebenaran. Tetapi tak semua pengalaman manusia dapat didekati secara memuaskan dengan metode keilmuan. Dan karena kebenaran lebih sering bersifat individual, maka pada umumnya ilmuwan membatasi telaah pengalaman yang secara obyektif, logis dan sistematis dapat dipertanggungjawabkan. Baca lebih lanjut