• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,870,263 klik
  • Since 2009

    free counters

Perjanjian Batutulis

309451_10150350933363839_505768838_8317203_791298395_nMegawati Soekarnoputri masih bungkam tentang Perjanjian Batutulis yang menimbulkan gugatan tentang moralitas kepemimpinannya. Kalau saya berada pada posisinya, barangkali saya akan melakukan yang serupa. Menari dengan ketukan kendang orang lain yang asing dari kebiasaan sendiri sama saja dengan menyanyikan lagu ber-genre tertentu dengan iringan musik yang beraliran beda. Baca lebih lanjut

Ayat Setan?

1Drama politik dalam sidang paripurna DPR RI Sabtu (31 Maret 2012) lalu pada akhirnya menghasilkan tambahan ayat 6a pada Pasal 7 RUU APBN-P 2012. Oleh para oposan, ayat itu diberi label ‘ayat abal-abal’, ‘ayat selundupan’, bahkan ‘ayat setan’. Bahkan sebelum naskah undang-undang itu diberi nomor dan ditandatangani Presiden, loket pendaftaran judicial-review di Mahkamah Konstitusi sudah didatangi mereka yang berniat meminta sembilan hakim MK untuk mengujinya. Baca lebih lanjut

Hak Prerogatif

cengengSistem pemerintahan presidensial memberikan kewenangan prerogatif yang melekat pada jabatan presiden. Dengan demikian, hak prerogatif presiden – dalam catatan ini – untuk memilih para pembantunya, tak pernah perlu diributkan. Tapi republik ini ternyata makin suka menikmati tontonan, juga yang sengaja dipertunjukkan guna mengesankan bahwa presiden adalah seorang yang tak sembrono atau grusa-grusu memilih. Semua calon menteri diaudisi, harus menjalani fit and proper test di hadapan Presiden dan Wakil Presiden RI, juga dites kesehatan jiwa-raganya. Dan karena sudah jadi tontonan publik, maka membaca, menonton, dan ikut berkomentar untuk dibaca maupun ditonton adalah sesuatu yang wajar (dan mungkin juga diharapkan). Baca lebih lanjut

Pilpres 2009

70x50iltAPemungutan suara sudah 10 hari lewat. Penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei nyaris serupa: Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2009 tampaknya memang berlangsung hanya satu putaran dengan pasangan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai pemenang kontestasi capres-cawapres tahun ini. Para kandidat lain pun tampaknya sudah bersiap-siap tak disebut sebagai pemenang (kurang suara). Benarkah demikian? Sabar sajalah. Tunggu sampai KPU mengumumkan hasil Pilpres 2009 sesuai kewenangan konstitusionalnya. Lembaga-lembaga survei yang paling dekat dengan hasil penghitungan manual (real-count) KPU tentu akan mendapatkan credit-point tambahan dalam rekam jejak masing-masing. Sedangkan yang meleset, sudah jelas nasibnya. 🙂 Baca lebih lanjut

Ajaran Gereja Katolik bagi Politisi Katolik

getjePara aktivis katolik awam sering terdengar geram akan ‘kelambanan’ hirarki tentang gerakan politik yang merupakan keniscayaan dalam negara demokratis. Tetapi mereka sering lupa bahwa sesungguhnya Gereja Katolik telah memiliki dasar-dasar politik praktis yang mereka perlukan untuk berperan serta aktif dalam kancah politik yang memperjuangkan kesejahteraan umum (Salus populi est suprema lex).

Dalam konteks keindonesiaan, politisi katolik diharapkan memahami bahwa menjadi 100% orang katolik dan orang Indonesia tak mengharuskan orang-orang Indonesia yang beragama katolik untuk memiliki partai inklusif. Menjadi garam dan pelita di tempat masing-masing berada jauh lebih bermakna ketimbang bergulat dengan kepentingan yang sesaat terdengar hebat namun tak bergema sepanjang masa. Baca lebih lanjut

Berpolitik: Mengapa?

zoon1Manusia adalah makhluk individu, sosial dan insan politik. Sejak dalam kandungan, manusia telah dikaruniai Tuhan hak yang sangat mendasar yang disebut hak kodrati atau hak azasi manusia. Hak itu tidak dapat dikurangi atau diminta oleh orang lain, karena jika diberikan kepada orang lain, sifat kemanusiaan akan hilang. Hak hidup, hak bersuara, hak merdeka, misalnya, pada dasarnya harus diberikan dan atau dilaksanakan sendiri oleh setiap orang. Baca lebih lanjut

Partai Politik

Keberadaan partai politik adalah keniscayaan di dalam negara demokratis. Aneka kehendak, sikap politik seluruh rakyat harus diperhatikan dan disalurkan. Namun hal itu mustahil dilakukan satu demi satu. Partai politik bertugas mengumpulkan, mengolah, menyusun, memandu dan merumuskan kehendak rakyat.

Dalam karya monumentalnya Dasar-Dasar Ilmu Politik, Prof. Miriam Budiardjo (1988) menyatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik – (biasanya) dengan cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. Baca lebih lanjut