• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    November 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,964,747 klik
  • Since 2009

    free counters

Visi-Misi SMA Dempo

Non scholae, sed vitae discimus

Secara singkat dalam ilmu manajemen, visi dimaksudkan sebagai arah dasar suatu lembaga dalam mengomunikasikan keinginan dan harapan lembaga itu dengan kenyataan di lapangan. Visi mempertanyakan “What are we going?” dan atau “What the organization want to become?” sedangkan misi adalah penjabaran keberadaan lembaga itu dalam mengupayakan pemenuhan kebutuhan seluruh stakeholders. Pertanyaan dasar dalam misi adalah “Why do we exist?” Visi dan misi menyandang serangkaian nilai “What do we stand for?”, “How will we treat each other?”, “What will be the basic guidelines or decision making?”, “What will we behave toward our customers/ stakeholders?” dalam strategi yang ditetapkan untuk mencapai visi-misi-nilai tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

‘Ramalan’ Bambang Yuwono

Saya masih ingat, Romo Sis tersenyum lebar ketika menyerahkan naskah tulisan Bambang Yuwono (Dempoer 1973) untuk dimuat dalam buku “Sukses Alumni Dempo” yang akan diterbitkan tepat pada Perayaan 60 Tahun SMA Katolik St.Albertus (1996). Secara khusus beliau menunjukkan ‘ramalan’ Bambang Yuwono dalam bentuk tabel perbandingan Dempo 25 tahun yang lalu dan yang akan datang. “Romo percaya tidak?” tanya saya setelah membacanya sekilas. “Gaaakkk,” jawab beliau sambil melangkah pergi. Baca lebih lanjut

Leader in Education. Education for Leader.

Sekali lagi, “Leader in education. Education for leader” (kata terakhir dalam visi-misi SMA Dempo ini seperti yang saya baca pada banner yang terpampang di sekolah), oleh saya terasa terlalu tinggi bagi sebuah sekolah menengah umum di kota Malang, bahkan seandainya dipimpin oleh seorang dewa sekalipun. Saya merasa beruntung pernah mempelajari Linguistic Policy dan sesuai kaidahnya, saya memaklumi kesan umum di ‘dalam’ maupun di ‘luar’ sekolah: Kepala Sekolah menganggap dirinya seorang pemimpin dalam bidang pendidikan dan bahwa kinerja pendidikan (di SMA Dempo) diabdikan untuk sang pemimpin. Seandainya ditulis ‘leaders’ pun, oleh saya masih terbaca berlebihan. Segenap warga sekolah dengan demikian sudah punya kualitas sebagai pemimpin. Mungkin, SMA Dempo adalah satu-satunya sekolah di dunia yang mendidik para pemimpin! Baca lebih lanjut

Reorientasi SMA Dempo: Perlukah?

Suara Pembaruan 4 Juli 2006: “Sekolah Katolik Perlu Reorientasi” mengingatkan saya pada beberapa pengalaman pribadi. Sengaja saya tulis singkat dan meminimalisasi argumentasi untuk memancing diskusi tentang hal-hal berikut ini: Baca lebih lanjut

Mutu SMA Dempo Turun?

Entah sudah berapa kali saya nyatakan bahwa saya tak pernah menolak kesan tentang menurunnya mutu SMA Dempo saat ini. Meskipun demikian, saya juga tak bisa begitu saja mengiyakan kesan itu. Pertama karena pengetahuan dan atau pengalaman pribadi kita bisa berbeda-beda tentang suatu hal yang sama. Kedua, seandainya kesan itu cukup beralasan sehingga bisa digunakan untuk semakin membengkokkan atau meluruskannya, bukanlah kewajiban saya mendukung kesan yang ini atau yang itu. Adalah SMA Dempo sendiri yang bisa melakukan klarifikasi kesan stakeholders-nya. Itu pun jika ia tergerak dan merasa perlu melakukannya. Baca lebih lanjut