• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,870,263 klik
  • Since 2009

    free counters

Domain dalam Teknologi Pendidikan

Domain

Secara etimologis, domain berarti wilayah/ daerah kekuasaan atau bidang kajian/ kegiatan/ garapan yang lebih kecil, terinci dan spesifik dari lahan/ lapangan/ cakupan suatu ilmu. Arti kedua dalam bahasa Indonesia disepadankan dengan kata ranah/ aras. Baca lebih lanjut

Problematika Pilihan Teknologi Pendidikan

Sebagaimana teknologi sendiri, teknologi pendidikan telah berkembang secara menakjubkan dalam dua dasa warsa sejak adanya. Berlawanan dengan kepercayaan umum, teknologi tak selalu bermakna seperti yang dikehendaki para pendidik. Hasil teknologi bahkan membawa hal-hal baru tentang dirinya sendiri. Selain berdampak positif, teknologi seolah-olah juga mampu bermetamorfosa sedemikian rupa sehingga menjadi permasalahan moral tersendiri. Dengan lebih lapang membuka aneka kemungkinan, kita sering harus merefleksikan apakah aneka teknologi pendidikan (atau teknologi di dalam pendidikan) yang kita pilih telah dapat memberikan manfaat seperti yang kita kehendaki atau sadari. Baca lebih lanjut

Pembangunan: Fenomena Budaya

Kegiatan pembangunan selalu melibatkan manusia sebagai pelaksana sekaligus tujuan. Manusia adalah subyek, bukan obyek pembangunan. Maka dinamika suatu bangsa sesungguhnya tampak dalam usaha-usaha pembangunannya (nation and character building). Sebagai fenomena budaya, pembangunan merupakan suatu proses humanisasi. Menurut Soerjanto Poespowardojo (1989:7-9), ada empat poros dalam pembangunan nasional sebagai fenomena budaya, yaitu: anthropos, oikos, tekne dan ethnos. Baca lebih lanjut

Pendidikan: Membina Kualitas dan Kemandirian

Manusia adalah pelaksana dan tujuan pembangunan. Maka pendidikan berperanan penting dalam upaya menjawab tantangan masa depan. Perkembangan ilmu dan teknologi pun berperanan mengubah isi pendidikan agar sesuai dengan tuntutan zaman (fleksibel) dan tidak lekas usang. Unesco doc ED-80/conf.803/7 menyimpulkan: “We are in danger of sacrificing innovation, creative work, leisure, sport and, in general, training in how to achieve happines and develop well-balanced personality. In the years to come, we must try to determine which components of all this content are useful and provide the best preparation for living in a world characterized by changing techniques and the development of information and communication media. In general, priority should be given to material that will develop the ability to anticipate and innovate-qualities essential both for survival in a world as yet unfamiliar and for making that world a more human place.” Baca lebih lanjut

Struktur Ilmu

Ilmu sesungguhnya adalah hasil usaha manusia agar ia semakin beradab. Tujuan utama ilmu adalah untuk mengetahui kebenaran. Baik pengetahuan (produk ilmu) maupun cara (proses ilmu) terdiri dari serangkaian jalan dan langkah untuk mencapai tujuan: mencari dan mengetahui kebenaran. Tetapi tak semua pengalaman manusia dapat didekati secara memuaskan dengan metode keilmuan. Dan karena kebenaran lebih sering bersifat individual, maka pada umumnya ilmuwan membatasi telaah pengalaman yang secara obyektif, logis dan sistematis dapat dipertanggungjawabkan. Baca lebih lanjut

Masalah Pengembangan dan Alih Teknologi

Pengembangan dan alih teknologi merupakan alternatif yang tidak bisa ditolak untuk menjawab tantangan masa depan kita sebagai bangsa dan negara berkembang. Namun, pengembangan dan terutama alih teknologi itu dapat menimbulkan masalah yang luas dampaknya, karena teknologi modern tidak bebas nilai seperti teknologi tradisional. Pengalaman menunjukkan bahwa teknologi tidak netral lagi. Teknologi telah sering digunakan sebagai alat politik, sosial-ekonomi-budaya dan tendensi lainnya untuk menguasai orang/ bangsa lain. Bahkan teknologi juga sering dimengerti sebagai tujuan. Baca lebih lanjut

Teknologi, Industrialisasi, dan Modernisasi

Teknologi dan perkembangannya

Teknologi (applied science) menampakkan sifat kemenduaannya (ambiguity): bersifat positif dan negatif. Istilah ‘teknologi’ pertama kali diperkenalkan pada tahun 1706 oleh Philips dalam buku berjudul “Technology: A Description of the Arts, Especially the Mechanical.”

Secara tradisional, teknologi berkembang bersama dengan perkembangan kebudayaan. Manusia menggunakan teknologi tradisional sejak sejuta tahun yang silam, Waktu itu manusia mulai membuat alat-alat dan menjinakkan api. “With tools and weapons of wood, stone, and bone, man killed and skinned animals and made cothes and tents.” Delapan hingga sepuluh ribu tahun yang lalu, manusia mengenal teknologi pertanian yang menyebabkan revolusi di bidang pertanian. Sampai dua atau tiga abad yang lalu, teknologi terus menerus mengalami kemajuan. Baca lebih lanjut