• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    September 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,910,009 klik
  • Since 2009

    free counters

Jangka Ranggawarsita

180px-ranggawarsitaRaden Ngabehi (R.Ng.) Ranggawarsita (1802-1873) bernama asli Bagus Burham. Ia putra dari Mas Pajangswara dan cucu Yasadipura II, pujangga besar Kasunanan Surakarta. Ayahnya keturunan Kesultanan Pajang, sedangkan ibunya dari Kesultanan Demak. Sewaktu muda, Bagus Burham terkenal nakal dan gemar berjudi. Maka ia dikirim oleh kakeknya untuk belajar agama Islam kepada Kyai Imam Besari di Pesantren Gebang Tinatar, Desa Tegalsari, Ponorogo. Pemuda nakal ini sempat kabur ke Madiun dan akhirnya kembali ke Ponorogo. Konon ia mendapatkan pencerahan di Sungai Kedungwatu dan berubah menjadi pemuda alim yang pandai mengaji. Ketika pulang ke Surakarta, ia diangkat cucu oleh Panembahan Buminoto (adik Pakubuwana IV) dan pada tanggal 28 Oktober 1819 diangkat menjadi Carik Kadipaten Anom bergelar Mas Pajanganom. Baca lebih lanjut

Iklan

‘Ramalan’ Bambang Yuwono

Saya masih ingat, Romo Sis tersenyum lebar ketika menyerahkan naskah tulisan Bambang Yuwono (Dempoer 1973) untuk dimuat dalam buku “Sukses Alumni Dempo” yang akan diterbitkan tepat pada Perayaan 60 Tahun SMA Katolik St.Albertus (1996). Secara khusus beliau menunjukkan ‘ramalan’ Bambang Yuwono dalam bentuk tabel perbandingan Dempo 25 tahun yang lalu dan yang akan datang. “Romo percaya tidak?” tanya saya setelah membacanya sekilas. “Gaaakkk,” jawab beliau sambil melangkah pergi. Baca lebih lanjut