• warn risa

    Tautan ke beberapa berkas yang terlampir di sini - untuk sementara - dinonaktifkan. Harap maklum.

  • Asih-Asah-Asuh

    hallo

    The meaningful life can result only from the experience of love and this implies commitment and dedication to another.

    We are each gifted with an enormous but unique potential. However, in our rendezvous with destiny, we have to take chances, run risks, get rejected and be hurt, be knock down and get back up on our feet.

    The only real failure is the one from which we learn nothing.

    Goodfinders are those who look for and find what is good in themselves, in others, and in all situations of life.

    Love person, use things! This is the truth that will set us free.

  • "Anda belum hidup sukses hari ini kecuali telah melakukan sesuatu bagi seseorang yang takkan pernah dapat membalas budi Anda." (John Bunyan)

  • Arsip

  • Kategori

  • Ublemkalen

    Juli 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ublemeta

  • Ublemstat

    • 1,870,263 klik
  • Since 2009

    free counters

Struktur Ilmu

Ilmu sesungguhnya adalah hasil usaha manusia agar ia semakin beradab. Tujuan utama ilmu adalah untuk mengetahui kebenaran. Baik pengetahuan (produk ilmu) maupun cara (proses ilmu) terdiri dari serangkaian jalan dan langkah untuk mencapai tujuan: mencari dan mengetahui kebenaran. Tetapi tak semua pengalaman manusia dapat didekati secara memuaskan dengan metode keilmuan. Dan karena kebenaran lebih sering bersifat individual, maka pada umumnya ilmuwan membatasi telaah pengalaman yang secara obyektif, logis dan sistematis dapat dipertanggungjawabkan. Baca lebih lanjut

Rasionalisme, Empirisme, dan Metode Keilmuan

Rasionalisme

Kaum rasionalis mulai dengan suatu pernyataan yang sudah pasti. Aksioma dasar yang digunakan untuk membangun sistem pemikirannya diturunkan dari idea yang jelas, tegas dan pasti dalam pikiran manusia. Pikiran manusia mampu ‘mengetahui’ idea itu, kendati manusia tidak menciptakannya maupun tidak mempelajarinya lewat pengalaman. Idea itu sudah ada sebagai bagian dari kenyataan dasar yang tertangkap oleh pikiran manusia yang menalar. Kaum rasionalis berdalil bahwa karena pikiran dapat memahami prinsip, maka prinsip itu harus ada – artinya, prinsip harus benar dan nyata. Ketiadaan prinsip itu tidak memungkinkan manusia menggambarkannya sebagai ada. Prinsip itu dianggap sebagai suatu apriori atau pengalaman. Prinsip itu tidak dikembangkan dari pengalaman karena pengalaman hanya dapat dimengerti jika ditinjau dari prinsip itu. Baca lebih lanjut